BERBUAH BANYAK

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Rabu, 27 April 2016)

c3606b07eb3e0f92bb5bfe8287005989“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yoh 15:1-8)  

Bacaan Pertama: Kis 15:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 122:1-5

“Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku” (Yoh 15:8).

Yesus menyatakan bahwa Dia adalah pokok anggur dan Bapa-Nya adalah pengusahanya (Yoh 15:1). Sebelum menyelesaikan gagasan-Nya, yakni memanggil para murid-Nya sebagai ranting-ranting atau cabang-cabang dari pokok anggur (Yoh 15:5), Yesus menyisipkan sejumlah komentar tentang dahan-dahan yang tak berbuah dan yang berbuah (Yoh 15:2-4). Yesus menggaris-bawahi pentingnya tinggal di dalam Dia untuk berbuah banyak (Yoh 15:5). Ia menekankan bahwa kita harus menghasilkan buah Roh Kudus, buah kesucian (Gal 5:22-23).

GRAPE VINES - 3Yesus sedemikian mengasihi dunia sehingga Dia sama sekali tidak ingin jika kematian-Nya di atas kayu salib guna penebusan kita menjadi sia-sia belaka (lihat 1 Kor 1:17). Yesus ingin menyalakan api di dunia ini (Luk 12:49), agar semua saja akan “diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran (1 Tim 2:4). Yesus membuat kita menjadi saksi-saksi-Nya (Kis 1:8). Dan … kita harus bersedia menjadi hamba-hamba “dari semua orang, supaya (aku) boleh memenangkan sebanyak mungkin orang (1 Kor 9:19).

Kasih Yesus itu sedemikian besar dan penebusan-Nya begitu penting, sampai-sampai Dia mengancam melemparkan kita ke dalam kobaran api dan terbakar untuk selamanya, apabila kita menolak untuk berupaya agar berbuah banyak (Yoh 15:6).

Saudari dan Saudaraku, kita (anda dan saya) belum terlambat dan kesempatan masih tetap terbuka. Oleh karena itu, marilah kita mengasihi-Nya Yesus dengan serius dan berbuah banyak.

DOA: Tuhan Yesus, aku menyerahkan diriku kepada Engkau. Bersihkanlah diriku dengan darah-Mu yang kudus, penuhilah diriku dengan pemikiran-pemikiran dan hasrat-hasrat-Mu. Aku ingin mengalami kehadiran-Mu secara lebih penuh pada hari ini dan berbuah bagi-Mu. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 15:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS SEBAGAI PUSAT KEHIDUPAN KITA” (bacaan tanggal 27-4-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2016. 

Cilandak, 26 April 2016   

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements