KEBERANIAN SEBAGAI SAKSI-SAKSI KRISTUS

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Paskah – Rabu, 13 April 2016)

KEBERANIAN PETRUS DAN YOHANES - KIS 4Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat. Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.

Mereka yang tersebar itu menjelajahi seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua memperhatikan dengan sepenuh hati apa yang diberitahukannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh  dan orang timpang disembuhkan. Karena itu, sangatlah besar sukacita dalam kota itu (Kis 8:1b-8).

Mazmur Tanggapan: Mzm 66:1-7; Bacaan Injil: Yoh 6:30-35

Setelah pembunuhan Stefanus secara brutal, mulailah penganiayaan yang hebat terhadap umat Kristiani di Yerusalem. Kecuali para rasul, umat tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria (lihat Kis 8:1). Mereka yang tersebar itu menjelajahi seluruh negeri itu sambil mewartakan Injil Yesus Kristus (lihat Kis 8:4).

“Yesus telah bangkit, dan kita adalah saksi-saksi-Nya (lihat Kis 1:8; 2:32; 3:15; 4:33; 10:41; 13:31). Dalam Masa Paskah ini, apakah kita (anda dan saya) patuh pada Yesus yang telah bangkit dengan memberikan kesaksian tentang diri-Nya?

Paulus menulis kepada jemaat di Tesalonika: “Janganlah padamkan Roh” (1 Tes 5:19). Jikalau kita (anda dan saya) tidak memberikan kesaksian atau tidak begitu memberikan kesaksian, berarti kita mencekik Roh Kudus, dan kita membiarkan diri kita:

  • direkayasa agar supaya takut ditertawakan orang lain (Kis 2:12-13);
  • ditakut-takuti dengan ancaman (Kis 4:18);
  • sibuk dengan masalah pribadi, keluarga atau komunitas kita sendiri (Kis 6:1 dsj.);
  • mengalami trauma atas kematian dari salah seorang yang kita kasihi (Kis 8:2), atau
  • tergoncang oleh adanya pengejaran dan penganiyaan (Kis 8:1,3).

Adalah suatu kenyataan bahwa Iblis terus-menerus menentang upaya kita untuk bersaksi. Dari kenyataan ini kita dapat menarik kesimpulan bahwa memberi kesaksian tentang Yesus memang mempunyai kuat-kuasa yang sanggup mengubah hidup orang dan mengubah dunia.

Tuhan Yesus telah memberikan kepada kita kuat-kuasa untuk mengalahkan segala gangguan dan upaya perlawanan dari si Jahat. Seperti ditulis oleh penulis surat Yohanes: “Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia” (1 Yoh 4:4). Rahmat Allah jauh lebih dari cukup! Seperti jawab Tuhan kepada Santo Paulus: “Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” (2 Kor 12:9).

Saudari dan Saudaraku, marilah kita berdoa untuk menerima karunia yang akan membuat kita berani untuk bersaksi tentang Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita.

DOA: Bapa surgawi, aku percaya bahwa Engkau menganugerahkan kepada anak-anak-Mu bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Dengan demikian aku tidak akan malu bersaksi tentang Tuhan Yesus dan ikut menderita bagi Injil-Nya (2 Tim 1:7-8). Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 6:35-40), bacalah tulisan yang berjudul “KUAT KUASA UNTUK MENYEMBUHKAN” (bacaan tanggal 13-4-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2016. 

Cilandak, 11 April 2016 [Peringatan S. Stanislaus, Uskup Martir]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements