PEMENUHAN VISI ALLAH TENTANG BAIT-NYA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran – Rabu, 9 November 2016)

 042dtn6

Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur, sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.

Ia berkata kepadaku: “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Arab-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air itu menjadi tawar, sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut  di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohan itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat (Yeh 47:1-2,8-9,12) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 46:2-3,5-6,8-9; Bacaan Kedua: 1Kor 3:9c-11,16-17; Bacaan Injil: Yoh 2:13-22 

Tahun 573 SM. Orang-orang Israel tinggal dalam pengasingan. Bangsa mereka telah diporak-porandakan, kota mereka Yerusalem yang suci praktis telah dihancurkan dan orang-orang Israel dikirim ke tempat-tempat pembuangan sebagai budak-budak di Babel. Empat belas tahun sudah berlalu sejak Bait Suci yang dibangun oleh raja Salomo di Yerusalem dihancurkan. Kita hanya dapat membayangkan kesusahan yang diderita bangsa Israel pada masa-masa itu.

Namun sekarang, baiklah kita membayangkan reaksi orang-orang Israel itu ketika Allah mengutus nabi Yehezkiel dengan sebuah pesan penuh pengharapan. Sebuah Bait Suci yang baru akan muncul, lebih baik daripada yang lama. Dari Bait Suci ini akan mengalir keluar air yang membawa kehidupan dan kesembuhan. Allah mengatakan kepada umat-Nya yang sedang menderita kesusahan itu agar tidak berdiam dalam keadaan yang menekan mereka itu, melainkan untuk memandang kepada-Nya dan percaya kepada janji-janji-Nya.

Kita mengetahui bahwa visi Allah tentang Bait-Nya pada akhirnya dipenuhi dalam diri Yesus Kristus. Tubuh Yesus sendiri adalah Bait Suci yang diruntuhkan, namun dibangkitkan kembali oleh kuasa Allah (Yoh 2:19). Sekarang, sebagai anggota-anggota tubuh Kristus (Gereja), kita adalah bagian dari Bait Suci ini. Yesus adalah sumber dari sungai dari mana kita menerima kehidupan, kuasa dan rahmat. Lewat pembaptisan kita ke dalam kematian Kristus, kita dibenamkan ke dalam sungai kehidupan Allah. Kita sendiri dimaksudkan untuk menjadi saluran rahmat dan kesembuhan. Sebagai Gereja kita dipanggil untuk membawa kehidupan kepada dunia.

jesus-christ-super-starInilah yang sebenarnya kita rayakan pada hari ini dengan memusatkan perhatian kita pada  Gereja Basilik S. Yohanes Lateran di Roma. Basilika ini digambarkan sebagai “ibu dan kepala” dari segala gereja. Gereja yang berfungsi sebagai katedral Sri Paus ini didirikan segera setelah tahun 313, tahun di mana kaisar Roma Konstantinus memberikan kepada semua warganya yang beriman Kristiani kebebasan untuk mempraktekkan iman-kepercayaan mereka tanpa harus merasa takut dikejar-kejar dan dianiaya seperti sebelumnya. Basilika ini mengambil namanya dari Yohanes Pembaptis dan Yohanes Rasul, juga dari Laterani, keluarga dari istri kaisar Konstantinus yang menyumbangkan tanah tempat basilik itu berdiri sekarang.

Gedung basilika S. Yohanes Lateran adalah basilika yang paling tua dan menduduki ranking pertama di antara empat basilik agung di Roma (S. Petrus, S. Paulus dan S. Maria Maggiore). Sampai tahun 1309 basilika ini merupakan tempat kediaman Sri Paus, dan sampai hari ini tetap merupakan gereja katedral Roma. Berabad-abad lamanya basilika S. Yohanes Lateran menderita kerusakan akibat gempa bumi, kebakaran dan invasi. Setiap kali basilika ini dibangun kembali, direstorasi dan diperbaiki. Salah satu relikui yang ada dalam basilika itu adalah sebuah altar yang terbuat dari kayu yang dipercaya sebagai altar yang digunakan S. Petrus pada waktu merayakan Misa.

Mengapa kita harus merayakan pemberkatan sebuah gedung gereja? Tidakkah kita mengetahui bahwa gereja itu lebih daripada sekadar sebuah bangunan, bagaimana pun sudah tua dan kunonya gedung gereja tersebut? Lagipula tetap saja gedung buatan manusia ini berdiri sebagai suatu lambang Gereja, umat Allah. Gereja ini mengingatkan kita semua, bahwa Gereja adalah sebuah Bait Suci, sebuah tempat di mana Allah berdiam dan disembah oleh umat-Nya. Gereja ini tidak akan pernah dapat dihancurkan oleh bencana alam ataupun vandalisme manusia. S. Paulus mengajukan kepada jemaat di Korintus pertanyaan penting ini: “Tidak tahukah kamu bahwa kamu sekalian adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (1Kor 3:16).

Pada kayu salib, Yesus mendirikan Gereja-Nya selagi darah dan air mengalir dari “bait” tubuh-Nya (lihat Yoh 19:34). Dalam aliran darah dan air yang menyembuhkan ini dipenuhilah visi nabi Yehezkiel tentang Yerusalem baru. Sekarang, melalui Roh Kudus, sebuah sungai besar mengalir dari Gereja – umat Allah – dan membawa kehidupan ke mana saja sungai itu mengalir. Kita adalah Bait Suci, dan dari kita dapatlah mengalir kuasa Roh Kudus yang menyembuhkan dan mentransformasikan.

Perayaan hari ini mengingatkan kita akan kuasa dan hikmat-kebijaksanaan Allah yang mengalir melalui Gereja Kristus ke dalam dunia. Jadi basilika S. Yohanes Lateran bukanlah sekadar sebuah situs bersejarah. Basilika ini adalah sebuah lambang Gereja yang hidup – dinamis, penuh semangat, memancurkan air kehidupan ilahi dan kasih ilahi. Oleh karena itu marilah kita berdoa bagi keseluruhan Gereja, agar kita masing-masing dapat menjadi peka terhadap Roh Allah dan akan bekerja sama dengan hasrat-Nya untuk menyentuh setiap orang di atas muka bumi.

DOA: Tuhan Yesus Kristus, bawalah sungai air kehidupan kepada kami masing-masing dalam Gereja-Mu. Melalui kami, bawakanlah penyembuhan kepada semua bangsa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Kedua hari ini (1Kor 3:9b-11,16-17), bacalah tulisan berjudul “FONDASI DARI GEREJA ADALAH YESUS KRISTUS” (bacaan tanggal 9-11-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011) 

Cilandak, 7 November 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS