MELAKUKAN KEHENDAK BAPA SURGAWI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XII – Kamis, 23 Juni 2016)

152

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Pada hari terakhir banyak orang akan  berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!

Jadi, setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu bertiuplah angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu bertiuplah angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.

Setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka. (Mat 7:21-29) 

Bacaan Pertama: 2Raj 24:8-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 79:1-5,8-9

Bacaan Injil hari ini adalah ayat-ayat terakhir yang tercatat dalam bagian Injil yang dikenal sebagai “Khotbah di Bukit” (Mat 5:1 – 7:29). Kita telah sampai kepada puncak khotbah, klimaknya yang kuat-mengesan di hati dan sungguh menantang, dan sekarang pula sampailah kita pada akhirnya.

Di sini Yesus mengatakan kepada kita untuk tidak menipu diri sendiri atau mencoba untuk menipu Dia. Janganlah kita pernah berpikir bahwa dengan memproklamasikan diri-Nya sebagai Tuhan dengan ucapan kita semata – tanpa mengisinya dengan tindakan-tindakan nyata dalam hal melakukan kehendak Bapa-Nya – akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Bahkan ketika kita telah menerima berbagai karunia Roh, misalnya karunia-karunia untuk bernubuat atau menyembuhkan, hal ini bukanlah jaminan terhadap kekudusan atau kesucian kita. Santo Paulus mengatakan hal yang sama: “… tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna” (1Kor 13: 2; bdk. 13:1,3).

Sekadar mendengar dan memahami pesan-pesan Yesus bukanlah tanggapan yang cukup. Kita harus menjadi “pelaku sabda” (bdk. Yak 1:22-25; 2:14-26). Yesus dengan jelas memberikan sebuah tantangan serius bagi kita. Kegagalan dalam melaksanakan sabda-Nya tidak ubahnya dengan upaya membangun sebuah rumah di atas pasir. Ujung-ujungnya kita akan mengalami bencana, segalanya berantakan secara total.

Tes sesungguhnya adalah melakukan kehendak Bapa. Yesus mengklaim dan menerima seorang pribadi sebagai seorang saudara dan seorang sahabat-Nya hanya dia yang taat, yang melakukan kehendak Bapa-Nya, yang mempraktekkan sabda-Nya dalam hidup sehari-harinya. Apabila anda atau saya tidak melakukannya, maka janganlah kaget apabila  mendengar Ia berkata: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!” (Mat 7:23).

Ini adalah kata-kata Yesus yang sungguh keras! Memang keras, namun kata-kata itu diterima oleh orang banyak karena Dia mengajar mereka dengan kuasa dan penuh wibawa, tidak seperti para ahli Taurat.

Kita sekarang mempunyai sebuah pelajaran dari orang banyak itu. Apakah kita menerima para pemimpin Gereja yang dengan otoritas dan berwibawa mengajarkan sabda-sabda Yesus yang keras demi kebenaran? Atau apakah kita lebih suka atau lebih cenderung menerima ajaran-ajaran penuh kompromi, tidak ada salib dan enak didengar telinga, yang kurang memberi tantangan bagi kita?

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Engkau mengatakan, “Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa saja yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya” (Yoh 14:21). Terima kasih Tuhan Yesus. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin.

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 7:21-29), bacalah tulisan yang berjudul “BAGAIMANA KITA DAPAT MENJADI LEBIH DEKAT DENGAN ALLAH?(bacaan tanggal 23-6-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori 16-06 PERMENUNGAN ALKITABIAH JUNI 2016. 

(Tulisan ini  bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2012) 

Cilandak, 21 Juni 2016 [Peringatan S. Aloisius Gonzaga, Biarawan Yesuit] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS