PEKERJAAN YANG BELUM SELESAI

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Selasa, 26 April 2016)

013-paul-lystra-derbe

Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka mempengaruhi orang banyak itu sehingga berpihak kepada mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka bahwa ia telah mati. Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe.

Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya bertekun di dalam iman, dan mengatakan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan yang kepada-Nya mereka percaya. Mereka menjelajahi seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia. Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada anugerah Allah untuk memulai pekerjaan yang telah mereka selesaikan. Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu. (Kis  14:19-28) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 145:10-13,21; Bacaan Injil: Yoh 14:27-31a

“Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka bahwa ia telah mati. Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe” (Kis 14:19-20).

Sejak hari pertama pertobatannya dalam perjalanannya ke Damsyik sampai akhir hayatnya, Paulus banyak menanggung penderitaan dalam perjuangannya membangun Kerajaan Allah di atas muka bumi ini. Bagi Paulus yang mantan Farisi ini, salib sempat menjadi batu sandungan, namun sekarang dia mengabdikan dirinya untuk “menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya bertekun di dalam iman, dan mengatakan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara” (Kis 14:22).

Paul_w_BarnabasDalam perjalanan misioner mereka yang pertama, Paulus dan Barnabas diusir dari Antiokhia (yang di daerah Pisidia), dari Ikonium dan Listra.  Akan tetapi dengan sesegera mungkin mereka kembali ke tempat itu untuk menyelesaikan tugas mendirikan gereja-gereja (jemaat-jemaat) di tempat tersebut (Kis 14:21). Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya bertekun di dalam iman, dan mengatakan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan yang kepada-Nya mereka percaya” (Kis 14:22-23).

Untuk memulai sebuah gereja atau jemaat, kita harus menguatkan hati para murid agar tetap tekun dalam iman meski pun harus menderita banyak pencobaan, dan kita harus berdoa, berpuasa dan menetapkan pemimpin-pemimpin untuk gereja setempat tersebut.

Sekarang, apakah umat paroki kita (anda dan saya), komunitas kita atau keluarga kita pernah didorong dan dikuatkan untuk tabah menahan penderitaan demi penebusan? Apakah diri kita juga ikut berpuasa dan berdoa bagi para pemimpin gereja dan bagi para pemimpin baru dalam Gereja di seluruh dunia?

Apabila kita benar-benar banyak mensyeringkan iman kita dan semuanya itu dilakukan dengan ketulusan hati dan ketaatan pada dan demi perintah Yesus, maka kita pun “berhak” atau “pantas” memperoleh kesempatan untuk dianiaya dan menderita. Dengan demikian Gereja tak mungkin terbagi-bagi, terpecah-pecah, melemah dan loyo! Dan apabila dalam penderitaan kita tetap berdoa dan berpuasa bagi para pimpinan Gereja. Kiranya kita tidak akan mengalami krisis panggilan, melainkan suatu “ledakan” dalam hal jumlah panggilan, pemimpin baru dan kehidupan Gereja yang segar.

Saudari dan Saudaraku, marilah kita melaksanakan Amanat Agung Yesus Kristus untuk mewartakan Kabar Baik-Nya. Kita berdoa, berpuasa dan tetap tabah dalam menanggung derita. Dengan demikian, kita pun dapat menyaksikan bertumbuh-kembangnya Gereja sebagaimana yang dikehendaki Tuhan.

DOA: Bapa surgawi, kadang-kadang aku merasa seperti yang kiranya telah dirasakan Paulus: dipukuli, disiksa, dilempari batu dan sangat lelah. Gunakanlah keadaan-keadaan dalam hidupku seperti ini untuk memuliakan nama-Mu yang kudus dan membawa Yesus kepada semua orang yang kujumpai. Biarlah aku menolong orang-orang lain agar supaya tak terkalahkan dalam pencobaan-pencobaan mereka. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 14:27-31a), bacalah tulisan yang berjudul “AKU MELAKUKAN SEGALA SESUATU SEPERTI YANG DIPERINTAHKAN BAPA KEPADA-KU” (bacaan tanggal 26-4-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2016. 

Cilandak, 25 April 2016 [Pesta Santo Markus] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS