JANGANLAH GELISAH DAN GENTAR HATIMU

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PASKAH VI [TAHUN C] – 1 Mei 2016) 

c3606b07eb3e0f92bb5bfe8287005989Jawab Yesus “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama-sama dengan dia. Siapa saja yang tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari Aku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penolong, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. (Yoh 14:23-29) 

Bacaan Pertama: Kis 15:1-2,22-29; Mazmur Tanggapan: Mzm 67:2-3,5-6,8; Bacaan Kedua: Why 21:10-14,22-23 

“Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yoh 14:27).

Ketika Yesus berkata kepada para murid-Nya untuk tidak gelisah dan gentar, mereka tidak menyadari bahwa mereka akan segera merasa sangat gelisah. Demikian juga ketika Yesus berkata kepada kita untuk tidak gelisah dalam Injil hari ini, kita mungkin tidak menyadari kata-kata-Nya hendaknya diterima secara pribadi dan dengan segera.

Kita sering kali berpikir bahwa pesan Yesus ini tidak secara khusus ditujukan kepada kita masing-masing, melainkan secara umum saja ditujukan untuk setiap orang. Selain itu, kita mungkin berpikir bahwa segala sesuatu berjalan dengan baik dalam hidup kita, dengan demikian kita tidak mengharapkan segera timbulnya kegelisahan. Pada waktu itu para murid Yesus yang  pertama salah, dan kita pun – para murid Yesus pada abad ke-21 ini – mungkin saja dapat berbuat kesalahan yang sama.

ROHHULKUDUSPara murid Yesus pada waktu itu berada di ambang waktu kegelisahan yang paling dalam dalam hidup mereka. Walaupun kita mungkin tidak mengetahuinya, kita mungkin sungguh-sungguh membutuhkan bantuan Roh Kudus (lihat Yoh 14:26).

Anggaplah bahwa dua pekan dari hari ini kita akan memerlukan pencurahan Roh Kudus – suatu Pentakosta baru – atau kalau tidak, kita akan dirundung oleh kegelisahan. Apakah hal itu akan terjadi atau tidak, kiranya yang paling bijaksana ialah siap untuk segala sesuatu yang akan terjadi, dengan dipenuhi Roh Kudus.

Mungkinkah kita (anda dan saya) menghendaki suatu Pentakosta baru yang melebihi keinginan kita yang lain? Yesus telah berjanji: Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penolong, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh 14-25-26). Datanglah, ya Roh Kudus !!!

DOA: Bapa surgawi, perkenankanlah aku untuk menginginkan kepenuhan Roh Kudus dalam diriku lebih daripada keinginanku untuk bernapas. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 14:23-29), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS INGIN MEMBANGUN RUMAH DALAM DIRI KITA” (bacaan tanggal 1-5-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2016. 

Cilandak, 29 April 2016 [Peringatan S. Katarina dr Siena]  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS