ALLAH YANG MEMEGANG KENDALI

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XXXIII [Tahun C] – 13 November 2016)

yesus-mengajar-di-bait-allah-mrk-12-aKetika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah, betapa bangunan itu dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus, “Apa yang kamu lihat di situ – akan datang harinya ketika tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”

Lalu mereka bertanya kepada Yesus, “Guru, kapan itu akan terjadi? Apa tandanya, kalau itu akan terjadi?” Jawab-Nya, “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: ‘Akulah Dia,’ dan: ‘Saatnya sudah dekat.’ Janganlah kamu mengikuti mereka. Apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu takut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”

Ia berkata kepada mereka, “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan dan akan terjadi juga hal-hal yang menakutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”  (Luk 21:5-19) 

Bacaan Pertama: Mal 4:1-2a; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:5-9; Bacaan Kedua: 2Tes 3:7-12

Betapa takut tentunya para murid ketika Yesus mengatakan kepada mereka akan menderita karena ditangkap dan dianiaya! Mereka belum menyaksikan penyaliban Yesus yang disusul oleh kebangkitan-Nya, sehingga mereka belum dapat memahami bahwa dalam kerajaan Allah, penderitaan sengsara adalah jalan menuju kemuliaan (Luk 18:31-34).

Yesus sebenarnya tidak mencoba untuk membuat para murid-Nya menjadi takut, melainkan untuk menawarkan kepada mereka pengharapan. Ia mengetahui bahwa pemandangan diri-Nya yang meregang nyawa dan kemudian mati di atas kayu salib akan sangat menghancurkan hati setiap orang yang melihatnya. Namun Yesus juga tahu bahwa pada hari ketiga mereka akan memahami bahwa penderitaan dan kematian-Nya memang diperlukan. Bapa surgawi tidak meninggalkan Dia yang sudah merendahkan diri-Nya serendah-rendahnya dan penuh ketaatan pada kehendak Bapa sampai mati di atas kayu salib. Santo Paulus menulis: “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku, ‘Yesus Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan Allah, Bapa!’” (Flp 2:9). Yesus juga meyakinkan para murid-Nya bahwa Dia tidak akan meninggalkan mereka pada saat-saat mereka membutuhkan bantuan, melainkan akan memberikan kepada mereka semua hikmat-kebijaksanaan dan perlindungan yang mereka butuhkan.

Selagi Yesus memperluas visi para murid-Nya dengan deskripsi-deskripsi tentang akhir zaman, Ia juga berjanji kepada mereka: “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Luk 21:19). Melalui “daya tahan” kita, visi kita tentang rencana kekal Allah dapat juga diperluas dan memberikan kepada pengharapan dalam situasi-situasi sulit. Mencari kehadiran Jesus melalui doa, pembacaan dan permenungan Kitab Suci, dan memperkenankan Roh Kudus untuk memberdayakan kita dalam situasi-situasi setiap hari akan membuat kita yakin bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan kita. Kita akan mampu untuk mendengar suara Roh Kudus yang mengingatkan kita akan janji-janji Yesus. Kita akan belajar mengenal tangan Allah dalam setiap situasi.

Selagi relasi kita dengan Yesus semakin mendalam dan matang, kita akan menjadi semakin serupa dengan karakter-Nya. Tuntutan-tuntutan sesaat dari situasi-situasi kita tidak akan mampu menguasai kita atau merampok kita dari pengharapan kita. Sebaliknya, kita akan mampu mengatasi semua itu dan bergerak maju dengan penuh keyakinan. Sekarang, apabila ada dari antara kita yang sedang menghadapi suatu situasi yang penuh tantangan, maka tetaplah berada dalam kehadiran Yesus. Peganglah teguh janji-janji Injil! Sambutlah Roh Kudus masuk ke hati anda untuk membimbing anda dan memperkuat anda! Biarlah Ia menyakinkan anda bahwa Allah yang memegang kendali! Ingatlah: Dengan daya-tahan anda, maka anda anda akan memenangkan jiwa anda!

DOA: Tuhan Yesus, buatlah diriku agar menjadi seperti Engkau sehingga aku dapat bertahan dalam segala pencobaan dan pengejaran. Aku ingin menerima “mahkota kehidupan” yang Kaujanjikan kepada orang-orang yang mengasihi Engkau (Yak 1:12). Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 21:5-19), bacalah tulisan yang berjudul “KALAU TETAP BERTAHAN, KAMU AKAN MEMPEROLEH HIDUPMU” (bacaan tanggal 13-11-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2016.

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011)

Cilandak, 9 November 2016 [Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS