AJARAN AGUNG YESUS TENTANG KASIH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIII – Jumat, 9 September 2016) 

560jesusYesus menyampaikan lagi suatu perumpamaan kepada mereka, “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lubang? Seorang murid tidak lebih daripada gurunya, tetapi siapa saja yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya. Mengapa engkau melihat serpihan kayu di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan serpihan kayu yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan serpihan kayu itu dari mata saudaramu.” (Luk 6:39-42) 

Bacaan Pertama: 1Kor 9:16-19,22b-27; Mazmur Tanggapan: Mzm 84:3-6,12  

Keempat kitab Injil menceritakan cerita dasar yang sama mengenai Yesus: Siapa Dia sebenarnya; mengapa Dia datang ke dunia; signifikansi dari kehidupan-Nya. Masing-masing penulis kitab Injil mencoba untuk menggambarkan latar belakang Yesus yang bersifat unik, pendidikan-Nya sejak kecil dan panggilan-Nya. Tujuan Lukas adalah untuk meyakinkan para pembaca Injilnya yang terdiri dari orang-orang kafir (non Yahudi), bahwa Allah memasukkan mereka dalam rencana penyelamatan-Nya sejak awal, walaupun orang-orang Yahudi adalah yang pertama mendengar pesan keselamatan tersebut dan orang-orang Yahudi itu adalah saluran bagi pesan keselamatan itu untuk menyebar kepada bangsa-bangsa lain. Seluruh narasi yang ditulis Lukas dalam kitab Injilnya  tentang apa artinya mengikuti Yesus dipenuhi dengan nada sukacita.

“Perumpamaan tentang orang buta yang menuntun orang buta” dan “perumpamaan tentang serpihan kayu di dalam mata saudara dan balok di dalam mata sendiri” yang ada dalam bacaan Injil hari ini adalah bagian dari “Khotbah di dataran” (Luk 6:17-49). Melihat konteksnya, kedua perumpamaan singkat itu menggambarkan dengan suatu cara yang lain perihal ajaran agung Yesus tentang kasih, terutama untuk mengasihi orang-orang yang tidak mengasihi kita, musuh-musuh kita, bersikap tidak menghakimi orang-orang lain dan membuat praktek ini menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari.

Kita dapat melihat ajaran ini dicerminkan dalam “perumpamaan tentang orang buta yang menuntun orang buta”. Ini adalah gambaran dari para guru yang puas dengan menawarkan jalan yang “kurang berat” (tidak banyak tuntutannya) daripada jalan yang diajarkan oleh Yesus untuk kita ikuti. Seorang guru yang baik tidak hanya menyampaikan informasi; dia juga melatih muridnya untuk menjadi seperti dirinya sendiri. Yesus adalah seorang guru sejati par excellence dan perumpamaan ini menunjuk  kepada dirinya. Ia memanggil kita untuk berbela rasa, adil dan penuh pengampunan. Lewat contoh-Nya, Yesus menunjukkan kepada kita bagaimana kita menghayati ajaran-ajaran-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ajaran tentang kasih juga dicerminkan dalam “perumpamaan tentang serpihan kayu di dalam mata saudara dan balok di dalam mata sendiri”. Perumpamaan ini berbicara kepada kita semua perihal kecenderungan manusia untuk mengoreksi orang-orang lain untuk kesalahan-kesalahan mereka yang relatif kecil, namun tidak mampu untuk melihat kesalahan-kesalahan yang relatif besar dalam kehidupan kita sendiri. Sebagai susulan dari “perumpamaan tentang orang buta yang menuntun orang buta”, perumpamaan ini juga mengarahkan para pembaca yang serius dari Injil ini untuk mengikuti jejak Yesus, sang Guru sempurna tentang kasih.

DOA: Tuhan Yesus, berikanlah kepada kami hikmat-kebijaksanaan untuk mengikuti jejak-Mu di jalan kasih. Tolonglah diriku agar dapat menjadi seorang pribadi yang mengasihi dan berbela-rasa, tidak menghakimi orang-orang lain dan selalu siap mengampuni dalam segala situasi dalam kehidupanku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 6:39-42), bacalah tulisan yang berjudul “SEGALA REFORMASI HARUS BERAWAL DARI DALAM DIRI SENDIRI” (bacaan tanggal 9-9-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpdress.com; kategori: 16-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2016.

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011) 

Jakarta, 5 September 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS