MISTERI YANG SUNGGUH KOMPLEKS

(Bacaan Injil Misa, HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS – Minggu, 22 Mei 2016)

Kongregasi OSF: Pelindung Provinsi Indonesia

 holy_trinity-1600x1200

Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari Aku. Segala sesuatu yang Bapa miliki adalah milik-Ku; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang akan diterima-Nya dari Aku.” (Yoh 16:12-15) 

Bacaan Pertama: Ams 8:22-31; Mazmur Tanggapan: Mzm 8: 4-9; Bacaan Kedua: Rm 5:1-5

Tritunggal Mahakudus adalah suatu misteri yang sungguh kompleks. Siapa di antara kita yang akan pernah mampu menyingkap kerumitan “seorang” Allah yang “Satu” namun pada saat yang sama adalah tiga Pribadi ilahi? Walaupun begitu, Tritunggal Mahakudus (Trinitas) berada di pusat iman kita. Keberadaan kita diikat oleh dengan Allah Tritunggal yang penuh misteri ini. Inilah yang terbesar dari segala misteri berkaitan dengan Tritunggal Mahakudus: Bagaimana seseorang dapat sungguh mengalami suatu relasi penuh kasih dengan seorang lain yang hampir tidak dimengertinya?

Walaupun telah hidup bersama Yesus selama tiga tahun, kelihatannya para rasul tidak berada dalam posisi yang lebih baik apabila dibandingkan dengan diri kita sekarang. Pada Perjamuan Terakhir, setelah Yesus mengatakan kepada mereka bahwa Dia-lah jaqlan kepada Bapa, Tomas berkata: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” (Yoh 14:5). Filipus juga berkata: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, ini sudah cukup bagi kami” (Yoh 14:8).

Betapa mendalampun mereka mengasihi Yesus, para rasul pada akhirnya menerima kenyataan: “Kita tidak tahu apa maksud-Nya” (Yoh 16:18). Seperti para rasul, kita mungkin mengetahui sedikit saja mengenai Allah, kodrat-Nya dan jalan-jalan-Nya, namun ketiadaan pemahaman kita samasekali tidak menghalangi kita untuk mengalami kasih-Nya, rahmat-Nya, dan kuat-kuasa-Nya dalam kehidupan kita.

Sejatinya inilah alasan utama mengapa Yesus menjanjikan Roh Kudus kepada kita: supaya Dia dapat membawa kita ke dalam jantung Allah Tritunggal. Yesus bersabda: “Segala sesuatu yang Bapa miliki adalah milik-Ku; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari Aku” (Yoh 16:15). Adalah hasrat terdalam Roh Kudus untuk membanjiri hati kita dengan kasih Bapa dan dengan belas kasih dan kuasa Putera-Nya yang telah bangkit. Selagi kita menjadi tertangkap dalam kasih ini, mau tidak mau kita mulai memahami Allah sedikit lebih lagi. Sedikit pemahaman itu pun menggerakkan kita untuk mempunyai keinginan menjadi semakin serupa dengan Dia. Semoga kita tidak pernah memandang rendah apa yang dapat dilakukan Allah bagi mereka yang mengasihi-Nya dan mencari-Nya.

DOA: Bapa surgawi, kejutkanlah kami dengan suatu penghargaan baru terhadap Tritunggal Mahakudus. Tuhan Yesus, tunjukkanlah kepada kami kehadiran Tritunggal Mahakudus. Roh Kudus, ajarlah kami bagaimana memuliakan Bapa surgawi dan Juruselamat kami, Yesus Kristus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 16:12-15), bacalah tulisan yang berjudul “TRITUNGGAL MAHAKUDUS ADALAH KEBENARAN YANG RIIL” (bacaan tanggal 22-5-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 26-5-13 dalam situs/blog PAX ET BONUM) 

Cilandak, 20 Mei 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements