BERDOA DALAM NAMA YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Paskah – Sabtu, 23 April 2016)

Keluarga Fransiskan: Peringatan B. Egidius dr Assisi, Biarawan

yesus-4

“Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Kata Filipus kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau bahwa aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya.

Percayalah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa pun yang kamu minta dalam nama-Ku, aku akan melakukannya, supaya Bapa dimuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya” (Yoh 14:7-14).  

Bacaan Pertama: Kis 13:44-52; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1-4 

“Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya” (Yoh 14:14). 

Apabila kita sungguh percaya akan/kepada Yesus, kita ini akan mampu melakukan hal-hal yang lebih besar daripada yang Yesus sendiri pernah lakukan karena kuat-kuasa doa yang Ia berikan kepada kita (Yoh 14:12-13). Yesus pernah berjanji: dan apa pun yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dimuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya” (Yoh 14:13-14).  

Jika Yesus menaruh nama-Nya  dalam doa-doa kita, maka doa-doa kita itu dikabulkan-Nya seperti yang kita mohonkan. Dengan perkataan lain, apabila kita berdoa seturut kehendak-Nya dan bukan kehendak kita, maka apa yang kita doakan itulah yang terjadi. Apabila kita pertama-tama mencari Kerajaan Allah, maka semuanya akan diberikan kepada kita dan juga yang tidak kita minta (lihat Mat 6:33).

Apabila kita berdoa untuk sakit kanker yang kita derita, apakah Yesus akan menaruhkan nama-Nya dalam doa kita dan apakah kita lalu disembuhkan? Pada umumnya Tuhan Yesus menghendaki agar kita disembuhkan, dan malah “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kita telah sembuh”  (lihat 1 Ptr 2:24).

Namun demikian penyembuhan bukanlah prioritas utama dan pertama bagi Tuhan Yesus. Jadi, dapat saja Tuhan Yesus lalu menaruhkan (atau tidak menaruhkan) nama-Nya dalam doa-doa kita agar kita disembuhkan dari penyakit kanker.  Akan tetapi apabila kesehatan kita yang kita butuhkan itu benar-benar penting untuk kesaksian atas nama-Nya dan guna terbangunnya Kerajaan Allah, maka tentu Tuhan Yesus akan menaruhkan nama-Nya dalam doa kita. Dengan demikian, kita bisa saja menjadi sembuh, atau kita lalu akan dapat melakukan apa yang dikehendaki oleh-Nya, juga apabila kita tidak disembuhkan. Marilah kita selalu berdoa dalam nama-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, ajarlah kami berdoa (Luk 11:1) dengan memberikan kepada kami hati dan pikiran-Mu sendiri (1 Kor 2:16). Terpujilah nama-Mu selalu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 14:7-14), bacalah tulisan yang berjudul “SUPAYA BAPA DIMULIAKAN DALAM ANAK” (bacaan tanggal 23-4-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2016. 

Cilandak, 21 April 2016 [Peringatan S. Anselmus, Uskup-Pujangga Gereja] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS