MEMPELAI DATANG! SAMBUTLAH DIA!

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXI – Jumat, 26 Agustus 2016 

PERUMPAMAAN - SEPULUH PERAWAN“Pada waktu itu hal Kerajaan Surga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyambut mempela laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedang gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam botol mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Sambutlah dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, Tuan, bukakanlah pintu bagi kami! Tetapi ia menjawab: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kamu. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu hari maupun saatnya.” (Mat 25:1-13) 

Bacaan Pertama: 1Kor 1:17-25; Mazmur Tanggapan: Mzm 33:1-2,4-5,10-11 

“Mempelai datang! Sambutlah dia!” (Mat 25:6).

Sebagaimana juga para gadis dalam perumpamaan di atas, kita pun sesungguhnya sedang menanti-nantikan kedatangan sang Mempelai laki-laki yang akan mengundang kita masuk guna turut serta dalam perjamuan nikah-Nya. Dan seperti juga gadis-gadis itu, tidak seorangpun dari kita yang mengetahui kapan Ia akan datang. Namun kita tidak perlu meniru lima orang gadis yang bodoh itu, yang pelitanya padam karena kehabisan minyak. Allah telah memberikan kepada kita pasokan minyak lebih dari cukup agar pelita kita tidak padam – Roh Kudus.

Pada saat kita menerima Sakramen Penguatan, kita diurapi dengan minyak krisma pada saat mana Uskup atau penggantinya mengatakan: “Dimeteraikanlah engkau dengan karunia Roh Kudus”. Hari lepas hari, seberapa lama pun kita harus menantikan kedatangan Yesus untuk kedua kalinya di dunia, setiap saat kita dapat menghubungi Roh Kudus. Paulus menulis bahwa Allah telah “memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita” (2Kor 1:22). Jadi, kita sungguh dapat mengandalkan Roh Kudus untuk mendapatkan bantuan-Nya kapan saja dan di mana saja.

Roh Kudus senantiasa hadir bagi kita, dan Ia sungguh rindu untuk bekerja dalam kehidupan kita. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang akan membuat kita memahami sabda Allah dalam Kitab Suci dll. (lihat Yoh 16:13-15). Roh Kudus adalah sang Penolong, yang akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita dan akan mengingatkan kita akan semua yang telah Yesus katakan kepada kita (lihat Yoh 14:26), dan Roh Kudus adalah Roh Kasih yang dicurahkan ke dalam hati kita (lihat Rm 5:5) sehingga dengan demikian kita dapat mengasihi orang-orang lain.

Seperti juga minyak mampu melicinkan serta luka-luka di tubuh kita, maka Roh Kudus mampu memulihkan kesehatan kita manakala kita menderita luka-luka karena dosa. Sebagaimana minyak dapat membuat tubuh seorang penggulat menjadi “lentur” sebelum pertandingan, Roh Kudus pun mampu memperkuat kita dalam perjuangan menghadapi berbagai pencobaan dan godaan. Seperti minyak dapat membuat pelita terus menyala, maka Roh Kudus dapat mengobarkan kerinduan kita akan Tuhan.

Selagi kita menantikan sang Mempelai laki-laki, marilah kita mohon kepada Roh Kudus agar Ia menjaga hati kita untuk tetap berkobar-kobar. “Berjaga-jagalah dengan hati, berjaga-jagalah dengan iman, berjaga-jagalah dengan cintakasih”, demikian tulis Santo Augustinus. “Bersiaplah dengan pelita-pelitamu. Maka, sang Mempelai laki-laki akan merangkulmu dengan penuh kasih dan membawamu ke dalam ruangan perjamuan-Nya, di tempat mana pelitamu tidak pernah akan padam.”

DOA: Roh Kudus Allah, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau berdiam dalam diriku. Kobarkanlah dalam diriku api cintakasih-Mu. Segarkanlah kembali diriku, sehinga dengan demikian aku sungguh siap untuk bertemu dengan Yesus pada saat Ia kembali ke dunia untuk kedua kalinya, yaitu pada akhir zaman. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 25:1-13), bacalah tulisan yang berjudul “SEPULUH GADIS” (bacaan tanggal 26-8-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-08 PERMENUNGAN ALKITABIAH AGUSTUS 2016. 

Cilandak, 24 Agustus 2016 [Pesta S. Bartolomeus, Rasul] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS