CERITA TENTANG DUA ORANG RASUL KRISTUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Pesta Santo Simon dan Yudas, Rasul – Jumat,  28 Oktober 2016) 

560jesusPada hari-hari itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudaranya, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: Di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat disembuhkan. Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu.  (Luk 6: 12-19)  

Bacaan Pertama: Ef 2:19-22; Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-5 

Hari ini kita merayakan Pesta dua orang  rasul yang kurang dikenal, yaitu Santo Simon orang Zelot dan Santo Yudas. Kita tidak dapat belajar banyak tentang mereka dalam keempat Injil. Kita tahu bahwa Simon dilahirkan di Kana dan dipanggil sebagai “orang Zelot” (lihat Mat 10:4; Luk 6:15). Kemungkinan besar dia mempunyai pandangan-pandangan politik sebuah kelompok radikal yang percaya bahwa semua cara (termasuk kekerasan) dapat dibenarkan guna mencapai kemerdekaan bangsa Yahudi. “Orang Zelot” pada umumnya berarti seorang anggota gerakan melawan pendudukan Roma di tanah Palestina yang dimulai pada tahun 63 SM.

Yudas adalah rasul yang pada waktu perjamuan terakhir bertanya kepada Tuhan Yesus, “Tuhan, apa sebabnya Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” (Yoh 14:22). Dalam “Surat Yudas”, Yudas menyandang predikat “hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus” (Yud 1:1) dan diidentifikasikan sebagai penulis “Surat Yudas” itu sendiri.  Namun banyak ahli mempunyai pandangan bahwa penulis surat tersebut menggunakan “nama samaran”. Para ahli ini bersepakat bahwa Yudas penulis surat (epistola) ini bukanlah anak Yakobus (Yudas bin Yakobus), seperti diidentifikasikan dalam Luk 6:16 dan Kis 1:13 sebagai salah seorang rasul. Dalam Mat 10:2-4 dan Mrk 3:16-19, yang muncul adalah nama “Tadeus”. Secara tradisional, Yudas diidentifikasikan dengan Yudas, salah seorang “saudara Tuhan” (Mat 13:55; Mrk 6:3; bdk. Kis 1:14; 1Kor 9:5). Identifikasinya dengan rasul Yudas dalam Yoh 14:22 masih dapat dipertanyakan.

Kendati Santo Simon dan Santo Yudas praktis telah “hilang” dalam sejarah yang serba tidak jelas, kita tahu dan yakin sekali bahwa Allah telah melakukan karya-rahmat dalam diri kedua orang rasul ini. Tentunya mereka – seperti para rasul lainnya – mempunyai banyak kesempatan untuk bersama sang Guru – melakukan tanya-jawab dengan-Nya serta menyadari dalam hati mereka masing-masing bahwa Guru dan Tuhan mereka sangat mengasihi mereka seperti juga halnya dengan para rasul/murid lainnya. Setelah menerima “Amanat Agung” dari Yesus sebelum kenaikan-Nya ke surga (Mat 28:19-20)dan mengalami pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kis 2:1 dsj.), maka dapat dipastikan bahwa mereka pun dengan aktif mewartakan kabar baik keselamatan kepada dunia.

stsimon-stjudeBaik Santo Simon maupun Santo Yudas menanggapi dengan benar rahmat yang telah dicurahkan Allah kepada mereka masing-masing. Oleh rahmat itu, mereka diberdayakan untuk percaya kepada Yesus dan melaksanakan misi-pelayanan yang telah disiapkan Allah bagi mereka masing-masing. Yesus juga mengharapkan tanggapan yang sama dari kita semua. Iblis tentunya selalu ingin meyakinkan kita bahwa rahmat Allah berada di luar jangkauan kita. Dalam hal ini kita harus yakin akan sebuah kebenaran yang tidak dapat ditawar-tawar lagi, yaitu bahwa rahmat dan segala kebaikan Allah kepada kita bukanlah disebabkan oleh kerja keras kita sendiri. Rahmat Allah dianugerahkan kepada kita secara bebas, secara gratis setiap saat dan setiap hari (Latin: gratia; gratis). Peran kita hanyalah untuk membuka hati dan menerima rahmat yang diberikan Allah itu.

Orang-orang yang dibaptis dalam nama Allah Tritunggal dan menghayati iman-kepercayaan kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka memperoleh privilese untuk mengalami rahmat Allah dalam hidup mereka. Namun sayangnya, kita kadang-kadang memperkenankan adanya berbagai rintangan yang menghalangi kita untuk memperoleh rahmat itu. Bisa saja hati kita sudah terpaku pada rencana-rencana lain yang mungkin bertentangan dengan rencana-rencana Yesus bagi kita. Barangkali juga kita terlalu memperkenankan (bahkan menikmati) pelanturan-pelanturan yang terjadi pada waktu kita berdoa dan kurang peka terhadap kehadiran Tuhan. Sementara kita membuang rencana-rencana kita dan menerima apa yang dikehendaki Allah dari kehidupan kita, maka kita pun akan menjadi pelaksana yang lebih efektif dari rahmat-Nya. 

DOA: Tuhan Yesus, Engkau telah memilih diriku untuk menjadi milik-Mu sendiri. Ampunilah dosa-dosaku karena tidak jarang aku membiarkan rahmat-Mu terhalang untuk masuk ke dalam hatiku. Aku terlalu sibuk berupaya lewat berbagai cara – namun dengan mengandalkan kekuatanku sendiri – untuk membuat diriku pantas menerima rahmat-Mu. Di lain pihak, aku juga sering terpengaruh oleh berbagai bentuk pelanturan pada waktu aku berdoa, aku bahkan menikmati pelanturan-pelanturan tersebut. Tuhan Yesus, seperti halnya Santo Simon dan Santo Yudas, perkenankanlah Roh Kudus-Mu untuk membuat aku memiliki sikap reseptif terhadap rancangan-rancangan-Mu dan berani membuang rancangan-rancanganku sendiri. Hari ini, ya Tuhan Yesus Kristus, datanglah kerajaan-Mu, baik dalam kehidupanku sendiri maupun dalam kehidupan orang-orang yang kutemui. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Ef 2:19-22), bacalah tulisan yang berjudul “DUA ORANG RASUL KRISTUS YANG KURANG DIKENAL [2]” (bacaan tanggal 28-10-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs; kategori: 16-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011)

Cilandak,  25 Oktober 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS