OLEH RAHMAT-NYA KITA DAPAT MENGUBAH DUNIA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI RAYA PENGENANGAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN –  Rabu, 2 November 2016)

 all-souls

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku melainkan kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman. (Yoh 6:37-40) 

Bacaan Pertama: 2Mak 12:43-46; Mazmur Tanggapan: Mzm 130:1-8; Bacaan Kedua: 1Kor 15:12-34 

Hari ini adalah salah satu dari hari-hari istimewa dimana kita memperoleh dua pencurahan rahmat sekaligus. Secara tradisional, “Peringatan Arwah Semua Arwah Orang Beriman” (Inggris: All Souls Day) ini dikhususkan untuk mendoakan bagi mereka yang berada dalam “Api Pencucian” (Inggris: Purgatory). Menarik pelajaran dari Kitab Suci dan Tradisi Suci, Gereja telah mengajarkan bahwa setiap orang yang meninggal dunia dalam rahmat Allah namun belum secara sempurna dimurnikan akan mengalami pemurnian final. Ini adalah orang-orang yang “akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api” (1Kor 3:15). Bacalah “Katekismus Gereja Katolik” (KGK 1030-1032). Hal serupa dapat dilihat pada para tokoh Perjanjian Lama yang “mohon dan minta, semoga dosa-dosa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah meninggal dunia itu dihapus semuanya” (lihat 2Mak 12:42). Ini adalah pencurahan rahmat yang pertama! Hari ini adalah satu hari bagi kita untuk mengenang dan berdoa syafaat bagi mereka yang berada di perbatasan surga (belum masuk surga!).

c3606b07eb3e0f92bb5bfe8287005989Nah, sekarang apa yang dimaksudkan dengan pencurahan rahmat yang kedua? Hari ini adalah juga satu hari untuk merayakan keteguhan penyelamatan kita. Dalam pembaptisan kehidupan lama kita dikuburkan dengan Kristus, dan kita telah bangkit bersama Dia ke dalam suatu kehidupan yang sepenuhnya baru. Allah tidak menginginkan Yesus kehilangan siapa saja: “Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman” (Yoh 6:39). Apakah hal ini berarti bahwa karena kita telah dibaptis, kita dapat berdosa  sesuai kehendak kita? “Berdosa semau gue?”, ujar orang Batavia. Tentu saja tidak! Allah sampai hari ini tidak pernah menarik sepuluh perintah-perintah-Nya. Akal sehat (Inggris: Common sense) harusnya mengingatkan kita, seperti juga Kitab Suci (Mrk 1:4,15; 16:16), bahwa pembaptisan harus senantiasa diiringi dengan iman-kepercayaan dan pertobatan.

Pada hari ini, Allah ingin agar kasih-Nya menembus hati kita masing-masing agar kita tidak pernah ingin lagi melukai diri-Nya atau orang-orang lain. Jika kita sudah sampai memahami bahwa – seperti dalam “Perumpamaan tentang Anak Yang Hilang” – kita pernah hilang dalam kedosaan, dan bahwa Yesus memberikan hidup-Nya sendiri bagi kita, maka kita pun mulai ingin untuk mengikuti jejak-Nya. Kasih Yesus bagi kita akan menggerakkan kita untuk membersihkan diri kita dari setiap noda dosa yang masih melekat, setiap sikap yang menolak sabda-Nya dan jalan-Nya. Pandangan kita terhadap diri kita sendiri dan juga terhadap dunia akan berubah, dan kita pun akan menjadi semakin serupa dengan Yesus. Inilah yang terjadi dengan para kudus yang mengikuti jejak-Nya. Pada hari kematian mereka, pintu surga pun terbuka lebar-lebar bagi mereka …… tanpa harus “singgah” di “api pencucian” terlebih dahulu. O, alangkah indahnya!

Seperti kepada para kudus, Allah juga memanggil kita kepada kedewasaan, kematangan – di sini dan sekarang juga – untuk menerima semua karunia/anugerah yang ingin Ia berikan kepada kita. Melalui Roh Kudus-Nya, Allah ingin memberdayakan kita untuk membangun Kerajaan-Nya dan menyebarkan Injil Yesus Kristus. Oleh rahmat-Nya kita dapat mengubah dunia. Marilah kita menanggapi secara positif panggilan Allah itu!

DOA: Yesus, Engkau adalah roti yang turun dari surga untuk memberikan kehidupan kepada kami. Berilah kami makan dan kuatkanlah kami, agar kami dapat mengasihi Engkau dan pada akhirnya nanti kami disambut ke dalam keindahan dan keajaiban Kerajaan-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 6:37:40), bacalah tulisan berjudul “KESELAMATAN DATANG DARI KRISTUS” (bacaan untuk tanggal 2-11-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2012) 

Cilandak,  31 Oktober 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements