SALING MENGASIHI

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PASKAH V [Tahun C] – 24 April 2016) 

5bb-institution-of-the-eucharist

Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus, “Sekarang Anak Manusia dimuliakan dan Allah dimuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dimuliakan di dalam Dia, Allah akan memuliakan Dia juga  di dalam diri-Nya, dan akan memuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Yoh 13:31-33a.34-35 

Bacaan pertama: Kis 14:21b-27; Mazmur tanggapan: Mzm 145:8-13; Bacaan kedua: Why 21:1-5a 

“Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi”  (Yoh 13:35). 

Betapa sederhananya Injil! Injil memproklamasikan KASIH yang memiliki kuasa untuk mengubah dunia – kasih Allah yang dilimpah-limpahkan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus. Ini adalah kasih Allah yang mengalir di antara kita selagi kita saling menyerahkan nyawa kita demi sesama kita. Selagi kita mengangkat hati kita kepada Bapa surgawi lewat doa, pembacaan Kitab Suci dan menerima Yesus dalam Ekaristi, maka kita dapat mengenal kasih Allah itu secara intim.

“Supaya kamu saling mengasihi” (Yoh 13:34). Yesus mengajar kita untuk mengasihi orang-orang lain selengkap dan setotal, seperti Dia mengasihi kita. Kalau kita menerima kasih-Nya, kita pun diberdayakan untuk  “menularkannya” secara bebas kepada orang-orang lain. Dan selagi kita “menularkan” kasih yang telah kita terima dari Dia, kita pun menjadi mitra-karya Roh Kudus, yang terus berkarya untuk menarik seluruh dunia kepada Yesus. Melalui bagian kita dalam kasih ilahi, hidup Allah dapat diperbesar dan Kabar Baik keselamatan dapat terus berkembang.

Sebagai anak-anak Allah, kita dikasihi-Nya melampaui daya pemikiran kita. Betapa Bapa surgawi mengasihi kita semua! “TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya”  (Mzm 145:8). “Ia akan menghapus segala air mata”  dari mata kita (Why 21:4).  Apa lagi yang dapat kita mohonkan dari Dia? Apa lagi yang dapat dibandingkan dengan pengalaman akan kasih Allah? Para rasul mengenal kasih ini dan dengan penuh komitmen mereka mewartakan Yesus – menyerahkan nyawa mereka untuk keselamatan orang-orang lain.

Adalah kasih kita – bukan anugerah-anugerah yang kita terima di bidang sosial, kekuasaan, atau perilaku sempurna – yang akan membedakan kita sebagai murid-murid Yesus. Kita menjadi seperti Yesus kalau kita saling mengasihi, satu dengan lainnya. Marilah kita membuka diri kita untuk mengasihi orang-orang lain, sehingga dengan demikian kasih Yesus mengalir di antara kita – meski harus menghadapi penolakan atau pengejaran serta penganiayaan. Dalam semua hal ini kita menjadi seperti Yesus, Sang Pemberi Kasih yang paling agung dalam sejarah umat manusia.

DOA: Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk mengasihi siapa saja dengan kasih sama yang Engkau berikan kepada kami. Kasih-Mu tanpa syarat, penuh dengan janji akan hidup baru, dan setia. Semoga kami dapat menerima kasih-Mu melalui pelimpahan Roh Kudus-Mu, dan kami pun akan melakukan segala sesuatu yang dapat kami lakukan untuk menularkan kasih-Mu ini kepada siapa saja yang kami temui. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 13:31-33a,34-35), bacalah tulisan yang berjudul “SUPAYA KAMU SALING MENGASIHI” (bacaan tanggal 24-4-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan tulisan saya pada tahun 2004) 

Cilandak, 22 April 2016   

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements