SALIB KRISTUS ADALAH SEBUAH MAHKOTA KEMENANGAN ABADI

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Pesta Salib Suci – Rabu, 14 September 2016) 

musa-dalan-ular-tembaga-bil-21Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkat-kata melawan Allah dan Musa: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak. Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami. Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.”  Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup. (Bil 21:4-9)  

Mazmur Tanggapan: Mzm 78:1-2,34-38; Bacaan Kedua: Flp 2:6-11; Bacaan Injil: Yoh 3:13-17 

“Siapa sih yang sungguh percaya bahwa orang Israel diselamatkan dari pagutan ular-ular berbisa hanya karena memandang seekor ular terbuat dari tembaga yang ditaruh/dipasang pada sebuah tiang? Pastilah itu hanya sebuah simbolisme, atau mitos belaka, atau cerita yang lebay (berlebihan) – bukankah begitu?” Pertanyaan seperti ini mungkin saja adalah pertanyaan dari diri kita sendiri.

Kita memang tidak pernah tahu! Namun kita juga dapat mengatakan, bahwa cerita ini terdapat dalam Alkitab bukan tanpa alasan, dan kita juga harus berhati-hati agar tidak dengan cepat-cepat mengesampingkan penggambaran tentang kuasa Allah yang begitu menakjubkan seperti ini. Biar bagaimana pun juga, Yesus sendiri menggunakannya sebagai suatu gambaran penyelamatan yang akan diberikan-Nya kepada kita dengan kedatangan-Nya ke dunia. Pada suatu malam, dalam salah satu “sesi katekese”-Nya dengan Nikodemus, Yesus menjelaskan: “Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:14-15).

Gagasan bahwa orang dapat disembuhkan dari pagutan ular tedung yang sangat berbisa hanya dengan memandang ular yang terbuat dari tembaga memang kedengaran sebagai sesuatu yang penuh magic. Namun begitu, bagaimana dengan gagasan bahwa orang dapat menerima kehidupan kekal-abadi melalui salib Yesus Kristus? Sesuatu yang kedengaran bernuansa “magis” juga, bukan? Tetapi, ada bedanya! Segala sesuatu yang magis menyangkut pembacaan mantera oleh Pak Dukun dan/atau pembekalan jimat-jimat agar si penerima memiliki kekuatan di dalam dunia yang natural ini, sedangkan magic atau keajaiban dari salib Kristus tidak dapat dimanipulasi atau dikendalikan oleh manusia. Daya kekuatan salib Kristus bukanlah suatu kekuatan yang dapat kita gunakan agar segala sesuatu berjalan seturut kehendak kita. Salib Kristus adalah kuasa kasih Allah yang tak tertandingi oleh kuasa atau kekuatan apa pun juga – suatu kuat-kuasa untuk menghancurkan cengkeraman kematian dan membawa umat-Nya ke dalam surga.  Salib Kristus adalah sebuah mahkota kemenangan abadi!

YESUS DISALIBKANKematian Yesus di atas kayu salib adalah peristiwa yang paling mempunyai kuat-kuasa antara peristiwa penciptaan dunia dan kedatangan final dari kerajaan Allah! Ular tedung tembaga adalah sebuah saluran yang digunakan Allah untuk menyembuhkan sekelompok kecil umat, akan tetapi salib Kristus adalah sumber kehidupan kekal bagi setiap orang yang berbalik dari kehidupan lama mereka dan mengikuti Dia. Kematian Yesus di kayu salib sekitar 2.000 tahun lalu mempunyai kuat-kuasa untuk mengalahkan setiap dosa dan mengubah (mentransformasikan) setiap pribadi. Jangkauan dari kematian Kristus itu diawali di Kalvari dan terus berjalan menuju masa depan yang kita tahu kapan akan berakhirnya. Oleh karena itu, biarlah kuat-kuasa salib Kristus meyakinkan kita bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkan cintakasih Yesus bagi kita masing-masing.

DOA: Yesus Kristus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu untuk salib-Mu, yang berdiri tegak sepanjang masa berhadapan-hadapan dengan segala kegelapan dan setiap bentuk kejahatan, dan mengalahkan semua itu. Selagi aku memandang salib-Mu pada hari ini, aku melihat kemenangan-Mu yang mutlak, dan hatiku pun dipenuhi dengan sukacita. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Tuhanku dan Juruselamatku! Amin.  

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Kedua hari ini (Flp 2:6-11), bacalah tulisan yang berjudul “SALIB KRISTUS YANG BERKEMENANGAN” (bacaan tanggal 14-9-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011) 

Cilandak, 11 September 2016 [HARI MINGGU BIASA XXIV – TAHUN C]  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS