KERAJAAN ALLAH HADIR APABILA ROH KUDUS MEMILIKI KEBEBASAN UNTUK BEKERJA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Teresia dari Yesus, Perawan & Pujangga Gereja Sabtu, 15 Oktober 2016)

Kongregasi Suster Fransiskanes Santa Lusia: Hari Berdirinya Persaudaraan KSFL 

yesus-4

Aku berkata kepada-Mu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi siapa saja yang menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi siapa saja yang menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis di rumah-rumah ibadat atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu khawatir bagaimana kamu harus membela diri dan apa yang harus kamu katakan. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang yang harus kamu katakan.” (Luk 12:8-12) 

Bacaan Pertama: Ef 1:15-23; Mazmur Tanggapan: Mzm 8:1-7 

Yesus mempercayakan para murid-Nya secara penuh kepada pemeliharaan Roh Kudus. Roh Kudus ini akan memimpin para murid ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13) dan mengingatkan mereka akan semua yang telah dikatakan Yesus kepada mereka (Yoh 14:26). Roh Kudus ini juga akan bersama para murid ketika mereka menghadapi kekuatan-kekuatan yang melawan mereka di dunia (Luk 12:11) Roh Kudus ini dijanjikan kepada semua orang yang percaya dan dibaptis (Kis 2:38-39), akan menjadi sebuah sumber kekuatan, hikmat dan penghiburan bagi mereka, selagi mereka berupaya mengikuti jejak Yesus dan tahap demi tahap menjadi semakin serupa dengan Dia. Untuk alasan inilah Yesus memperingati para pendengar-Nya agar jangan sekali-kali menghujat Roh Kudus (Luk 12:10).

Menolak hasrat Allah yang mau berdiam dalam diri kita dan membuat kita seperti Dia, berarti menolak kenyataan bahwa Dia memiliki kuasa untuk melakukan hal-hal yang ajaib dan menakjubkan. Kalau kita takut atau bingung, maka hal ini berarti secara diam-diam kita percaya bahwa Roh Kudus tidaklah cukup untuk menjawab doa-doa kita atau menguatkan kita dalam berbagai kesulitan. Demikian pula, kalau kita menjalani hari-hari kita seakan-akan sudah mempunyai jawaban atas segala kebutuhan kita, maka hal ini berarti bahwa Roh Kudus bukanlah kehidupan Allah yang diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan, tetapi sekadar sebuah pemberian ‘ekstra’, pemberian bagus dari Allah yang bersifat opsional, bukannya sumber kehidupan yang sebenarnya.

Seorang murid Yesus dapat menghadapi oposisi, baik internal maupun eksternal. Satu jenis oposisi saja sudah dapat merisaukan hatinya, melemahkan imannya, dan menggerus sukacitanya dalam mengikuti jejak Kristus. Namun demikian, percayalah bahwa janji Yesus tetap benar dan sangat dapat diandalkan, yaitu bahwa para murid tidak akan pernah ditinggalkan sendiri. Dalam satu kesempatan lain Yesus bersabda: “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu” (Luk 12:32). Kerajaan Allah hadir apabila Roh Kudus memiliki kebebasan untuk bekerja. Marilah kita – baik dalam hati maupun pikiran kita – tetap berpegang teguh pada kenyataan bahwa Roh Kudus telah diberikan kepada kita untuk mentransformasikan diri kita; Roh Kudus ada dalam Gereja untuk menguduskan umat, dan Roh Kudus ada di dalam dunia untuk membawa penebusan bagi semua orang yang mengikuti Kristus.

DOA: Ya Bapa surgawi, utuslah Roh Kudus-Mu. Penuhilah hati umat-Mu, nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu,  dan baharuilah seluruh muka bumi. Amin.

Catatan: Untuk melihat uraian tentang Bacaan Injil hari ini (Luk 12:8-12), bacalah tulisan yang berjudul “MENOLAK KESELAMATAN YANG DITAWARKAN ALLAH” (bacaan tanggal 15-10-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2009) 

Cilandak, 12 Oktober 2016 [Peringatan S. Serafinus dr Montegranaro] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS