KITA PERLU MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK PENUH PERHATIAN MENDENGARKAN SUARA ROH KUDUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIV – Jumat, 8 Juli 2016)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan S. Gregorius Grassie, Marie dkk – Martir 

jesus-christ-super-star“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan mencambuk kamu di rumah ibadatnya. Karena Aku, kamu akan digiring ke hadapan penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu khawatir tentang bagaimana dan apa yang kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap orangtuanya dan akan membunuh mereka. Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Apabila mereka menganiaya mereka kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang. (Mat 10:16-23) 

Bacaan Pertama: Hos 14:2-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4,8-9,12-14,17 

Yesus melanjutkan pemberian instruksi-instruksi-Nya kepada para rasul/murid dalam rangka mempersiapkan mereka untuk karya misioner di masa depan. Ia menceritakan kepada para murid-Nya itu tentang pengejaran dan penganiayaan serta penderitaan yang dapat/akan menimpa mereka selagi mereka mewartakan Injil kepada dunia. Yesus juga mengintruksikan mereka perihal sikap yang harus mereka ambil terhadap orang-orang yang melawan mereka. Pada saat yang sama, Yesus menjamin lagi kepada mereka tentang kehadiran Roh Kudus untuk menolong mereka menghadapi pencobaan-pencobaan dengan keberanian dan pengharapan (Mat 10:20). Perintah Yesus diikuti dengan sebuah janji: “… orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (Mat 10:22).

Barangkali para murid-Nya merasa sangat terkejut ketika Yesus menggambarkan perlawanan yang akan mereka alami – tidak hanya di tangan para penguasa, melainkan juga dari para anggota keluarga mereka sendiri. Setiap murid yang sejati akan ikut ambil bagian dalam penderitaan Kristus dalam kehidupan ini agar supaya ikut serta dalam sukacita keselamatan kekal. Santo Paulus mengalami penderitaan yang berat dan menghadapi oposisi dalam perjalanan-perjalanan misionernya, namun dia menulis: “Aku yakin bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita” (Rm 8:18). Sikap sedemikian hanya dapat dicapai apabila kita mengingat kebenaran bahwa Yesus Kristus telah memberi amanat kepada kita dan berjanji untuk menguatkan kita pada saat kita mengalami penderitaan. Pada malam sebelum sengsara dan wafat-Nya Dia bersabda: “Dalam dunia kamu menderita penganiyaan, tetapi kuatkan hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh 16:33).

pentecost-canadaMelalui Yesus Allah memberikan Roh Kudus kepada kita guna memampukan kita melaksanakan amanat yang telah kita terima untuk mewartakan Injil kepada sebuah dunia yang sangat membutuhkan kasih Kristus. Roh Kudus adalah buah pertama dari Kerajaan yang akan datang, yang berbicara kepada kita kata-kata Kristus sendiri. Santo Augustinus mengatakan bahwa ketika kita menderita, maka Roh Kudus berbicara, “Daging menderita dan Roh berbicara; ketika Roh berbicara, tidak hanya kejahatan terkutuk melainkan juga kelemahan diperkuat” (Sermons, 276).

Kita mendengar kata-kata Roh dalam doa-doa kita, dalam Kitab Suci, dan dalam Misa Kudus, ketika kita mendengar sabda Allah. Pada akhir perjalanan misionernya, Yesus berkata kepada Pilatus: “Setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengar suara-Ku” (Yoh 18:37). Di tengah-tengah kehidupan kita yang penuh kesibukan ini, kita perlu menyediakan waktu untuk penuh perhatian pada Roh Kudus yang dalam diri kita berbicara kepada kita. Hanya dengan demikian kita penuh keyakinan bahwa walaupun kita sedang menghadapi situasi-situasi sulit, Roh Kudus akan memberikan kepada kita kata-kata untuk diucapkan.

DOA: Yesus Kristus, Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku. Tolonglah aku agar mau dan mampu mewartakan Injil-Mu tanpa rasa takut, sebagai garam bumi dan terang dunia. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 10:16-23), bacalah tulisan yang berjudul “DIUTUS SEPERTI DOMBA KE TENGAH-TENGAH SERIGALA (bacaan tanggal 8-7-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-07 PERMENUNGAN ALKITABIAH JULI 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2012)

Cilandak, 6 Juli 2016

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS