SEBUAH PERISTIWA YESUS YANG LUAR BIASA

 (Bacaan Injil Misa Kudus, PESTA YESUS MENAMPAKKAN KEMULIAAN-NYA – Sabtu, 6 Agustus 2016)

 f7a0a54c92471ac4480e727e4ccf93df_XL (1)

Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. Ketika ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Lalu tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem. Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun, mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu. Ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya, “Guru, alangkah baiknya kita berada di tempat ini. Biarlah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka. Lalu terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.” Ketika suara itu terdengar, tampaklah Yesus tinggal seorang diri. Murid-murid itu pun merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceritakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu. (Luk 9:28b-36) 

Bacaan Pertama: Dan 7:9-10,13-14,21-23 atau 2Ptr 1:16-19; Mazmur Tanggapan: Mzm 97:1-2,5-6,9

Sungguh suatu peristiwa yang luar biasa! Petrus, Yakobus dan Yohanes mengalami Yesus dalam kemuliaan kebangkitan. Selagi mereka memusatkan pandangan ke surga, mereka juga melihat Musa dan Elia dan mendengar suara Allah. Mereka melihat Yesus dalam keadaan seperti setelah kenaikan-Nya ke surga. Dalam Dia mereka melihat harapan akan kebangkitan dan transformasi mereka sendiri kelak.

Yesus tahu bahwa suatu pernyataan penuh kemuliaan itu bersifat vital bagi para murid-Nya. Hanya seminggu sebelumnya, Dia berkata kepada para murid: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” “Setiap orang yang mau mengikut Aku harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku”  (Luk 9:22-23). Setelah mendengar kata-kata Sang Guru yang penuh tantangan itu, para murid perlu melihat sendiri kemuliaan yang menantikan Yesus dan mereka, kalau mereka memang  akan memeluk salib-Nya.

Siapa dari kita yang secara sukarela mau melepaskan segala hasrat hati kita, kalau kita tidak merasa pasti bahwa kita akan menerima hidup baru sebagai hasilnya? Tanpa memiliki pengetahuan mengenai kemuliaan Yesus yang bangkit, tidak seorang pun dari kita akan mampu menanggung penyangkalan diri dan mati terhadap diri sendiri, yang merupakan hakekat salib. Tanpa kebangkitan Yesus, iman kita akan menjadi sia-sia, dengan demikian lebih baiklah bagi kita untuk “makan dan minum, sebab besok kita mati” (1 Kor 15:12-19,32). Akan tetapi Yesus telah bangkit dari kematian, dan Ia ingin menyatakan kemuliaan-Nya kepada kita masing-masing. Janji dari transfigurasi adalah bahwa kita dapat melihat kemuliaan Yesus – dan memandang Dia – dan kemudian diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya (2 Kor 3:18).

Di jantung proses kita menjadi seperti Yesus adalah, bagaimana kita mengasihi seperti Dia mengasihi kita. Diperlukan tindakan iman oleh kita untuk mengasihi orang-orang yang kita jumpai setiap hari, teristimewa apabila kita sedang menanggung beban berat kita sendiri. Namun selagi kita menggabungkan diri kita dalam doa bersama Kristus yang mengalami transfigurasi itu, kita pun akan dikuatkan dan dihibur. Tuhan yang bangkit akan memuliakan kita dan memberkati kita dengan segala sukacita surgawi. Dia akan mencapai niat-Nya dengan membuat kita menjadi seperti diri-Nya sendiri.

DOA: Bapa surgawi, kami mempersembahkan diri kami kepada-Mu sebagai kurban persembahan yang hidup. Kami ingin ditransformasikan dengan mendengarkan dan mengikuti ajaran-ajaran Putera-Mu. Kami ingin memeluk salib-Nya, karena kami tahu Dia akan membangkitkan kami, sekarang dan dalam keabadian. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 9:28b-36), bacalah tulisan yang berjudul “TRANSFIGURASI YESUS TIDAK KALAH PENTINGNYA BAGI KITA” (bacaan tanggal 6-8-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-08 PERMENUNGAN ALKITABIAH AGUSTUS 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2010) 

Cilandak, 4 Agustus 2016 [Peringatan S. Yohanes Maria Vianney, Imam] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS