BAIT ALLAH ADALAH RUMAH DOA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXXIII – Jumat, 18 November 2016)

bait-allah-dibersihkan-yesus-obrak-abrik-bait-allahLalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”

Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa itu berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab semua orang terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia. (Luk 19:45-48) 

Bacaan Pertama: Why 10:8-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 119:14,24,72,103,111,131 

Pada bagian awal-awal Injilnya, Lukas menunjukkan Yesus bersama dengan para guru agama di Bait Allah – mereka mendengarkan Dia dan melontarkan pertanyaan-pertanyaan kepada-Nya (lihat Luk 2:46). Menjelang akhir Injil Lukas, kita melihat lagi Yesus di Bait Allah, namun kali ini orang banyaklah yang mengelilingi-Nya untuk mendengarkan pengajaran-Nya. Sebaliknya sekarang para pemuka agama dan VIP negeri sangat memusuhi-Nya, sehingga malah mau membunuh-Nya (Luk 19:47-48). Pengajaran-Nya ini dilakukan-Nya setelah Ia menyucikan Bait Allah dan membersihkannya dari kaum pedagang yang melakukan transaksi jual-beli di situ.

Yesus adalah Bait Allah yang sejati. Ketika Dia memasuki Bait di Yerusalem, Bait itu dipandang sebagai apa yang selama ini dimaknai oleh umat, yaitu tempat bersemayam Allah – di mana umat datang untuk mendengarkan firman Allah yang diajarkan kepada mereka. Pada waktu Yesus menyucikan Bait Allah, Dia bersabda: “Ada tertulis: ‘Rumah-Ku adalah rumah doa’, namun kamu menjadikannya sarang penyamun” (Luk 19:46). Dengan berkata begitu, Yesus menggabungkan dua tradisi besar menyangkut Bait Allah yang sebenarnya kontras satu sama lain.

Tradisi pertama berkaitan dengan penglihatan dan sebuah janji yang diterima nabi Yesaya dari Allah tentang datangnya suatu hari di mana orang-orang non-Yahudi juga akan mencari Allah dan memelihara hari Sabat ……… “mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku, Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa” (Yes 56:6-7). Visi Yesaya ini kontras dengan tradisi kedua seperti dicontohkan oleh khotbah nabi Yeremia di Bait Allah. Ketika Yeremia melihat kedosaan orang-orang yang bersembah-bakti di situ, dia berkhotbah seperti berikut: “Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait TUHAN (YHWH), bait YHWH, bait  YHWH …… Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini?” (Yer 7:4.11). Yesaya melihat potensi kebesaran Bait Allah, namun Yeremia melihat bagaimana orang berdosa dapat merusak/ mengotorkan bahkan tempat suci di mana Allah hadir.

Pada waktu Yesus mengusir para pendosa (para pedagang yang mengotori Bait Allah) keluar dari Bait, orang-orang yang tetap berada di dalam Bait Allah itu adalah orang-orang Israel yang setia (bdk. Yes 58:8). Orang-orang Yahudi yang mengikuti Yesus bersama-sama orang-orang bukan Yahudi yang percaya kepada-Nya menjadi Israel yang dipanggil Allah untuk “dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani” (1Ptr 2:5). Bilamana kita mendengarkan Yesus dan mengikuti jejak-Nya, kita semua – Yahudi, non-Yahudi, miskin, kaya, tua, muda, perempuan, lelaki, bersama-sama bergabung menjadi “Bait-Nya yang suci”, yang tidak lain tidak bukan adalah Gereja-Nya.

DOA: Ya Tuhan Allah, apabila Engkau mencariku, aku berdoa agar Engkau selalu menemukanku bersama dengan Yesus Kristus, Bait-Mu. Aku ingin bersama di sana mendengarkan-Nya dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada-Nya. Semoga kami semua yang bersama dengan Yesus Kristus sungguh menjadi ‘Israel Allah’ yang berkumpul dalam nama-Nya. Amin.  

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 19:45-48), bacalah tulisan berjudul “ROH KUDUS INGIN MEMBUAT KITA SEMAKIN SERUPA DENGAN YESUS” (bacaan tanggal 18-11-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2009) 

Cilandak, 15 November 2016 [Pesta B. Marie de la Passion, pendiri kongregasi FMM] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS