KEHIDUPAN BARU YANG DITAWARKAN OLEH YESUS

(Bacaan Kitab Suci Misa Kudus, Peringatan S. Yustinus, Martir – Rabu, 1 Juni 2016) 

JesandSadducees_1179-48
Kemudian datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya, “Guru, Musa menuliskan hal ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang istri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan istrinya itju dan memberi keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati tanpa meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga. Begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan  itu pun mati. Pada hari kebangkitan, ketika mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristrikan dia.” Jawab Yesus kepada mereka, “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab bilamana mereka bangkit dari antara orang mati, mereka tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di surga. Juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu  baca dalam kitab Musa, dalam cerita tentang semak duri, bagaimana Allah berfirman kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!” (Mrk 12:18-27)
 

Bacaan Pertama: 2 Tim 1:1-3,6-12; Mazmur Tanggapan: Mzm 123:1-2 

Kali ini orang-orang Saduki mengajukan sebuah “teka-teki” kepada Yesus tentang kebangkitan orang mati, tidak lain dan tidak bukan, untuk menjebak-Nya. Yang menyedihkan di sini adalah, bahwa dengan berpegang pada bacaan sempit dari Kitab Taurat, para “ahli Kitab Suci” ini luput melihat “kehidupan baru” yang ditawarkan oleh Yesus. Mereka tidak dapat menerima ajaran sang Rabi dari Nazaret ini tentang warisan yang tersedia bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Yesus mengatakan kepada orang-orang Saduki itu bahwa kita semua dimaksudkan untuk menjadi anak-anak kebangkitan, anak-anak Allah dan setara dengan para malaikat (lihat Mrk 12:25). Karena kita adalah anak-anak Allah, kita “ditakdirkan” untuk suatu kehidupan “yang tidak berkesudahan” (Ibr 1:12). Dengan Yesus kita akan mewarisi “segala sesuatu” (1Kor 3:21-23) dan kita akan “bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa” (Mat 13:43). Kita akan menjadi seperti para malaikat, para pelayan kasih Allah dan sepenuhnya taat menundukkan diri kepada kehendak-Nya.

Berkat-berkat hidup yang dibangkitkan adalah sesuatu yang indah untuk dipikirkan. Pada suatu hari kita akan masuk ke dalam tempat yang telah disediakan bagi kita di surga. Namun apakah yang telah kita harap-harapkan hari ini untuk kita dapatkan kelak? Tidak ada satu pun dari berkat-berkat Allah dimaksudkan untuk kita nantikan sampai saat diterima ketika kita masuk ke dalam keabadian. Kita dapat mengalami setiap berkat Allah sekarang juga, karena Yesus, yang sulung dari banyak saudari dan saudara kita sudah bangkit dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa di surga. Melalui berdiamnya Roh Kudus dalam diri kita, maka kita pun dapat ikut ambil bagian dalam hidup berkelimpahan bahkan sekarang juga, sementara kita menantikan warisan surgawi itu terwujud menjadi kenyataan.

Pada hari ini, opsi mana yang akan anda pilih? Ketakutan, dosa, rasa masa bodoh, keragu-raguan, atau damai-sejahtera, pengharapan, dan persatuan dengan Yesus? Apabila kita menjalani hari ini dengan hal-hal yang negatif, sikap-sikap yang penuh keraguan, maka kita tidak akan mengalami tempat yang disediakan bagi kita sebagai anak-anak Allah. Kita harus memilih menjadi anak-anak kebangkitan, yang mempermaklumkan kepada dunia di sekeliling kita bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat kita! Kita dapat meyakinkan diri bahwa pengorbanan Yesus di kayu salib telah berkemenangan atas maut dan kita akan bersama Dia di surga. Sampai saat itu tiba, marilah kita setiap hari mengangkat hati dan pikiran kita bagi realitas Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari. Selagi kita melakukan hal itu, Yesus akan memenuhi diri kita dengan kemungkinan-kemungkinan indah yang jauh melampaui segala imajinasi duniawi kita.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah membuat diriku seorang anak kebangkitan. Aku menempatkan seluruh pengharapanku pada-Mu, ya Tuhan dan Allahku. Buatlah aku mampu memusatkan perhatianku pada tujuan tersebut dan perkenankanlah hatiku dipenuhi dengan kebenaran bahwa segala berkat-Mu tersedia bagiku sekarang, saat ini juga. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (2 Tim 1:1-3,6-12), bacalah tulisan yang berjudul “ALLAH TIDAK MEMBERIKAN KEPADA KITA ROH KETAKUTAN” (bacaan tanggal 1-6-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-06 PERMENUNGAN ALKITABIAH JUNI 2016.  

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal  6-6-12 dalam situs/blog PAX ET BONUM) 

Cilandak,  31 Mei 2016 [Pesta SP Maria mengunjungi Elisabet] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS