PENTAKOSTA YANG SEJATI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VII Paskah – Kamis, 12 Mei 2016) 

YESUS BERDOA - 1Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku melalui pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka menjadi satu dengan sempurna, agar dunia tahu bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.” (Yoh 17:20-26)

Bacaan Pertama: Kis 22:30;23:6-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 16:1-2,5,7-11  

“Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku melalui pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yoh 17:20-21)

Selama Novena Pentakosta ini kita berdoa guna menerima Roh Kudus secara lebih mendalam, yaitu Roh Kesatuan (lihat Ef 4:3), supaya kita dapat bersatu sebagaimana Bapa surgawi dan Yesus satu adanya (Yoh 17:21). Akan tetapi kesatuan yang kita upayakan bukanlah untuk menutupi adanya perpecahan; melainkan justru kita mau mengambil sikap berani untuk mengamati dan menghadapi perpecahan tersebut. Misalnya saja, Paulus mengamati adanya perpecahan yang ada antara orang-orang Farisi dan kaum Saduki (Kis 23:6-7; dalam bacaan pertama hari ini). Oleh karena itu hampir saja Paulus dihajar habis-habisan (dikoyak-koyak) oleh kedua kelompok yang saling bertentangan itu (Kis 23:10). Dengan demikian, dapat kita katakan bahwa jika kita menerima Roh Kudus – Roh persatuan – maka kita akan menghadapi ketidaksatuan itu secara frontal dan tentu saja wajar saja apabila kita menderita karenanya.

Baptism-of-the-Holy-SpiritHal ini menimbulkan masalah. Walaupun kita sangat menginginkan persatuan dengan Allah, dalam Gereja, bahkan juga persatuan antar-kelompok yang saling bermusuhan, mungkin saja kita berkeberatan untuk mengorbankan hidup kita “untuk mengumpulkan dan mempersatukan umat Allah yang tercerai berai” (Yoh 11:52). Akan tetapi, apabila kita enggan untuk berkorban – apalagi bersedia mati – bagi persatuan, maka hal ini berarti bahwa kita tidak sudi menerima Roh Kudus (Roh persatuan) tersebut. Maka perlu kita menyadari bahwa Pentakosta, kesatuan, sedia mati berkorban demi persatuan, semuanya menjadi satu dan sejalan.

Kita akan memiliki Pentakosta yang sejati atau Pentakosta yang sebenarnya, apabila cinta kasih kepada Allah dan sesama kita jauh lebih kuat daripada cinta-diri kita dan rasa takut kita terhadap kematian/maut (lihat Kid 8:6). Cinta kasih adalah suatu katalisator yang membimbing kita kita menuju mati terhadap diri sendiri, membangun persatuan dan menerima Pentakosta baru. Cinta kasih yang mendalam akan menuntun kita untuk masuk ke dalam kemartiran, suatu gerak-maju Pentakosta dan Trinitas-kesatuan. Dengan bekal cinta kasih yang memadai, maka kita pun berani untuk berdoa: “Datanglah, ya Roh Kudus!”

DOA: Bapa surgawi, Yesus Kristus, Roh Kudus, Engkau adalah Allah yang satu dalam cinta kasih. Buatlah kami semua satu dalam iman dan cinta kasih. Jadikanlah diri kami biji-biji gandum yang jatuh ketanah dan mati, lalu akan menghasilkan banyak buah (Yoh 12:24). Terpujilah Allah Tritunggal Mahakudus, sekarang dan selama-lama-Nya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 17:20-26), bacalah tulisan yang berjudul “SUPAYA MEREKA MENJADI SATU” (bacaan tanggal 12-5-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2016.

Cilandak, 10 Mei 2016 [Peringatan S. Damianus de Veuster, Imam]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS