IMAN AKAN SENTUHAN YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIV – Senin, 4 Juli 2016)

Ordo Franciscanus Saecularis (OFS): Peringatan S. Elisabet dr Portugal, Ratu

stdas0280Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata, “Anak perempuanku baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangun dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menyentuh jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya, “Asal kusentuh saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata, “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia, “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu disuruh keluar, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Dan tersebarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu. (Mat 9:18-26) 

Bacaan Pertama: Hos 2:13-15,18-19; Mazmur Tanggapan: Mzm 145:2-9 

Dalam bacaan Injil hari ini kita menemukan dua mukjizat yang dinarasikan. Ada sesuatu yang sangat serupa antara dua mukjizat tersebut, yaitu berkaitan dengan sentuhan Kristus dan iman akan sentuhan-Nya. Seorang pemimpin sinagoga datang kepada Yesus, menyembah-Nya, dan memohon kepada-Nya: “Anak perempuanku baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup” (Mat 9:18). Dengan imannya yang sederhana namun mantap, pemimpin sinagoga itu percaya, bahwa apabila Yesus datang ke rumahnya dan menyentuh anaknya, maka dia akan hidup kembali. Dengan iman pemimpin sinagoga itu melihat bahwa Yesus Kristus mempunyai kuasa atas hidup dan mati. Imannya akan sentuhan Yesus Kristus memperoleh ganjarannya, karena pada saat Ia sampai dan masuk ke dalam rumah si pemimpin sinagoga Yesus “memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu” (Mat 9:23-25).

Di sisi lain, perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita sakit pendarahan menunjukkan iman besar pada sentuhan Yesus Kristus yang menyembuhkan itu. Ia berkata dalam hatinya: “Asal kusentuh saja jubah-Nya, aku akan sembuh” (Mat 9:21). Lagi-lagi imannya yang besar itulah yang menyembuhkan penyakitnya. Yesus bersabda kepada perempuan itu: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau” (Mat 9:22). Inilah tanggapan Yesus  terhadap iman perempuan itu akan sentuhan-Nya.

yesus-menyembuhkan-wanita-yang-kena-plagueDalam tindakan-tindakan Yesus yang menentukan itu kita melihat bahwa Dia sungguh ingin menyentuh orang-orang secara pribadi dan membawa rahmat dan belas kasih-Nya bagi mereka. Dalam Injil Lukas kita membaca: “Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat disembuhkan. Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu” (Luk 6:18-19; bdk. Mat 4:23-24).

Inilah sebabnya mengapa Tuhan kita datang ke tengah dunia, agar iman kita dapat mencapai titik di mana kita dapat menyentuh Dia, agar kuasa-Nya dan kebaikan-Nya dapat keluar untuk menyentuh kita.

Selama hidup-Nya di tengah dunia, Yesus datang berkontak dengan orang-orang beriman lewat kehadiran-Nya secara fisik, sabda-Nya, tindakan-tindakan-Nya. Dia ingin dan merencanakan untuk melanjutkan kehadiran-Nya oleh sabda/kata-kata dan tindakan-tindakan-Nya. Dalam sakramen-sakramen, Yesus melanjutkan sentuhan-sentuhan-Nya; lewat sabda dan tindakan-tindakan-Nya, sama seringnya dengan pendekatan kita kepada-Nya dalam iman.

Dalam Ekaristi Kudus, Kristus ada di tengah-tengah kita untuk menyentuh kita secara fisik, untuk memberi makan kepada kita dan membuat diri kita menjadi kudus. Dalam Sakramen Rekonsiliasi, kata-kata Yesus adalah untuk mengampuni dan menyembuhkan kita. Kita mendengar semua itu melalui seorang imam. Dalam Gereja-Nya, kuasa Yesus Kristus, sabda-Nya, tindakan-tindakan-Nya terus berlanjut untuk menyentuh kita.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau adalah Mesias dari Allah yang memberikan hidup kepada semua orang, baik orang besar maupun kecil di mata masyarakat. Aku menaruh kepercayaanku pada janji-Mu dan datang kepada-Mu dalam iman. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 9:18-26), bacalah tulisan yang berjudul “IMAN VS KETIDAKPERCAYAAN” (bacaan tanggal 4-7-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-07 PERMENUNGAN ALKITABIAH JULI 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2012) 

Cilandak, 1 Juli 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS