CERITA TENTANG MARIA DAN MARTA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XVI [TAHUN C] – 17 Juli 2016) 

MARIA DAN MARTA - 001Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah desa. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedangkan Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya, “Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak hal, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian terbaik yang tidak akan diambil dari dia.” (Luk 10:38-42) 

Bacaan Pertama: Kej 18:1-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 15:2-5; Bacaan Kedua: Kol 1:24-28 

Betapa penuh sukacita saat-saat seperti ini bagi Maria, ketika dia dapat bersimpuh dekat kaki Tuhan Yesus untuk mendengarkan sabda-sabda-Nya yang menyejukkan. Yesus cuma menghendaki agar Maria dapat diam-hening di hadapan hadirat-Nya, dengan penuh perhatian mendengarkan-Nya, selagi Dia mengajar tentang Bapa dan Kerajaan-Nya. Di lain pihak, Marta tidak mampu ke luar dari kesibukan mempersiapkan hal-hal yang diperlukan pada saat itu, dengan demikian kehilangan kesempatan untuk menerima sesuatu dari Tuhan Yesus.

Bayangkanlah sekarang sebuah dunia di mana semua orang Kristiani bersatu dalam satu tujuan di bawah kepemimpinan Kristus – di mana kegiatan mendengarkan dan doa mengawali setiap pekerjaan baik, di mana semua orang berdiam-hening bersama dalam kesatuan, dan Yesus dimanifestasikan dalam cintakasih agung kita satu sama lain. Sedikit orang yang akan mengatakan bahwa Maria dan Marta bukan merupakan orang-orang beriman yang bersatu. Namun, pada saat Yesus mengajar, hanya satu orang saja dari mereka yang tahu akan pentingnya arti menerima dari Yesus terlebih dahulu.

Pada hari ini, pertimbangkanlah hal-hal berikut ini: Apakah kita (anda dan saya) mengenal Yesus sebagai Juruselamat dan Sahabat kita masing-masing, atau sekadar seseorang yang perintah-perintah-Nya kita harus taati? Apakah kita sungguh percaya bahwa Dia telah memerdekakan kita masing-masing dari rasa takut akan kematian dan kuasa dosa, ataukah kita mengharapkan bahwa perbuatan-perbuatan baik kita akan dapat mengalahkan dan mengatasi dosa-dosa kita?

Setiap hari, marilah kita mencoba membuat diri kita diam-hening tanpa ada pelanturan-pelanturan, meski untuk beberapa saat saja. Sediakanlah sedikit waktu setiap harinya untuk membaca serta merenungkan firman Allah dalam Kitab Suci – saat di mana TV dan radio dimatikan. Sesungguhnya ada banyak langkah yang kita dapat ambil dalam rangka kita mewujudkan tekad untuk “mendengarkan” Yesus dengan lebih penuh perhatian lagi. Tanyakanlah kepada Allah langkah-langkah apa yang mau diberikan-Nya kepada anda. Anda akan lihat bahwa Dia tidak hanya memberikan kepada anda jawaban atas pertanyaan anda tadi, tetapi juga rahmat yang anda butuhkan untuk melakukan apa yang dikehendaki-Nya.

DOA: Ya Allah Roh Kudus, bukalah kedua telingaku agar dapat mendengar suara-Mu hari ini. Ampunilah aku untuk saat-saat di mana aku melakukan pekerjaan tanpa mendengarkan bisikan suara-Mu. Berikanlah kepadaku rahmat untuk membuat kegiatan “mendengarkan” menjadi prioritasku yang pertama dan utama. Ya Allah Roh Kudus, jadikanlah aku seorang “pendengar yang baik”.  Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 10:38-42), bacalah tulisan yang berjudul “MEMILIH BAGIAN TERBAIK” (bacaan tanggal 17-7-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-07 PERMENUNGAN ALKITABIAH JULI 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2009) 

Cilandak, 12 Juli 2016

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS