DIA YANG DITENTUKAN ALLAH SEJAK SEDIAKALA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, PESTA KELAHIRAN SP MARIA – Kamis, 8 September 2016)

 blessed-virgin-mary

Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Mereka yang dibenarkan-Nya mereka itu juga dimuliakan-Nya. (Rm 8:28-30)  

Bacaan Pertama Alternatif: Mi 5:1-4a; Mazmur Tanggapan: Mzm 13:6; Bacaan Injil: Mat 1:1-16,18-23 (Mat 1:18-23) 

Tujuan Allah adalah memanggil sebuah umat ke dalam rencana penebusan-Nya, untuk membebaskan mereka dari jeratan dosa dan hukuman, dan untuk memulihkan mereka kepada gambaran-Nya melalui kematian dan kebangkitan Putera-Nya. Umat seharusnya menjadi bejana-bejana guna menampung rencana Allah agar dapat mencapai kepenuhannya, dengan demikian di segala zaman selalu ada orang-orang yang menanggapi panggilan Allah dan memperkenankan Dia mewujudkan kehendak-Nya melalui diri mereka. Dalam Kitab Suci kita bertemu dengan para bapa bangsa seperti Abraham, para nabi seperti Yesaya, dan segenap umat beriman – baik perempuan maupun laki-laki – termasuk Maria, yang pestanya dirayakan Gereja pada hari ini. Sebuah tradisi dalam Gereja yang sudah berumur lebih dari 1.500 tahun !

Apa yang ditulis oleh Santo Paulus dalam bacaan hari ini berlaku untuk Maria  (lihat Rm 8:29-30). Sebagai bagian dari umat Allah, Maria – lebih daripada manusia-manusia lain – telah dipanggil oleh Allah kepada diri-Nya dan yang dibuat-Nya siap untuk diselamatkan oleh Putera-Nya, dipersiapkan, bahkan sebelum kelahirannya, untuk menjadi “pembawa” Kristus ke tengah dunia. Maria yang harus “membawa” Dia yang tanpa noda dosa juga harus sendiri tanpa noda dosa, berkat rahmat dari Dia yang akan di-“bawa” olehnya.

Sebagai seorang puteri Sion yang sejati dan rendah hati, Maria menjalani kehidupan dengan penuh kepatuhan pada Hukum (lihat Luk 2:22-24). Hanya dia sendiri, seorang perawan yang rendah hati, yang akan menerima pemberitahuan dari malaikat agung Gabriel tentang penyelamatan umat manusia. Dengan menerima panggilan Allah baginya kepada kebundaan ilahi (divine motherhood), Maria membuat mungkin bagi Allah menggunakan dirinya untuk menjadi “pembawa”  Putera-Nya.

Panggilan Maria ini dan rencana Allah yang mulia bagi kehidupannya sungguh bersifat unik dalam sejarah umat Allah, dan kita tidak dapat menyangkal kebenaran hal ini. Namun demikian, Allah juga mempunyai rencana untuk kehidupan kita masing-masing yang akan terpenuhi, apabila kita – seperti Maria – menanggapi panggilan-Nya dengan sepenuh hati. Pemberian tanggapan positif terhadap panggilan Allah tersebut mensyaratkan kita untuk bertemu dengan Allah dalam doa-doa harian kita, dalam pembacaan serta permenungan sabda-Nya dalam Kitab Suci setiap hari, dan tentunya dalam penerimaan penuh iman terhadap berbagai sakramen, teristimewa Sakramen Mahakudus.

Allah akan datang kepada kita dan memuaskan hasrat untuk mengenal-Nya dalam pribadi Putera-Nya, Yesus Kristus, … untuk mengasihi diri-Nya dan kehendak-Nya di atas segalanya, dan untuk hidup demi kehormatan dan kemuliaan-Nya.

Karena kita mengetahui bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Rm 8:28), maka kesaksian hidup kita dan pewartaan Kabar Baik keselamatan dalam Yesus Kristus yang kita lakukan juga akan menjadikan diri kita – seperti Maria – para pembawa Kristus ke tengah-tengah dunia. 

DOA: Bapa surgawi, Allah yang berbelas kasih, berikanlah kepada umat-Mu pertolongan dan kekuatan dari surga. Kelahiran Putera Santa Perawan Maria adalah awal terbitnya fajar dari keselamatan kami. Semoga perayaan pesta kelahiran Maria pada hari ini membawa kami semua lebih dekat lagi kepada damai-sejahtera yang abadi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat  1:1-16,18-23), bacalah tulisan yang berjudul “ALLAH TETAP SETIA PADA JANJI-JANJI-NYA” (bacaan tanggal 8-9-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011)

Cilandak, 5 September 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS