BERDIRI BERSAMA BUNDA MARIA DI DEKAT SALIB YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan SP Maria Berdukacita – Kamis, 15 September 2016)

stdas0748Dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, istri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu!”  Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!”  Sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. (Yoh 19:25-27) 

Bacaan Pertama 1Kor 15:1-11 atau Ibr 5:7-9; Mazmur Tanggapan: Mzm 33:2-5,12,22; Bacaan Injil Alternatif: Luk 7:31-35 

Pada hari ini Gereja memperingati Santa Perawan Maria Berdukacita yang mengungkapkan Maria sebagai teladan sempurna dari seseorang yang tetap setia berdiri di dekat kayu salib sampai saat kematian Puteranya. Tindakan kasih sedemikian mengungkapkan kemauan Maria untuk menanggung pencobaan macam apa pun, kesulitan apa pun, dan penderitaan sengsara yang bagaimana pun beratnya agar dapat tetap bersama dengan Yesus, berdoa untuk-Nya, dan mendukung Dia, walaupun hal itu berarti harus menyaksikan kematian-Nya yang mengenaskan di atas kayu salib.

Bagaimana kita harus berdiri atau menempatkan diri di tengah saat-saat kritis kehidupan kita? Pada saat-saat sulit, pengalaman menunjukkan bahwa sulitlah untuk tetap setia kepada Allah, meskipun kita mengetahui bahwa Dia memahami setiap situasi yang kita hadapi. Kalau begitu, secara praktis bagaimana kita dapat meneladan iman Maria? Bagaimana kita dapat berdiri bersamanya di kaki Salib Yesus?

Dalam hati kita, baiklah kita memproklamasikan beberapa kebenaran tentang siapa sebenarnya Allah kita ini. Misalnya, marilah kita mengingat ayat Kitab Suci yang berikut ini: “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Rm 8:31). Kita juga dapat mengklaim bagi diri kita sendiri janji-janji dalam Kitab Suci: “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Flp 4:7). Oleh karena itu, marilah kita memproklamasikan rasa percaya kita kepada Tuhan: Ia mengasihi kita dan terus membawa kita semakin dekat lagi kepada diri-Nya !!!

Kita juga dapat membaca dan merenungkan mazmur-mazmur yang berisikan ungkapan dan seruan hati sang pemazmur kepada Allah, mohon pertolongan-Nya di tengah saat-saat dia mengalami pencobaan – semua adalah produk kehidupan riil manusia. Yesus sendiri juga sangat akrab dengan mazmur-mazmur. Kalau kita membaca Mazmur 31, atau Mazmur 73, misalnya, kita akan merasakan bahwa selagi sang pemazmur berseru mohon pertolongan kepada Allah, dia tetap setia dengan imannya pada Dia yang diketahuinya sangat setia, baik hati dan penuh belas kasihan.

rcm54sorrowful8Saudari dan Saudaraku yang dikasihi Kristus, apapun keputusan anda untuk menangani kesulitan-kesulitan dan pencobaan-pencobaan hidup yang sedang anda hadapi, yakinlah bahwa Allah adalah Pribadi yang paling baik. “Dialah kebaikan yang sempurna, segenap kebaikan, seluruhnya baik, kebaikan yang benar dan tertinggi; Dialah satu-satunya yang baik, penyayang, pemurah, manis dan lembut; Dialah satu-satunya yang kudus, adil, benar, suci dan tulus, satu-satunya yang pemurah, tak bersalah dan murni; dari Dia, oleh Dia dan dalam Dialah segala pengampunan, segala rahmat dan kemuliaan untuk semua orang yang bertobat dan yang benar” (S. Fransiskus dari Assisi). Apakah anda merasakan bahwa kata-kata dalam doa anda benar atau salah, percayalah bahwa Allah sepenuhnya memahami apa yang keluar dari hati anda itu. Selagi lagi anda berdoa dalam iman, maka Allah pun akan hadir dan menyelamatkan anda.

DOA: Bapa surgawi, kami menyerahkan setiap situasi yang kami hadapi kepada-Mu. Pada jam-jam tergelap dalam hidup kami, kami akan tetap setia kepada-Mu. Kami telah mengenal-Mu pada saat-saat penuh sukacita dan damai-sejahtera, dengan demikian kami percaya bahwa Engkau akan mendengarkan doa kami dan akan berada dekat dengan kami untuk menolong kami pada saat-saat sulit dan penderitaan kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalam Bacaan Injil alternatif hari ini (Luk 2:33-35), bacalah tulisan yang berjudul “SUATU PEDANG YANG MENEMBUS JIWA MARIA” (bacaan  tanggal 15-9-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011) 

Cilandak, 13 September 2016 [Peringatan S. Yohanes Krisostomos, Uskup Pujangga Gereja] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS