PERINTAH YESUS KEPADA PARA SAHABAT-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Katarina dr Siena, Perawan Pujangga Gereja –  Jumat, 29 April 2016)

6197_Duccio-Christ-Taking-Leave-of-Apostles-628x389

Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku  tidak menyebut  kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang terhadap yang lain. (Yoh 15:12-17)

Bacaan Pertama: Kis 15:22-31; Mazmur Tanggapan: Mzm 57:8-12 

“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh 15:12).

Yesus memerintahkan kita, tidak hanya untuk saling mengasihi satu sama lain, melainkan juga untuk mengasihi sebagao,ama Dia telah mengasihi kita. Hal ini berarti bahwa hendaknya kita memberikan nyawa kita bagi sahabat-sahabat kita (Yoh 15:13), juga kalau perlu bagi musuh-musuh kita (Rm 5:8,10). Dengan cara ini para murid Yesus akan dikenal dan diketahui sebagai sungguh-sungguh murid-Nya, sebab tidak ada seorang pun – kecuali Yesus – yang mengasihi musuh-musuh-Nya dengan memberikan nyawa-Nya bagi mereka (Luk 5:27 dsj.).

Bagaimana kita yang sedemikian penuh cinta-diri ini dapat memiliki kasih yang begitu luhur? Jangan takut, Roh Kudus akan memurnikan kita dengan penuh kepatuhan pada kebenaran, sehingga menghasilkan buah-buah kasih dalam hidup kita (Gal 5:22). Roh Kudus juga akan berseru dalam hati kita, “Abba” (Gal 4:6; Rm 8:15). Kita semua akan mengetahui benar bahwa diri kita itu dikasihi oleh Bapa surgawi secara sempurna. Dengan demikian kita akan mampu mengasihi dengan cara yang menakjubkan. Kita mengasihi, karena “Ia lebih dahulu mengasihi kita (1 Yoh 4:19).

Tepat satu pekan lagi, kita akan memulai Novena kepada Roh Kudus. Selama sembilan hari berturut-turut umat di seluruh dunia akan berdoa, agar Roh Kudus memperbaharui muka bumi: budaya korupsi, cinta-diri diubah menjadi budaya pengabdian, pelayanan dan pekerjaan yang mementingkan budaya pengabdian, pelayanan dan program-program yang mementingkan kesejahteraan umum; mencipta budaya berani berkorban dan mau terlibat dalam kegiatan bagi kepentingan dan kemajuan sesama umat dalam Gereja.

Datanglah, ya Roh Kudus !!!

DOA: Bapa surgawi, Engkau adalah Kasih Sejati. Biarlah Roh Kudus membentuk diriku menjadi murid yang sejati dari Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku. Aku sungguh ingin mengasihi seperti Engkau dalam Kristus mengasihi diriku. Sentuhlah hatiku pada hari ini dan buatlah diriku agar sungguh–sungguh memiliki kehendak untuk mengampuni dengan lebih mendalam. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Allah Tritunggal Mahakudus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 15:12-17), bacalah tulisan yang berjudul “INILAH PERINTAH YESUS KEPADA KITA” (bacaan tanggal 29-4-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2016.

Cilandak, 27 April 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS