KEMATIAN YESUS PADA KAYU SALIB ADALAH CONTOH MURKA ALLAH DAN SEKALIGUS KERAHIMAN-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Paskah – Kamis, 7 April 2016) 

YESUS DISALIBKANSiapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata tentang hal-hal di bumi. Siapa yang datang dari surga adalah di atas semuanya. Ia bersaksi tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tidak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Siapa saja yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi siapa saja yang tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap tinggal di atasnya.” (Yoh 3:31-36) 

Bacaan Pertama: Kis 5:27-33; Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2-9,17-20 

Terang dikontraskan dengan kegelapan, siapa yang percaya kepada sang Putera dikontraskan dengan mereka yang tidak taat kepada-Nya, yang  berasal dari atas dikontraskan dengan mereka yang berasal dari bumi. Yohanes Penginjil menggunakan kata-kata ini untuk memberikan kepada kita suatu pemahaman yang jelas mengenai apa yang dimaksudkan dengan dosa dan hidup sesuai dengan cara-cara atau jalan Allah. Yesus datang dari atas/surga (Yoh 3:31) dan Ia adalah utusan Allah (Yoh 3:34). Jikalau kita menerima Yesus sebagai sang Juruselamat, maka hal ini akan membawa kita kepada Bapa surgawi. Sebaliknya, meninggalkan atau menjauhkan diri dari Yesus akan membawa kita kepada kegelapan dan keterpisahan dari Allah – suatu hidup kegelapan yang bertentangan dengan apa yang Allah inginkan bagi kita sebagai anak-anak-Nya. Apabila kemarin, hari ini, dan hari esok kita tetap memilih untuk hidup dalam kegelapan, maka hal tersebut akan mendatangkan murka Allah.

Apakah yang dimaksudkan dengan murka Allah itu? Murka Allah sering digambarkan dalam Perjanjian Lama sebagai kemarahan ilahi terhadap ketidaktaatan manusia. Para nabi menggunakan imaji-imaji (gambaran) yang sangat deskriptif seperti api yang berkobar-kobar untuk murka Allah itu. Kitab Suci memberikan kepada kita banyak contoh pribadi-pribadi, komunitas-komunitas, dan bahkan seluruh bangsa yang berada di bawah murka Allah. Namun demikian, tetap masih ada pengharapan. Kitab Suci senantiasa “melengkapi” murka Allah dengan janji-janji belas kasih. Allah sangat mengasihi umat-Nya. Murka-Nya diperlembut dengan kerahiman-Nya karena Dia sungguh rindu untuk menarik anak-anak-Nya dari dosa agar dapat datang kembali kepada-Nya.

Kematian Yesus di kayu salib adalah contoh yang baik sekali dari murka Allah dan sekaligus belas kasih-Nya (kerahiman-Nya). Ketidaktaatan manusia harus dihukum, namun dalam kasih dan kerahiman-Nya, Allah mengutus Putera-Nya yang tunggal untuk membayar suatu harga yang kita tidak pernah akan mampu membayarnya. Jadi, Allah membuat ketentuan bagi semua orang agar diselamatkan. Jalannya dibuka bagi Roh Kudus untuk dikaruniakan kepada kita tanpa takaran, artinya secara tidak terbatas (Yoh 3:34), dengan demikian memampukan kita untuk taat kepada Allah dan mengalami kepenuhan hidup (Yoh 3:36).

Memang akan ada suatu penghakiman apabila kita semua diperhadapkan dengan dosa-dosa kita. Akan tetapi, kita memegang janji-Nya yang terdapat dalam ayat mazmur berikut ini: “TUHAN (YHWH) membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman” (Mzm 34:23). Oleh karena itu, marilah kita menempatkan diri kita dalam tangan-tangan Allah yang penuh kasih dan menyelaraskan kehidupan kita dengan pesan Injil berkenan dengan kasih dan ketaatan. Setiap hari, marilah kita mohon agar Roh Kudus selalu bersama kita dalam segala hal yang kita lakukan.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu untuk kerahiman-Mu kepada kami. Dengan mengutus Yesus, Engkau telah menyelamatkan kami. Kirimkanlah terang Roh Kudus-Mu agar hati kami masing-masing dapat dilunakkan, sehingga kami dapat mengikuti jalan-Mu yang dipenuhi kasih, dan kami dapat hidup setiap hari dalam kemenangan. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 3:31-36), bacalah tulisan yang berjudul “KITA JUGA DIPANGGIL UNTUK MENJADI SAKSI-SAKSI KRISTUS” (bacaan tanggal 7-4-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan pada tulisan saya di tahun 2011) 

Cilandak, 4 April 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS