PENYEMBUH YANG TERLUKA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup Pujangga Gereja – Senin, 1 Agustus 2016)

1-pppas0108Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak menyendiri dengan perahu ke tempat yang terpencil. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata, “Tempat ini terpencil dan hari mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Jawab mereka, “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” Yesus berkata, “Bawalah kemari kepada-Ku.” Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di rumput. Setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap syukur. Ia memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya kepada orang banyak. Mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang lebih, sebanyak dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. (Mat 14:13-21) 

Bacaan Pertama: Yer 28:1-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 119:29,43,79-80,95,102  

Yesus baru saja menerima berita yang terburuk yang pernah didengar-Nya Mat 14:13). Yohanes Pembaptis, saudara dan sahabat-Nya, baru saja dipancung kepalanya atas perintah Herodes Antipas. Yohanes membaptis Yesus di sungai Yordan (Mat 3:13 dsj.). Yesus memandang Yohanes Pembaptis sebagai orang yang terbesar yang pernah lahir di dunia (Mat 11:11). Sekarang Yohanes Pembaptis telah mati, dibunuh dan menjadi martir.

Tentu saja Yesus sendiri terkejut dan terluka hati-Nya. Lalu Dia menyingkir ke tempat yang sunyi untuk menyendiri (Mat 14:13). Namun gerombolan orang banyak berdatangan mengikuti-Nya (Mat 14:14). Yesus sangat terharu melihat mereka semua dan hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Maka Dia menyembuhkan banyak orang dan membuat mukjizat penggandaan lima roti dan dua ekor ikan guna memberi makan banyak orang (Mat 14:19-21).

1-141Dalam suratnya yang pertama, Petrus menulis tentang Yesus yang dilihatnya sebagai sang hamba YHWH yang menderita seperti digambarkan dalam kitab Yesaya: “Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkan diri-Nya kepada Dia yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu” (1Ptr 2:22-25; bdk. Yes 53:5-9). Berbagai sumber daya yang kita miliki namun tidak memadai akan dilipatgandakan untuk membaharui muka bumi.

Apabila kita (anda dan saya) menderita luka jasmani ataupun luka batin dan patah semangat, kita tidak hanya butuh disembuhkan, melainkan juga menyembuhkan orang lain. Apabila kita menderita kelaparan di daerah yang tandus, bukan saja kita butuh diberi makan melainkan juga memberi makan. Dalam luka-luka dan kelemahan kita, kuasa penyembuhan ilahi dan kuasa untuk melipatgandakan akan muncul dengan sempurna (2Kor 12:9). Inilah hakekat dari seorang “penyembuh yang terluka” (Inggris: wounded healer).

Jikalau kita (anda dan saya) memanggul salib setiap hari, maka kita tidak hanya menderita karena kelemahan kita melainkan juga kita memerintah dalam kuasa-Nya (2Kor 13:4). Oleh karena itu marilah kita memberikan apa yang kita miliki: roti dan ikan kita (talenta, uang dll.), luka-luka dan kelemahan kita kepada Tuhan. Dia akan melipatgandakan itu semua dan menyediakan bantuan untuk yang mereka menderita, yang terluka serta patah hati, dan juga semangat dari umat kita.

DOA: Bapa surgawi, izinkanlah aku menanggapi kesengsaraanku ini dengan cara keluar menolong orang yang menderita juga.Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 14:13-21), bacalah tulisan yang berjudul “SEMUANYA MAKAN SAMPAI KENYANG” (bacaan tanggal 1-8-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-08 PERMENUNGAN ALKITABIAH AGUSTUS 2016. 

Cilandak, 27 Juli 2016 [Peringatan B. Maria Magdalena Martinengo, Biarawati Klaris] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS