UCAPAN BAHAGIA DAN PERINGATAN DARI YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIII – Rabu, 7 September 2016) 

jesus_christ_image_227

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata,

“Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang punya Kerajaan Allah.

Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan.

Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.

Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.

Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di surga; karena demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.

Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.

Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar.

Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.

Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”  (Luk 6:20-26) 

Bacaan Pertama: 1Kor 7:25-31; Mazmur Tanggapan: Mzm 45:11-12,14-17 

Apabila seseorang mengatakan, menjadi miskin, lapar atau dibenci orang merupakan suatu berkat, maka kita akan berpikir orang ini sungguh tidak waras. Akan tetapi ini memang kata-kata Yesus sendiri, dan Dia hanya mengatakan kebenaran-kebenaran yang dipelajari-Nya dari pengalaman hidup-Nya sendiri. Yesus sendiri lahir di tengah-tengah sebuah keluarga miskin dan ketika sudah besar Dia bekerja sebagai tukang kayu biasa. Pada waktu Yesus berpuasa, Dia tahu benar apa artinya mengalami kelaparan. Yesus tahu apa artinya rasa duka ketika Dia menangisi kedegilan hati orang-orang terhadap Bapa-Nya. Dan seringkali ketika orang-orang melihat kemurnian hati-Nya, mereka malah membenci-Nya.

Namun di tengah-tengah penderitaan-Nya, Yesus tetap berada di hadirat Bapa-Nya. Dia tidak pernah tanpa penghiburan dari Bapa-Nya. Yesus tetap “diberkati” karena Dia tidak pernah lepas fokus dari sumber damai-Nya. Yesus selalu menatap Bapa-Nya, sebagai sumber hidup-Nya, sukacita-Nya dan harapan-Nya, bukan dengan memandang hal-hal lain yang ada di sekeliling-Nya.

Seruan “celaka” yang diucapkan Yesus tidak terlalu menarik – dan seharusnya memang begitu. Tujuannya adalah agar kita membelokkan hati kita menjauh dari segala hasrat yang penuh kepentingan diri, kemudian hati itu diarahkan kepada Allah sehingga kita dapat menerima damai dan cintakasih yang dimiliki-Nya bagi kita. Allah menginginkan kita semua percaya bahwa kita dapat menjadi seperti Yesus; bahwa kita dapat berjalan dalam perlindungan Bapa seperti Yesus juga. Kalau kita mengakarkan diri dalam Yesus, maka kita pun akan memiliki martabat dan cintakasih yang dimiliki Yesus. Tidak ada yang akan menggoyangkan kita. Apabila hati kita menatap Allah dan kerajaan-Nya, maka semua yang lain menjadi sekunder ….. tidak mungkin menjadi yang paling utama lagi.

Marilah kita tidak merasa susah apakah kita miskin, lapar, sedih atau dibenci orang. Seperti juga Yesus, kita dapat berpaling kepada Allah dan kepada orang-orang lain. Dalam penderitaan bagi Yesus, Bapa akan menjaga kita penuh perhatian. Kita dapat memberikan hati kita kepada Yesus dan menerima damai-sejahtera dan cintakasih-Nya, sehingga tidak ada siapa/apa pun yang dapat menggoncang iman kita. Kalau kita menatap Allah dan kerajaan-Nya, tidak ada siapa/apa pun yang dapat merebut tempat kita dalam Kristus; tidak ada siapa/apa pun yang dapat mencampakkan kita dari pemeliharaan Allah yang penuh cintakasih.

DOA: Roh Kudus Allah, tolonglah aku agar mampu memusatkan pandanganku pada Yesus. Tolonglah aku agar dapat melihat berkat-berkat Allah di tengah-tengah perjuangan hidupku, baik perjuangan hidup dalam diriku, perjuangan hidup dalam keluargaku, perjuangan hidup dalam lingkungan dan masyarakatku, dan perjuangan hidup dalam berbangsa dan bernegra; selagi aku berbalik kepada-Nya, semakin dekat dan dekat lagi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 6:6-11), bacalah tulisan yang berjudul “JIKA KITA MENJADI MISKIN DALAM ROH” (bacaan tanggal 7-9-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2009) 

Cilandak, 5 September 2016  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS