KARENA CINTA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS – Jumat, 3 Juni 2016)

 jesus_shepherd_0

Lalu Ia menyampaikan perumpamaan ini kepada mereka, “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab aku telah menemukan dombaku yang hilang itu. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” (Luk 15:3-7) 

Bacaan Pertama: Yeh 34:11-16; Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-6; Bacaan Kedua: Rm 5:5b-11 

Pada Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus ini, kita disuguhkan dengan sebuah perumpamaan Yesus, yaitu “Perumpamaan tentang Domba yang Hilang”.  Dari perumpamaan ini diharapkan kita dapat merasakan bagaimana kiranya Hati Yesus itu, …… penuh cintakasih dan belas kasihan.

DOMBA YANG HILANG LUK 15Bayangkanlah bahwa ada seorang ayah baru saja pulang ke rumahnya di sebuah desa yang terpencil. Pada saat dia pulang, rumah itu sedang terbakar dan tiga orang anaknya yang masih kecil-kecil terjebak di dalam rumah. Para tetangga yang tidak banyak jumlahnya itu, mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk menyelamatkan anak-anaknya. Namun demikian sang bapak keluarga ini – tanpa ragu-ragu – langsung masuk ke dalam kobaran api dan mencari anak-anaknya dari ruangan yang satu ke ruangan yang lain. Satu persatu berhasil diselamatkan olehnya.

Mengapa seseorang melakukan tindakan yang terasa begitu mengabaikan kehati-hatian, tanpa hitung-hitung, malah sembrono, seperti ditunjukkan oleh sang ayah dari tiga orang anak itu? Jawabnya cukup sederhana: Karena cinta! Cintakasih mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang tak terbayangkan. Cintakasih melindungi; cintakasih bertekun! Cintakasih berarti menanggung risiko ditolak, bahkan cidera pribadi juga, demi kebaikan orang-orang yang kita cintai. Dalam perumpamaan di atas, Yesus menunjukkan bagaimana Bapa surgawi berupaya secara luarbiasa untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang hilang. Allah sampai mengutus Putera-Nya yang tunggal ke dunia (lihat Yoh 3:16-17) bahkan sampai menemui ajal di kayu salib. Semua ini agar manusia kembali ke rumah-Nya

Bagaimana kalau salah seorang anak yang kita cintai mulai menyeleweng dari iman Kristiani? Dalam hal ini, bayangkanlah dia sebagai seekor domba yang hilang. Bapa surgawi tahu bahwa anak itu “hilang”. Maka Dia pun langsung mencari anak yang hilang itu, tanpa hitung-hitung. Seperti sang ayah yang menerobos sebuah rumah yang sedang terbakar hebat, Allah atau Yesus pun tidak akan berhenti untuk mencari pribadi-pribadi yang kita cintai dan membawa mereka ke tempat yang aman. Sementara itu yang dapat kita lakukan adalah berdoa, berdoa dan berdoa. Sedapat mungkin, jadilah Yesus bagi dia. Bersahabatlah dengan dia, menjadi “telinga yang mendengarkan” baginya, dan berilah dorongan-dorongan positif kepadanya, kasihilah mereka tanpa reserve.

HATI KUDUS YESUS KASIHANILAH KAMIBayangkanlah dia ditemukan oleh Bapa surgawi. Bayangkan juga pesta penuh sukacita yang diadakan di surgawi kalau mereka kembali kepada hidup iman semula. Santa Monika berdoa untuk anaknya, Augustinus, bertahun-tahun lamanya. Saya pun dapat merasakan bagaimana ibuku untuk bertahun-tahun lamanya tanpa banyak omong berdoa rosario (dan doa-doa lain) bagi diri dan keluarga saya ketika saya  cukup lama tidak ke gereja dan agama (Ilah) saya pada waktu itu adalah kerja dan karir belaka. Santa Monika dan ibuku tidak pernah kehilangan harapan. Mereka terus berdoa untuk anak-anak mereka masing-masing sampai Yesus membawa mereka pulang.

DOA: Tuhan Yesus, pada hari ini aku membawa ke hadapan-Mu orang-orang ini yang telah “hilang”. [Sebutkanlah nama-nama orang yang kita kasihi secara spesifik]. Tuhan, meskipun aku tidak dapat melihat bagaimana Engkau akan berkarya dalam kehidupan orang-orang ini, aku tetap percaya bahwa Engkau mendengarkan doa-doaku dan akan menjawab doa-doa itu. Aku membayangkan orang-orang yang kukasihi ini duduk dalam meja perjamuan-Mu di surga, dan aku berjanji untuk mengasihi dan menjaga mereka sampai mereka kembali pulang kepada-Mu. Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama (Yeh 34:11-16), bacalah tulisan yang berjudul “HATI YESUS YANG DIPENUHI DENGAN CINTAKASIH DAN BELAS KASIHAN” (bacaan tanggal 3-6-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-06 PERMENUNGAN ALKITABIAH JUNI 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2009) 

Cilandak, 1 Juni 2016 [Peringatan S. Yustinus Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS