SANTO YUSTINUS, MARTIR – 1 JUNI

justin-martyr21

Pada hari ini, tanggal 1 Juni, Gereja memperingati Santo Yustinus [c. 100-165], martir di masa gereja perdana.

Yustinus lahir dari sebuah keluarga kafir (Yunani) di Flavia Neapolis (Nablus), Palestina (Samaria), Asia Kecil pada permulaan abad kedua kira-kira pada kurun waktu meninggalnya Santo Yohanes Rasul.

Yustinus mendapat pendidikan yang baik sejak kecilnya. Dia mendambakan kebenaran sejati berkaitan dengan makna hidup dan tentang Allah, sehingga mencurahkan minatnya pada filsafat. Sekalipun segala sistem filsafat telah dikuasainya, Yustinus tetap belum merasa puas.

Pada suatu hari dia berjalan-jalan di tepi pantai sambil merenungkan berbagai soal. Di pantai itu dia bertemu dengan seorang rahib tua. Kepada rahib tua itu, Yustinus menanyakan berbagai soal yang sedang direnungkannya. Rahib tua itu menjelaskan kepadanya segala hal tentang para nabi Israel yang diutus Allah, tentang Yesus Kristus yang telah dinubuatkan oleh para nabi serta tentang agama Kristiani. Yustinus pun dinasihati oleh rahib tua itu agar supaya berdoa kepada Allah memohon terang surgawi. Setelah menemukan terang iman, pada akhirnya lenyaplah kebimbangannya. Yustinus dibaptis ketika dia berumur 33 tahun dan kemudian menjadi pembela kekristenan yang tersohor.

Sesuai dengan kebiasaan pada zaman itu, Yustinus pun mengajar di tempat-tempat umum, seperti di alun-alun kota, dengan mengenakan pakaian seorang filfuf. Ia juga menulis tentang berbagai masalah, terutama yang menyangkut pembelaan ajaran iman yang benar. Yustinus mengajar di sebuah sekolah di Efesus, dan pada tahun 135 terlibat dalam sebuah perdebatan terkenal dengan Trypho si Yahudi. Orang Yahudi yang dimaksudkan mungkin adalah Rabi Tarphon, seorang cendekiawan Yahudi.

Yustinus bangga bahwa dia menjadi seorang Kristiani yang saleh, dan ia bertekad untuk meluhurkan kekristenannya dengan hidupnya. …… menjadi seorang pribadi yang “walk the talk”.  Dalam bukunya yang berjudul “Percakapan dengan Trypho si Yahudi”, Yustinus menulis: “Walau pun kami orang Kristiani dibunuh dengan pedang, disalibkan, atau dibuang ke moncong-moncong binatang buas, ataupun disiksa dengan belenggu dan api, kami tidak akan murtad dari iman kami. Sebaliknya, semakin hebat penyiksaan, semakin banyak orang demi nama Yesus,  bertobat dan menjadi orang saleh”.

Pada waktu berada di Roma, Yustinus membuka sebuah sekolah bagi orang-orang Kristiani, dan salah satu muridnya yang terkenal adalah Tatian. Di sekolahnya di Roma, seringkali diselenggarakan acara perdebatan umum untuk membuka hati banyak orang bagi kebenaran iman Kristiani.  Dengan cemerlang ia membela ajaran Kristiani terhadapan serangan para filsuf non-Kristiani (baca: kafir). Ia menulis berbagai buku di bidang apologetika (pembelaan) yang amat terkenal. Yustinus membela iman Kristianinya secara jernih dan brilian, dengan menggunakan keakrabannya dengan ajaran-ajaran kafir guna menyediakan bagi seorang Roma yang terdidik dengan argumen-argumen rasional yang menunjukkan superioritas moral dan intelektual dari ajaran Kristiani. Tulisannya yang berjudul “Apologia Pertama” (c. 155] diperuntukkan bagi Antoninus Pius, Marcus Aurelius dan Lucius Verus untuk membela iman Kristiani terhadap berbagai tuduhan. Tulisannya yang berjudul “Apologia Kedua” diperuntukkan bagi Senat dan dimaksudkan sebagai pembelaan terhadap berbagai tuduhan.

Pada akhirnya, pemerintah Romawi mengambil tindakan atas diri Yustinus. Yustinus bersama dengan sejumlah pengikutnya ditangkap dan diseret ke pengadilan. Mereka diperintahkan untuk mempersembahkan kurban kepada berhala Romawi, dan mereka menolak.   Ada catatan mengenai ucapan Yustinus kepada hakim yang memimpin sidang: “Buatlah apa saja yang kau suka terhadap kami. Kami orang Kristiani tidak akan menyembah berhala”. Setelah banyak disesah, kepala mereka dipenggal. Peristiwa ini terjadi pada tahun 165. Catatan mengenai kematian Yustinus dkk. sebagai martir-martir Kristus terdapat dalam tulisan yang berjudul “Martyrium S. Iustini et Sociorum”. Yustinus dikenal sebagai seorang pembela iman terbesar pada zaman Gereja Perdana (Gereja Purba). Yustinus tetap seorang awam, namun dalam hidupnya dia giat menyebarkan Kabar Baik Yesus Kristus ke Yunani, Mesir dan Italia.

DAFTAR BACAAN:

  1. Matthew Bunson, OUR SUNDAY VISITOR’S ENCYCLOPEDIA OF CATHOLIC HISTORY, Huntington, Indiana: Our Sunday Visitor, Inc., 1995, hal. 484-485.
  2. Heuken SJ, ENSIKLOPEDI ORANG KUDUS, Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka, 2000 (cetakan keempatbelas), hal. 336-337.
  3. Clemens Jöckle, ENCYCLOPEDIA OF SAINTS, London: Alpine Fine Arts Collection (UK) Ltd., 1995, hal. 261-262.
  4. Nicolaas Martinus Schneiders, CICM, ORANG KUDUS SEPANJANG TAHUN, Jakarta: Penerbit Obor, 1993, hal. 272.

Jakarta, 1 Juni 2016

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements