KEDATANGAN KEMBALI YESUS KRISTUS PADA AKHIR ZAMAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Martinus dari Tours, Uskup – Jumat, 11 November 2016) 

00-the-second-coming-39618-gallerySama seperti yang terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: Mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka berjual beli, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari Anak Manusia dinyatakan. Siapa saja yang pada hari itu sedang berada di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan istri Lot! Siapa saja yang berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan siapa saja yang kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama menggiling gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.) Kata mereka kepada Yesus, “Di mana, Tuhan?” Kata-Nya kepada mereka, “Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung-burung nasar.” (Luk 17:26-37) 

Bacaan Pertama: 2Yoh 1:4-9; Mazmur Tanggapan: Mzm 119:1-2,10-11,17-18 

Hampir semua orang merasa tidak enak kalau merenungkan masalah akhir zaman. Namun demikian Yesus membahas hal-ikhwal akhir zaman ini dengan para murid-Nya, dan Gereja mengundang kita semua untuk merenungkan janji-janji-Nya tentang apa yang akan datang kelak. Yesus membuat jelas kepada para murid-Nya bahwa semua pengikut-Nya harus percaya akan kedatangan-Nya untuk kedua kali kelak.

Yesus mengatakan bahwa akhir sejarah umat manusia akan menyangkut suatu “perpisahan”. Ia bersabda, “Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama menggiling  gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan” (Luk 17:34-35). Kebudayaan modern cenderung untuk mengabaikan “peringatan akan suatu penghakiman”. Banyak orang merasa bahwa Allah yang penuh kasih tidak akan menghukum siapa pun. Namun jelaslah bahwa Yesus mengajarkan bahwa Bapa surgawi telah memberikan kepada-Nya wewenang penuh untuk menghakimi dunia. Dalam kesempatan lain Ia bersabda: “Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Siapa saja yang tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa yang mengutus Dia” (Yoh 5:23-24). Akan tetapi hanya Allah sajalah yang menentukan kapan “perpisahan” itu akan terjadi. Situasi umat manusia zaman sekarang tidak ubahnya dengan zaman Nuh (lihat Luk 17:26-27). Manusia akan melanjutkan rutinitas kehidupan mereka sampai kedatangan waktu yang ditentukan Allah itu.

Kita dapat dengan mudah menjadi takut akan hal-hal yang akan terjadi pada hari-hari terakhir bumi ini. Bukanlah maksud Yesus untuk menakut-nakuti kita, melainkan untuk menyiapkan kita akan kedatangan-Nya untuk kedua kalinya kelak. Yesus mengingatkan para murid-Nya: “Ingatlah akan istri Lot!” (Luk 17:32). Kita ketahui bahwa istri Lot menolak pesan dari malaikat: ia menoleh ke belakang, artinya dia mau tetap berpaut pada masa lampaunya; dan dia menjadi tiang garam (lihat Kej 19:26).  Yesus bersabda: “Siapa  saja yang berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan siapa saja yang kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya” (Luk 17:33). Roh Kudus akan mengajarkan kepada kita tentang apa artinya melepaskan diri kita dari keterlekatan pada kehidupan dunia dan mencari dulu Kerajaan Allah (lihat Mat 6:33).

Yesus tidak pernah menyembunyikan apa pun dari para murid-Nya. Bagi mereka yang menolak tawaran Allah untuk hidup dalam Kristus, akan ada penderitaan. Namun demikian, kabar baiknya adalah bahwa bila Yesus datang kembali kelak, Ia akan membawa serta kita kepada suatu hidup penuh kemuliaan. Hidup mulia seperti itu dapat dimulai sekarang, melalui partisipasi kita dalam sakramen-sakramen (teristimewa Ekaristi); kehidupan doa kita; kegiatan membaca serta merenungkan firman Allah dalam Kitab Suci; dan berbagai kegiatan pelayanan-penuh-kasih kita kepada orang-orang lain (termasuk berbagai bentuk  evangelisasi, tentunya). Dengan membuat langkah-langkah sedemikian, kita sebenarnya menyiapkan hati kita untuk kedatangan hari mahapenting itu di mana Allah akan memanggil kita untuk datang menghadap-Nya dan hidup bersama-Nya. Bagi orang-orang yang mengenal Yesus dan menjalani hidup Injili seturut jejak-Nya secara pribadi dan intim, maka kedatangan-Nya kembali akan merupakan suatu peristiwa yang indah-menakjubkan dan penuh sukacita. Kita akan begitu terserap ke dalam kasih-Nya dan tertangkap oleh pemenuhan harapan-harapan dan impian-impian kita, sehingga tentunya akan meninggalkan segalanya yang ada pada kita di belakang kita , dan kita pun akan berlari-lari untuk menyambut kedatangan-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, cepatlah datang. Aku sangat merindukan kedatangan-Mu. Aku tidak dapat menunggu untuk dapat bersama dengan-Mu, dan akhirnya memandang-Mu ‘muka ketemu muka’.  Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 17:26-37), bacalah tulisan yang berjudul “KETIKA YESUS DATANG KEMBALI KE DUNIA” (bacaan tanggal 11-11-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2009) 

Cilandak, 8 November 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS