ROTI YANG TURUN DARI SURGA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Paskah – Kamis, 14 April 2016)

43_i-am-the-bread-of-life_1800x1200_300dpi_2

Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: ‘Mereka semua akan diajar oleh Allah.’ Setiap orang, yang telah mendengar dan belajar dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, Siapa saja yang percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

Akulah roti kehidupan. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari surga: Siapa saja yang memakannya, ia tidak akan mati. Akulah roti kehidupan yang telah turun dari surga. Jikalau seseorang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang akan Kuberikan itu ialah daging-Ku yang akan Kuberikan untuk hidup dunia. (Yoh 6:44-51)

Bacaan Pertama: Kis 8:26-40; Mazmur Tanggapan: Mzm 66:8-9.16-17,20

Yesus seringkali berbicara dengan para murid/pengikut-Nya tentang janji akan kehidupan kekal. Ajaran-Nya bahwa Dia sendiri adalah roti kehidupan merupakan pernyataan-Nya lebih lanjut tentang rencana Bapa surgawi yang sempurna untuk memenuhi diri kita dengan rahmat dan kuasa kehidupan kekal. Sebagaimana Allah menopang bangsa Israel dengan manna yang turun dari surga selama masa pengembaraan mereka di padang gurun menuju tanah terjanji (Kel 16), Yesus sekarang adalah sang “roti kehidupan” yang diberikan kepada umat-Nya (Yoh 6:51). Yesus adalah pemenuhan/penggenapan rencana Allah bagi kita, yang memberikan hidup-Nya sendiri untuk menopang kita.

Sebagaimana Allah memelihara bangsa Israel dengan penuh kasih, demikian pula Dia memelihara kita, memberikan Yesus kepada kita sebagai “roti kehidupan”. Yesus memberikan makanan kita dengan menyatakan Bapa-Nya  kepada kita, “seorang” Bapa yang mengasihi kita tanpa batas. Ini adalah pernyataan tentang kasih Bapa surgawi yang menggerakkan kita untuk meninggalkan dosa dan berpaling kepada Yesus, menyerahkan diri kita kepada-Nya dalam iman. Kasih Allah begitu besar; Ia telah berjanji bahwa siapa saja yang datang kepada Putera-Nya tidak akan pernah mati, melainkan akan memiliki hidup kekal.

Bagaimana kita (anda dan saya) menerima hidup kekal dari Yesus? Ini adalah sebuah perjalanan iman dan ketaatan yang dimulai pada saat kita dibaptis dan dimaksudkan untuk dilanjutkan terus selama hidup kita di dunia ini. Selagi kita memohon kepada Roh Kudus untuk terus membebaskan diri kita dari dosa dan mengajar kita tentang Yesus, Ia akan menulis kebenaran-Nya dalam hati kita dan menggerakkan kita untuk menjadi semakin serupa dengan Juruselamat kita. Kita mengalami proses transformasi ini selagi kita berdoa, merenungkan sabda Allah dalam Kitab Suci, berupaya untuk sungguh saling mengasihi dengan sesama, dan menerima Yesus dalam Sakramen Ekaristi.

Setiap hari, Yesus ingin menyatakan kasih-Nya dan rahmat-Nya kepada kita secara lebih mendalam lagi. Setiap hari, Dia ingin menyembuhkan kita dan mengubah diri kita untuk menjadi semakin serupa dengan rupa dan gambar-Nya. Sebagaimana kita membutuhkan makanan setiap hari agar dapat survive, demikian pula kita membutuhkan Yesus, sang “roti kehidupan” setiap hari. Kuat-kuasa-Nya yang bekerja dalam diri kita masing-masing dapat membuat kita menjadi “manusia baru” yang memiliki semangat berkobar-kobar untuk mengikuti jalan transformasi-Nya.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau telah memberikan kepada kami Yesus, sang “roti kehidupan”. Lanjutkanlah pekerjaan-Mu, ya Allah, dalam diri kami, membuka hati dan pikiran kami bagi Roh Kudus. Hari ini dan setiap hari, kami ingin mengalami secara lebih mendalam lagi hidup kekal yang Engkau telah janjikan kepada kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 6:44-51), bacalah tulisan yang berjudul “ALLAH SENANTIASA ADA DI BELAKANG SETIAP TINDAKAN KEBAIKAN” (bacaan tanggal 14-4-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan tulisan saya pada tahun 2012)

Cilandak, 11 April 2016 [Peringatan S. Stanislaus, Uskup-Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS