DOA YANG DIAJARKAN YESUS KEPADA KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVII – Rabu, 5 Oktober 2016)

jesus_christ_image_227

Pada suatu kali Yesus berdoa di suatu tempat. Ketika Ia selesai berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya. Jawab Yesus kepada mereka, “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa-dosa kami sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.” (Luk 11:1-4) 

Bacaan Pertama: Gal 2:1-2,7-14; Mazmur Tanggapan: Mzm 117:1-2 

Bayangkanlah diri anda sekarang sebagai salah seorang dari kedua belas murid Yesus dan anda telah cukup lama memperhatikan Yesus yang sedang berdoa.  Tidak sulitlah kiranya untuk mencatat berapa banyak kekuatan dan pemberdayaan yang diterima oleh-Nya dalam doa, dan dalam hati anda timbullah rasa lapar untuk mendapatkan berkat-berkat yang sama. Pada akhirnya anda dan beberapa murid yang lain mengumpulkan keberanian untuk mengajukan permohonan kepada Dia, “Tuhan, ajarlah kami berdoa” (Luk 11:1). Lalu ketika Yesus mengajarkan kepada anda “Doa Bapa Kami”, anda menyadari bahwa sebenarnya Dia sedang mengungkapkan hati-Nya kepada anda, tidak hanya memberikan kepada anda “kata-kata yang benar” yang akan menjamin berkat Allah. Dibuat menjadi merasa rendah hati, anda sungguh memperhatikan dan mohon kepada Allah agar memberikan kepada anda sebuah hati seperti hati Yesus.

Bagian pertama dari doa ini berbicara mengenai rasa lapar yang sangat mendalam akan Allah. Kita semua tentunya ingin mengenal siapa Allah yang mahakuasa namun pada saat yang sama mahapengasih itu, sehingga penyebutan nama-Nya saja akan menggerakkan hati kita menjadi penuh hormat. Kita juga dapat dipenuhi hasrat bahwa kerajaan-Nya sungguh akan datang dan akan membuang segala rasa kesepian, kesedihan, dan kegelapan hidup dalam dunia. Dan, sebagaimana kita ingin melihat dunia yang telah ditebus, kita pun terdorong oleh rasa lapar akan kehadiran Allah – roti kehidupan – di bagian terdalam hati kita sendiri.

Bagian kedua dari doa ini mencerminkan suatu pemahaman yang penuh kerendahan-hati akan kelemahan dan kebutuhan kita sendiri di hadapan Bapa surgawi. Kita memohon pengampunan-Nya karena kita mengetahui bahwa kita tidak dapat membuat diri kita sendiri benar di hadapan-Nya dan kita membebaskan diri kita dari dosa yang begitu cepat menjerat kita. Demikian pula, kita memutuskan untuk mengampuni mereka yang telah bersalah kepada kita karena kita tahu benar betapa mudahnya kita tergelincir ke dalam sikap penolakan dan kepahitan. Akhirnya, kita berdoa agar memperoleh perlindungan-Nya terhadap pencobaan-pencobaan karena kita tahu bahwa Iblis selalu mencari kelemahan atau kerentanan kita agar dia dapat menabur benih-benih “ketidak-percayaan” dan “ketiadaan-doa” dalam hidup kita.

Yesus menginginkan agar kita semua sungguh mengasihi Bapa-Nya yang di surga sama sebagaimana Dia mengasihi-Nya. Yesus ingin agar kita semua merasa lapar dan haus akan kehidupan dalam Roh yang diberikan-Nya seiring dengan kedatangan-Nya di dunia, suatu kehidupan yang dicerminkan dalam setiap permohonan yang ada dalam doa BAPA KAMI. Oleh karena itu Saudari dan Saudaraku, marilah kita mohon kepada Roh Kudus agar membentuk hati kita semua menjadi semakin menyerupai hati Yesus, yang begitu indahnya terungkap dalam doa sempurna ini.

DOA: Bapa surgawi, Engkau kudus, baik dan sungguh mengasihi. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau mengaruniakan Putera-Mu sendiri untuk mengajarku berdoa kepada-Mu. Buatlah aku agar selalu memuliakan Engkau didalam kata-kata yang kuucapkan dan tindakan-tindakanku. Amin. 

Catatan: Untuk mendalam Bacaan Pertama hari ini (Gal 2:1-1,7-14) bacalah tulisan yang berjudul “HUBUNGAN ANTARA DUA ORANG RASUL BESAR” (bacaan tanggal 5-10-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2016. 

Cilandak, 3 Oktober 2016 [Transitus Bapak Fransiskus dari Assisi] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS