YESUS ADALAH SANG GEMBALA BAIK  

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PASKAH IV [TAHUN C] – 17 April 2016)

HARI MINGGU PANGGILAN

visit7

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10:27-30)

Bacaan Pertama: Kis 13:14.43-52;  Mazmur Tanggapan: Mzm 100:2-3,5; Bacaan Kedua: Why 7:9,14b-17

Pasti kita telah sering membaca dan/atau mendengar perumpamaan Yesus tentang “Gembala yang Baik”. Walaupun terasa seakan mengulang-ulang, tetaplah berharga bagi kita untuk merenungkan gambaran-gambaran tentang seorang gembala yang baik karena kemampuan gambaran-gambaran ini mengungkapkan banyak dimensi tentang siapa Yesus itu dan betapa dalam Ia mengasihi kita.

Karena tidak sedikit jumlah waktu yang digunakan oleh para gembala dengan kawanan domba mereka, maka bukanlah hal yang aneh apabila seorang gembala dituntut untuk mengenal  setiap detil dari masing-masing domba yang dipelihara olehnya – tanda-tanda khas masing-masing domba, kebiasaan-kebiasaannya, bahkan katakanlah “kepribadian”-nya. Di lain pihak domba-domba peliharaannya juga mengenal sang gembala dan menjadi sangat akrab dengan suaranya. Sedikit saja suara dari seorang yang asing dapat mengejutkan mereka dan membuat mereka berlari-lari kian kemari.

Selama musim semi dan musim panas, pada waktu sebuah kawanan domba dapat digembalakan di daerah luar kota untuk berbulan-bulan lamanya, maka seorang gembala akan mengumpulkan domba-dombanya dalam sebuah “kandang domba” yang terletak di lereng gunung untuk beristirahat di malam hari. “Kandang domba” ini mempunyai “tembok” (biasanya dari bebatuan) namun tidak mempunyai gerbang atau pintu. Yang ada hanyalah suatu bagian yang lowong-terbuka untuk domba-domba itu masuk-keluar. Begitu domba-domba itu sudah terkumpul di dalam “kandang”, maka sang gembala akan menjadi pintu kandang tersebut. Dia merebahkan diri di bagian yang lowong-terbuka itu untuk menjaga kawanan dombanya. Dengan perkataan lain, pada dasarnya dia “memberikan nyawanya untuk domba-dombanya”.

Yesus mengetahui  bahwa perumpamaan-perumpamaan seperti “perumpamaan tentang gembala yang baik” akan menolong para pendengar-Nya (termasuk kita semua pada zaman modern ini) untuk memahami kasih-Nya secara lebih penuh lagi. Yesus mengetahui bahwa imaji-imaji yang hidup akan membantu mentransformasikan konsep-konsep abstrak ke dalam hal-hal yang konkret yang dapat dipahami orang-orang. Yesus bersabda: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut dari tangan-Ku” (Yoh 10:27-28). Artinya, Yesus menyerahkan hidup-Nya bagi kita, dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kita dari tangan-Nya. Janji-janji-Nya sama dapat dipercaya seperti komitmen sang gembala baik kepada kawanan dombanya di dalam perumpamaan-Nya. Bilamana kita memasuki “kandang domba”-nya, maka Yesus sang Gembala Baik akan menjaga kita supaya selalu dekat pada-Nya dan Ia akan melindungi kita dari segala macam bahaya.

Lain kali, apabila kita bertemu dengan sebuah perumpamaan Yesus, maka kita harus berketetapan hati mempelajari secara lebih mendalam lagi tentang imaji-imaji yang digunakan oleh Yesus. Sebaiknya kita juga mempelajari beberapa bacaan pengantar atau tafsir yang dapat dimanfaatkan oleh orang awam seperti kita. Kita harus memperkenankan kata-kata Yesus meresap ke dalam hati kita. Kita gunakan imajinasi untuk membuat gambar dalam pikiran kita. Melalui studi seperti ini, doa dan kontemplasi, Roh Kudus dapat membuka jalan-jalan pemahaman yang baru untuk memperkuat iman dan membuat kasih kita kepada Yesus menjadi semakin berkobar-kobar.

DOA: Roh Kudus Allah, Engkau membuat terang hati semua orang beriman. Terangilah imajinasi ku sehingga aku dapat mengalami secara lebih mendalam kasih Allah Tritunggal Mahakudus yang tak terbatas itu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 10:27-30), bacalah tulisan yang berjudul “KESATUAN ANTARA BAPA SURGAWI DAN ANAK-NYA” (bacaan tanggal 17-4-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan tulisan saya pada tahun 2011) 

Cilandak, 13 April 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements