SUDAHKAH KAMU MENERIMA ROH KUDUS?

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VII Paskah – Senin, 9 Mei 2016)

Keluarga besar Fransiskan: Peringatan S. Katarina dr Bologna, Perawan – Klaris 

006-paul-ephesus

Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajahi daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu percaya?” Akan tetapi, mereka menjawab dia, “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar bahwa ada Roh Kudus.” Lalu kata Paulus kepada mereka, “Kalau begitu, dengan baptisan mana kamu telah dibaptis?” Jawab mereka, “Dengan baptisan Yohanes.” Kata Paulus, “Baptisan Yohanes adalah baptisan tobat dan ia berkata kepada orang banyak bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian daripadanya, yaitu Yesus.” Ketika mereka mendengar hal itu mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa lidah dan bernubuat. Mereka semua berjumlah kira-kira dua belas orang.

Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan berbicara dengan berani serta berdebat dengan mereka untuk meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah. (Kis 19:1-8)

Mazmur Tanggapan: Mzm 68:2-7; Bacaan Injil: Yoh 16:29-33 

“Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu percaya?”  (Kis 19:2).

Beberapa orang murid dari Efesus menyatakan diri sebagai sudah beriman (Kis 19:2). Paulus mempertanyakan ini karena mereka nampaknya belum pernah menerima Roh Kudus. Ketika diketahui apa yang sesungguhnya terjadi, ternyata mereka bukanlah murid-murid Yesus melainkan murid-murid Yohanes Pembaptis. Memang mereka telah dibaptis, tetapi dengan baptisan Yohanes yang adalah baptisan tobat. Oleh karena itu Paulus menjelaskan kepada mereka tentang perbedaan antara baptisan Yohanes dan baptisan dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian Paulus membaptis mereka dalam nama Tuhan Yesus dan meletakkan tangannya atas mereka (Kis 19:5-6).

ROHHULKUDUS“Kisah para Rasul” mencatat bahwa ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa lidah dan bernubuat (Kis 19:6). Tak diragukan lagi, sejak saat itu mereka benar-benar dapat dinamakan murid-murid Yesus.

Dari Bacaan Injil hari ini, para murid Yesus percaya bahwa Ia datang dari Allah (Yoh 16:30). Namun demikian Yesus mempertanyakan ini karena Dia tahu bahwa para murid-Nya tersebut akan tercerai-berai dan akan meninggalkan Dia seorang diri (Yoh 16:31-32). Kita – orang-orang yang menamakan diri Kristiani – juga tercerai-berai dan tersebar menjadi begitu banyak golongan, denominasi dan sekte.

Bukankah seharusnya kita bersekutu dalam doa, menyambut tubuh-Nya dalam Komuni Kudus, membaca Kitab Suci, atau bersatu dengan saudari dan saudara kita di dalam Kristus? Benar, namun pada kenyataannya kita meninggalkan Tuhan Yesus seorang diri. Inilah yang menyebabkan iman kita patut dipertanyakan.

Melalui Pentakosta ini marilah kita menerima Roh kesatuan (lihat Ef 4:3) dan Roh Kuasa. Dengan demikian, Yesus tidak perlu lagi meragukan iman-kepercayaan kita dan Dia dapat berkata kepada kita: “Besar imanmu!” (lihat Mat 15:28).

DOA: Datanglah Roh Kudus dan penuhilah diriku dengan kehadiran-Mu. Tolonglah aku agar mau dan mampu membuang berbagai penghalang terhadap karya-Mu dalam hidupku. Aku berketetapan hati untuk mengandalkan kuat-kuasa-Mu dan menggunakan berbagai karunia yang telah Kauberikan kepadaku untuk melakukan kebaikan bagi sesamaku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 16:29-33), bacalah tulisan yang berjudul “MELALUI KEHADIRAN ROH KUDUS DI DALAM DIRI KITA” (bacaan tanggal 9-5-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori 16-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2016. 

Cilandak, 8 Mei 2016 [HARI MINGGU PASKA VII – TAHUN C – HARI MINGGU KOMUNIKASI SEDUNIA] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS