YESUS MEMBENTAK ANGIN DAN DANAU ITU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Ireneus, Uskup dan Martir – Selasa, 28 Juni 2016) 

JamesSeward-PeaceBeStill

Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditelan gelombang, tetapi Yesus tidur. Lalu datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya, “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus membentak angin dan danau itu, sehingga danau itu menjadi teduh sekali. Orang-orang itu pun heran dan berkata, “Orang seperti apa Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat pada-Nya?” (Mat 8:23-27) 

Bacaan Pertama: Am 3:1-8; 4:11-12; Mazmur Tanggapan: Mzm 5:5-8

“Mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang percaya?” (Mat 8:26). Dengan kata-kata ini Tuhan Yesus menegur para murid-Nya. Namun sebenarnya kata-kata-Nya itu ditujukan kepada kita juga. Yesus juga menegur kita karena mempunyai rasa takut terhadap begitu banyak hal. Ini adalah pelajaran yang bagus sekali. Dia sungguh ingin mengajar kita. Betapa sering kita merasa khawatir dan gelisah tentang begitu banyak hal, tanpa sedikit pun ada keyakinan akan kebaikan Allah dan kuasa-Nya.

Kita tidak perlu membuktikan bahwa rasa takut itu sudah sungguh menyebar-luas. Orang-orang miskin merasa takut bahwa besok mereka tidak dapat makan. Orang-orang kaya merasa takut akan kehilangan kekayaan mereka di pasar modal. Orang-orang yang kurang berpendidikan merasa takut terlibat dalam pembicaraan dengan orang-orang yang lebih berpendidikan karena khawatir dipermalukan. Orang-orang yang terdidik seringkali merasa takut kehilangan posisi dan prestise sosial mereka. Kemudian jangan lupa adanya begitu banyak orang yang percaya kepada hal-hal yang bersifat takhyul, takut ini dan takut itu.

Orang-orang yang tidak beragama atau iman-kepercayaan tertentu merasa takut terhadap ketidakpastian hidup dan teristimewa ketidakpastian berkaitan dengan hari-H kematian. Yang sangat menyedihkan serta mengejutkan adalah apabila kita berjumpa dengan orang-orang yang beriman, saleh dalam melakukan kewajiban agama mereka, namun masih saja dihinggapi rasa takut yang kosong dan sia-sia.

Orang-orang yang disebutkan terakhir ini adalah seperti para murid dalam bacaan Injil hari ini. Walaupun Tuhan Yesus sendiri ada di sana bersama mereka di dalam perahu ketika tiba-tiba diterpa amukan angin ribut, mereka tetap saja membangunkan Dia dan berseru dengan penuh ketakutan: Tuhan, tolonglah, kita binasa” (Mat 8:25). Dalam kebaikan-Nya Yesus menenangkan angin ribut di danau itu, namun Ia menegur ketiadaan iman para murid-Nya dan ketakutan mereka walaupun jelas-jelas Dia hadir di tengah-tengah mereka: “Mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang percaya?” (Mat 8:26).

Yesus juga menujukan teguran-Nya yang sama kepada kita untuk rasa takut kita yang kecil-kecil dan terkadang terasa tolol. Kita lupa bahwa Dia adalah Imanuel yang selalu hadir dalam kehidupan kita (Mat 1:23; 28:20). Kita takut dan khawatir akan kondisi kesehatan kita, takut dan waswas akan “nasib” anak-cucu kita, khawatir akan rumah tinggal kita dst.

Memang ada yang dikenal sebagai rasa takut yang sehat (healty fears atau healthy concerns). Kita harus mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk kehidupan kita, keluarga kita, untuk kesejahteraan moral dan untuk kesejahteraan spiritual orang-orang yang kita kasihi. Kita juga harus mempunyai rasa takut (yang sehat) terhadap dosa.

Akan tetapi, pada kenyataannya ada begitu banyak rasa takut yang tolol, yang menghalang-halangi pekerjaan kita, kebahagiaan dan kehidupan spiritual kita. Inilah rasa takut untuk mana Tuhan menegur kita dan minta agar kita mengingat bahwa Dia senantiasa hadir di tengah-tengah kita. Dia tidak akan tinggal diam apabila kita menghadapi berbagai tantangan yang membahayakan eksistensi kita.

DOA: Yesus Kristus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Aku menaruh kepercayaanku sepenuhnya pada diri-Mu, dengan demikian Kaubebaskan dari rasa takut yang tidak perlu. Aku percaya bahwa Engkau adalah Imanuel, Allah yang senantiasa menyertai para pengikut-Mu dan selalu siap menolongku. Terima kasih, ya Tuhan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 8:23-27), bacalah tulisan yang berjudul “DANAU ITU MENJADI TEDUH SEKALI” (bacaan tanggal 28-6-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-06 PERMENUNGAN ALKITABIAH JUNI 2016. 

(Tulisan ini  bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011) 

Cilandak, 26 Juni 2016 [HARI MINGGU BIASA XIII – TAHUN C] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS