JANGAN LUPA PERANAN SALIB

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VI Paskah – Rabu, 4 Mei 2016)

PAULUS DI AEROPAGUSOrang-orang yang mengiringi Paulus mengantarnya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya.

Paulus berdiri di hadapan sidang Aeropagus dan berkata, “Hai orang-orang Atena, aku lihat bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak tinggal dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan napas dan segala sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Allah dan mudah-mudahan mencari-cari dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini keturunan-Nya juga. Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir dalam keadaan ilahi serupa dengan emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Tanpa memandang lagi zaman kebodohan, sekarang Allah memerintahkan semua orang di mana saja untuk bertobat. Karena Ia telah menetapkan suatu hari ketika Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu jaminan tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.” Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata, “Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.” Lalu Paulus meninggalkan mereka. Tetapi beberapa orang menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionidius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.

Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. (Kis 17:15,22-18:1) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 148:1-2,11-14; Bacaan Injil: Yoh 16:12-15

Pada waktu Paulus berbicara tentang Yesus dan tentang kebangkitan-Nya kepada orang-orang Atena, mereka mengejeknya sebagai “si pembual” (Kis 17:18), malah mengusirnya (Kis 17:32). Namun demikian ada beberapa orang yang menjadi percaya (Kis 17:34).

Ketika kita membaca “Kisah para Rasul” pada masa Paskah ini, banyak orang Kristiani lebih mudah memahami kesulitan-kesultan Paulus di Atena daripada bagian-bagian lain dalam Kisah tersebut. Budaya “kematian” pada zaman modern ini sama saja dengan yang terdapat di Atena pada masa itu. Di sini juga kita dapat mengenali kelemahan-kelemahan Paus di Atena. Sang Rasul ingin memulai tugas misinya di Atena sendirian karena ketidaksabarannya menunggu kedatangan Silas dan Timotius (Kis 17:15-16).

Individualisme kita yang keterlaluan dan kurangnya rasa kebersamaan dalam komunitas sangatlah melemahkan karya pewartaan kita. Di Atena, Paulus juga tidak berkeliling untuk mewartakan Yesus yang tersalib. Kita sering gagal dalam pewartaan kita karena lupa menggarisbawahi peranan salib dalam karya keselamatan Allah. Oleh karena itu janganlah terkejut apabila kita gagal – seperti halnya Paulus di Atena – untuk menarik orang-orang kepada Yesus.

Akan tetapi Paulus belajar dari pengalaman di Atena tersebut. Sewaktu dia pergi dalam perjalanan missioner berikutnya di Korintus, Paulus bertekad untuk tidak mewartakan apa-apa, “selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” (1 Kor 2:2). Dengan demikian marilah kita mengikuti contoh yang telah diberikan oleh Paulus. Marilah kita mencoba, walaupun kita mungkin gagal. Marilah kita belajar dari kesalahan-kesalahan kita dan akhirnya kita tentu membawa banyak orang kepada Yesus.

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku, aku bersedia menjadi saksi-Mu (Kis 1:8). Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan  Injil hari ini (Yoh 16:12-15), bacalah tulisan yang berjudul “ROH KUDUS MEMBERI KEHIDUPAN” (bacaan tanggal 4-5-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2016. 

Cilandak, 2 Mei 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS