MENJADI SAKSI-SAKSI KABAR BAIK KERAJAAN ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Hieronimus, Imam & Pujangga Gereja Jumat,  30 September 2016) 

c3606b07eb3e0f92bb5bfe8287005989“Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau Kepernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!

Siapa saja yang mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan siapa saja yang menolak kamu, ia menolak Aku; dan siapa saja yang menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.” (Luk 10:13-16) 

Bacaan Pertama: Ayb 38:1,12-21; 39:36-38;  Mazmur Tanggapan: Mzm 139:1-3,7-10,13-14 

Dalam kuasa Roh, Yesus memulai pelayanan-Nya di depan publik di Galilea. Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia (Luk 4:14-15). Sekarang, untuk terakhir kalinya mengunjungi kota-kota yang terletak di sepanjang pantai Danau Galilea, Yesus mengutus 70 orang murid-Nya untuk mempersiapkan orang-orang bagi kedatangan-Nya. Ia mengingatkan para murid-Nya tentang kemungkinan penolakan dari orang-orang terhadap mereka. Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya apa yang harus dilakukan oleh mereka seandainya ditolak oleh para penduduk kota tertentu: “Jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu” (Luk 10:10-12).

Khorazin terletak sekitar 3 km sebelah utara Kapernaum, termasuk kota yang diuntungkan oleh kedekatannya dengan beberapa kota yang lebih makmur. Betsaida menopang industri perikanan yang relatif besar, sementara Kapernaum – titik sentral pelayanan Yesus di Galilea – telah menjadi saksi dari begitu banyak mukjizat dan pendengar dari pengajaran-pengajaran Yesus tentang kerajaan Allah.

Jadi, penduduk Galilea memiliki setiap alasan untuk menerima ajaran-ajaran Yesus dan mengakui Dia sebagai Mesias karena mereka merupakan bagian dari umat pilihan Allah. Akan tetapi, walaupun mereka pada awalnya mempunyai entuasiasme dan kemauan untuk mengikuti Yesus berkeliling di daerah itu, hati mereka tetaplah tertutup. Pada akhirnya, Yesus menegur mereka untuk ketidakpercayaan mereka (Luk 10:13,15). Ia membandingkan mereka dengan orang-orang kafir yang hidup di kota perdagangan ramai seperti Tirus dan Sidon. Orang-orang di dua kota ini kurang kadar dosanya apabila dibandingkan dengan orang-orang Galilea, karena orang-orang kafir memang tidak pernah mendengar pesan keselamatan yang disampaikan oleh Yesus.

Bagaimana dengan kita sendiri, yaitu anda dan saya?  Kita adalah umat pilihan Allah juga! Kita kenal Yesus dan mempunyai begitu banyak kesempatan untuk mendengar dan membaca sabda Allah dan untuk menyaksikan karya penyelamatan Allah di tengah-tengah kita. Akan tetapi, kita seringkali mengabaikan untuk menanggapi sabda Allah dengan serius, termasuk panggilan-Nya kepada kita untuk bertobat dan undangan-Nya yang penuh kasih agar kita mengubah kehidupan kita.

Tidak seorangpun yang telah berjumpa dengan Yesus dikecualikan dari tugas untuk menjadi saksi Kabar Baik Kerajaan Allah. Tidak semua kita diutus ke berbagai tempat (Luk 10:1 dsj.), seperti 12 (dua belas) rasul dan 70 (tujuh puluh) murid lainnya, akan tetapi kita dipanggil untuk memberikan testimoni di antara kita-kita sendiri – apakah di rumah, di tempat kerja, di sekolah, atau di paroki (wilayah, lingkungan). Kita harus menerima dan mengakui Yesus dan memperkenankan perubahan-perubahan bekerja di dalam kehidupan kita untuk menunjukkan kepada orang-orang lain tentang kebenaran Yesus dan cara-Nya untuk memanggil kita untuk menghayati kehidupan kita.

DOA: Tuhan Yesus, berikanlah kepadaku sebuah hati yang terbuka untuk mendengar sabda-Mu yang menyelamatkan. Buatlah diriku menjadi seorang pribadi yang mau dan mampu untuk berterima kasih penuh syukur untuk sabda-Mu dan taat kepada sabda-Mu itu. Berikanlah juga kepadaku keberanian untuk memberitakan pesan keselamatan-Mu kepada orang-orang yang kujumpai. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 10:13-15), bacalah tulisan yang berjudul “TIGA KOTA YANG DIKUTUK OLEH YESUS” (bacaan untuk tanggal 30-9-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011) 

Cilandak, 25 September 2016 [HARI MINGGU BIASA XXVI – TAHUN C]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements