YESUS INGIN MENYEMBUHKAN KITA SEMUA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIV – Selasa, 5 Juli 2016) 

JESUS HEALS THE SICK - 001Sementara kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Setelah setan itu diusir, orang bisu itu dapat berkata-kata. Lalu heranlah orang banyak, katanya, “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.” Tetapi orang Farisi berkata, “Dengan kuasa pemimpin setan ia mengusir setan.”

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat mereka dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu kata-Nya kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu, mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Mat 9:32-38) 

Bacaan Pertama: Hos 8:4-7,11-13; Mazmur Tanggapan: Mzm 115:3-10 

Yesus datang untuk meresmikan Kerajaan Allah yang kekal dan tak tergoyahkan. Ia melihat orang banyak dengan penuh bela-rasa dan belas kasih (Mat 9:36). Ia melihat orang-orang berjalan kian kemari tanpa tujuan; kegairahan dan hasrat mereka mendorong diri mereka, dan mereka bertindak tanduk tanpa tujuan atau makna dalam kehidupan mereka. Banyak orang dilumpuhkan oleh rasa takut, ketidakpercayaan dan kebohongan-kebohongan yang bersumber pada Iblis sendiri. Namun demikian, Yesus mengenal kasih Bapa surgawi yang diperuntukkan bagi setiap orang. Sebagai suatu pencerminan kasih ini, Yesus “berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat mereka dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan” (Mat 9:35).

Dalam Kerajaan Allah, Yesus memerintah sebagai Tuhan dan Raja. Orang-orang yang telah merangkul Kerajaan ini mengetahui siapa diri mereka dan siapa Raja mereka. Mereka mempunyai kepercayaan terhadap Raja mereka dan kasih-Nya kepada diri mereka. Dia adalah “penghiburan mereka” (2Kor 1:3-4), dan kekuatan mereka (Mzm 28:7-8). Hasrat mereka adalah untuk mengasihi dan melayani Allah.

Mukjizat kesembuhan yang dilakukan oleh Yesus atas orang bisu yang kerasukan roh jahat adalah sebuah tanda lagi bahwa sesungguhnya Dia ingin menyembuhkan kita semua, sehingga kita dapat ikut ambil bagian dalam kehidupan Bapa surgawi. Yesus ingin menunjukkan kepada kita bagaimana keterikatan kita pada dosa menghalangi kita bersaksi atas kemuliaan Allah dalam kehidupan kita. Penyembuhan ini – yang terakhir dari serangkaian penyembuhan (10) yang menunjukkan Yesus sebagai sang Mesias yang berbuat baik (Mat 8:1-9:38) – adalah sebuah tanda lain dari karya penyembuhan yang ingin dilakukan oleh Mesias dari Allah dalam kehidupan kita.

CELAKALAH ENGKAU KATA YESUSOrang-orang Farisi menyaksikan apa yang diperbuat oleh Yesus, namun mereka bersikukuh bahwa Yesus termasuk kelompok yang dipimpin oleh Iblis, dan Ia mendapat kuasa-Nya dari si Iblis (Mat 9:34). Jadi, pada bagian awal pelayanan Yesus di muka publik ini saja, kita telah melihat tanda-tanda konflik yang pada akhirnya akan menggiring-Nya ke Yerusalem untuk menderita sengsara dan mati. Walaupun begitu, Yesus terus melanjutkan misi-Nya dan mengundang para murid-Nya untuk pergi sebagai pekerja-pekerja untuk menuai panenan yang memang banyak (Mat 9:37).

Beata Bunda Teresa dari Kalkuta mengatakan: “Yesus tidak menghentikan karya kasih-Nya karena orang-orang Farisi dan lain-lainnya membenci-Nya atau mencoba untuk merusak karya Bapa-Nya. Dia hanya pergi berkeliling melakukan kebaikan” (Total Surrender, hal. 150).  Itulah pesan bagi kita. Kita juga, yang merangkul Yesus, sang Mesias, dalam kehidupan kita, dipanggil sebagai Tubuh Kristus untuk bekerja bersama memajukan Kerajaan-Nya dengan mewartakan Kabar Baik dan memimpin orang-orang lain dengan kata dan tindakan kita untuk bertemu dengan Yesus dan keselamatan yang ditawarkan-Nya.

DOA: Tuhan yang empunya tuaian, ciptakanlah dalam diri kami bela-rasa yang sejati bagi dunia kami yang menderita ini. Tolonglah kami untuk bekerja dengan sepenuh hati untuk Kerajaan-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 9:32-38), bacalah tulisan yang berjudul “MINTALAH KEPADA TUAN YANG EMPUNYA TUAIAN” (bacaan tanggal 5-7-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-07 PERMENUNGAN ALKITABIAH JULI 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2012) 

Cilandak, 3 Juli 2016 [HARI MINGGU BIASA XIV – TAHUN C] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS