FOKUS, FOKUS, FOKUS !!!

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XIV [Tahun C] – 3 Juli 2016) 

70Apostles - 000Setelah itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan pemilik tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau kantong perbekalan atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.”

Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Aku telah melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga.” (Luk 10:1-12, 17-20) 

Bacaan Pertama: Yes 66:10-14c; Mazmur Tanggapan: Mzm 66:1-7,16,20; Bacaan Kedua: Gal 6:14-18; Bacaan Injil alternatif: Luk 10:1-9 

“Fokus, fokus, fokus!” Para manager, kapten sebuah kesebelasan sepak bola, para guru, dlsb. senantiasa mendesak orang-orang yang dipimpinnya untuk berkonsentrasi pada tugas pekerjaan di depan mereka. Akan tetapi, tidak seorang pun perlu untuk mengatakan kepada Yesus untuk tetap fokus. Yesus tidak pernah memperkenankan apa pun sehingga dapat berakibat pada distraksi dari tugas yang harus dilakukan-Nya dalam rangka perutusan-Nya oleh Bapa. Sejak awal waktu, Yesus telah syering dengan Bapa-Nya suatu kerinduan untuk menyatakan kehadiran Allah yang menyelamatkan – “kerajaan-Nya” – kepada setiap orang. Hasrat ini berkobar-kobar dalam diri Yesus. Ketika orang-orang-Nya mengusulkan kepada Yesus agar Ia membatasi perhatian pada satu kota saja, maka Yesus mengatakan kepada mereka, “Di kota-kota lain juga Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus” (Luk 4:43).

YESUS MENGUTUS MURID-MURID PERGI BERDUA-DUASelagi Yesus mengutus 70 (tujuh puluh) murid-Nya untuk mempersiapkan orang-orang akan kedatangan-Nya, Dia mendesak mereka untuk ikut ambil bagian dalam hasrat-Nya bahwa pada akhirnya Gereja didirikan. Para murid tidak boleh terpengaruh oleh distraksi-distraksi; mereka tidak boleh kehilangan energi karena memikirkan baju apa yang harus dipakai atau meladeni hasrat untuk menikmati makanan yang lebih enak (Luk 10:4,7). Yesus ingin agar para murid-Nya melakukan dengan cara paling baik melayani pengharapan Injil di kota-kota antara Samaria dan Yerusalem. Mereka harus menolong orang-orang lain menemukan kuat-kuasa Allah untuk membebaskan mereka dari dosa-dosa, menghancurkan pekerjaan Iblis, mengisi kekosongan mereka, dan merekonsiliasikan mereka dengan Bapa.

Yesus memberdayakan para murid-Nya agar dapat melaksanakan misi ini (Luk 10:9). Ia juga memperingatkan mereka bahwa mereka akan menghadapi oposisi: “Sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala” (Luk 10:3). Di tengah pertempuran spiritual yang intens seperti ini, situasi para murid dapat berbahaya. Mereka harus bergantung kepada-Nya secara tetap.

Semua ini adalah suatu pemberian dorongan/semangat kepada kita dari Tuhan yang mengasihi kita. Melalui baptisan Yesus telah mengutus kita juga untuk membawa rahmat Injil ke tengah dunia. Hal ini menempatkan diri kita, seperti 70 murid-Nya, di tengah-tengah suatu pertempuran spiritual. Akan tetapi apabila kita berada tetap dekat dengan Yesus dalam doa, kasih dan ketaatan, maka kita akan mampu untuk membuat mukjizat dan tanda heran lainnya. Apabila kita memusatkan perhatian kita pada Yesus, maka kita akan mampu untuk tetap fokus pada misi yang telah dipercayakan-Nya kepada kita.

DOA: Tuhan Yesus, berdayakanlah kami agar mampu menyebarkan kabar baik Kerajaan-Mu. Belalah kami dalam pertempuran spiritual. Di atas segalanya, tolonglah kami agar memusatkan pandangan kami pada Engkau saja. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 10-1-12,17-20), bacalah tulisan yang berjudul “KARYA ALLAH SENANTIASA MENDATANGKAN SUKACITA (bacaan tanggal 3-7-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-07 PERMENUNGAN ALKITABIAH JULI 2016.

Cilandak, 30 Juni 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements