MINUM CAWAN YANG DIMINUM YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Pesta Santo Yakobus, Rasul – Senin, 25 Juli 2016) 

ST. YAKOBUS BESAR, RASUL

ST. YAKOBUS BESAR, RASUL

Kemudian datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya, “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya, “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum? Kata mereka kepada-Nya, “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka, “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang yang baginya Bapa-Ku telah menyediakannya.” Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, “Kamu tahu bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa bertindak sebagai tuan atas rakyatnya, dan para pembesarnya bertindak sewenang-wenang atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan siapa saja yang ingin menjadi yang pertama di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Mat 20:20-28) 

Bacaan Pertama: 2Kor 4:7-15; Mazmur Tanggapan: Mzm 126:1-6 

“Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum? (Mat 20:22). Yesus mengajukan pertanyaan ini kepada Yakobus dan Yohanes sesaat setelah ibunda mereka mohon kepada Yesus agar mereka berdua memperoleh posisi-posisi terbaik dalam Kerajaan-Nya. Bukannya menjamin tersedianya tempat-tempat terhormat ini bagi mereka, Yesus malah menantang mereka untuk meneladan-Nya dalam melakukan karya pelayanan – bahkan sampai mati, jikalau diperlukan. Yesus bersabda: “Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan siapa saja yang ingin menjadi yang pertama di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mat 20:28). Inilah hakekat terdalam dari servant leadership, kepemimpinan yang melayani.

Yakobus menerima ajaran Yesus ini dengan sepenuh hati, karena beberapa tahun kemudian ia benar-benar meminum cawan seperti yang dilakukan oleh Yesus, Tuhan dan Gurunya. Di sekitar tahun 44, Raja Herodes Agripa, anak laki-laki dari Raja Herodes Agung, mulai melakukan pengejaran dan penganiayaan terhadap komunitas Kristiani di Yerusalem. Sebuah catatan singkat dari ‘Kisah para Rasul’: “Ia menyuruh membunuh Yakobus, dengan pedang” (Kis 12:2). Menurut sebuah tradisi awal Gereja yang disampaikan oleh Klemens dari Aleksandria, penuduh yang membawa Yakobus ke hadapan Herodus Agripa begitu tersentuh hatinya ketika mendengar kesaksian sang rasul sehingga dia sendiri pun menjadi seorang Kristiani di tempat itu juga; …… dan kepalanya kemudian dipenggal …… bersama dengan Yakobus.

KEMURIDAN - IBU YAKOBUS MINTA KPD YESUSYakobus kehilangan nyawanya karena dia memegang teguh komitmennya untuk melayani Gereja yang masih muda usia. Sebenarnya Yakobus bisa saja melarikan diri ke Siprus atau Antiokhia dan bersembunyi sementara dari angkara murka raja Herodes Agripa. Namun dia memilih untuk diam di Yerusalem, tempat di mana Allah telah memanggilnya dan menyerahkan dirinya di sana. Sebagai akibatnya, Gereja di Yerusalem mampu bersatu dengan kokoh dan malah bertumbuh selama masa  yang sangat berbahaya.

Dalam dunia kuno, menawarkan seseorang untuk minum dari cawan sendiri merupakan sebuah tanda besar persahabatan. Yakobus tidak menciut samasekali walaupun ia mengambil bagian dalam cawan Yesus, hal mana berarti memberikan dirinya sendiri untuk melayani orang-orang lain, bahkan ikut ambil bagian dalam penderitaan sengsara Gurunya. Yesus menyebut kita sahabat (Yoh 15:14-15), dan menawarkan cawan-Nya juga kepada kita. Dengan demikian dalam setiap relasi di mana kita terlibat – dengan anggota-anggota keluarga kita, dengan para teman/sahabat kita, dengan para kerabat kerja kita, dengan para tetangga kita – dan dalam setiap situasi di mana kita berada, pertanyaan utama kita adalah, “Apa yang diminta oleh Yesus padaku untuk melayani di sini?” Selagi kita menanggapi permintaan Yesus dengan penuh kemurahan hati, kita akan melihat rahmat Allah mengalir melalui diri kita seperti yang terjadi dengan Yakobus, dan kita pun akan menghasilkan buah berlimpah dalam Kerajaan Allah.

DOA: Tuhan Yesus, buatlah hatiku seperti hati-Mu. Anugerahilah aku cintakasih dan keberanian untuk mampu melihat melampaui diriku sendiri dan untuk melayani orang-orang lain dengan penuh kemurahan hati, seperti Engkau sendiri telah lakukan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 20:20-28), bacalah tulisan yang berjudul “YAKOBUS MEMENUHI JANJINYA KEPADA YESUS” (bacaan tanggal 25-7-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-07 PERMENUNGAN ALKITABIAH JULI 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2012) 

Cilandak, 21 Juli 2016 [Pesta S. Laurensius dr Brindisi, Imam Pujangga Gereja] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS