DUA ORANG PENJAHAT DI HADAPAN SANG RAJA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM [TAHUN C] – Minggu, 20 November 2016) 

hgq7i1

Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Tetapi pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya, “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekrang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.” Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka menawarkan anggur asam kepada-Nya dan berkata, “Jika Engkau raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!” Ada juga tulisan di atas kepala-Nya, “Inilah raja orang Yahudi”.

Salah seorang penjahat yang digantung itu menghujat Dia, katanya, “Bukankah Engkau Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” Tetapi yang lain menegur dia, “Tidakkah engkau takut kepada Allah, sebab engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Lalu ia berkata, “Yesus, ingatlah aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Luk 23:35-43) 

Bacaan Pertama: 2Sam 5:1-3; Mazmur Tanggapan: Mzm 122:1-5; Bacaan Kedua:  Kol 1:12-20 

Salah seorang penjahat yang digantung bergabung dengan suara orang-orang yang mengolok-olok Yesus: dia malah menghujat Yesus dengan menantang-Nya untuk menyelamatkan diri-Nya sendiri dan mereka berdua. Bukannya mengasosiasikan dirinya dengan Yesus yang dijatuhi hukuman final seperti dirinya, penjahat itu malah bergabung dengan orang-orang yang mengolok-olok Yesus. Seorang pribadi yang dari dirinya Yesus mengharapkan simpati karena menderita “nasib” sama dengan diri-Nya malah justru berperilaku negatif seperti itu. Yesus tidak menanggapi permintaan penjahat yang satu ini. Penjahat ini kemudian ditegur oleh penjahat yang satunya lagi karena sikapnya yang tidak takut kepada Allah, suatu sikap yang sesungguhnya tolol karena tidak lama lagi dia harus berdiri di bawah penghakiman Allah.

Penjahat yang menegur rekannya ini mengakui bahwa dirinya dan rekannya memang layak dihukum karena setimpal dengan kejahatan yang mereka lakukan, sebaliknya Yesus tidak bersalah. Jadi, jika penjahat yang pertama bergabung dengan para penguasa dan perajurit yang mengolok-olok Yesus, penjahat kedua bergabung dengan Pilatus dan Herodes yang memandang Yesus tidak bersalah. Penjahat kedua ini kemudian menyapa Yesus dengan menyebut nama-Nya. Ini adalah satu-satunya kasus dalam keempat kitab Injil di mana Yesus langsung disapa dengan nama-Nya. Kemudian dia melanjutkan dengan permintaan kepada Yesus agar Ia mengingat dirinya apabila Dia datang sebagai Raja, saat di mana Yesus dimuliakan.

Yesus menjawab penjahat kedua ini, dan kata-kata yang diucapkan-Nya adalah kata-kata terakhir selama hidup-Nya di atas bumi; kata-kata yang dialamatkan kepada seseorang yang terbuang dan tak berdaya. Kata-kata Yesus ini menawarkan keselamatan sebagai suatu realitas “saat ini”. Yesus menjanjikan kepada penjahat tersebut suatu keikut-sertaan dalam persekutuan-Nya dalam Firdaus. Firdaus adalah sepatah kata dalam bahasa Persia kuno yang berarti sebuah taman, sebuah kata yang menggambarkan Taman Eden, dan kemudian rumah di masa yang akan datang dari orang-orang yang meninggal dunia dalam iman. Yesus memberi ganjaran kepada sang penjahat yang bertobat dalam bentuk jaminan bahwa hari ini juga sang Mesias akan membuka pintu gerbang Firdaus bagi mereka yang menemukan persekutuan dengan diri-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau datang ke dunia dalam kelemah-lembutan dan kerendahan hati serta kedinaan sebagai seorang pelayan. Walaupun Engkau seorang Raja yang agung –   “Raja segala raja” – Engkau mengenal kami masing-masing secara sempurna dan Engkau mengasihi kami masing-masing secara penuh dan lengkap. Engkau akan menyambut siapa saja yang berniat untuk hidup dalam persekutuan dengan diri-Mu. Kami meninggikan Engkau dan menyembah Engkau senantiasa, ya Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Kedua hari ini (Kol 1:12-20), bacalah tulisan yang berjudul “KRISTUS SANG RAJA” (bacaan tanggal 20-11-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; 16-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2010)

Cilandak, 17 November 2016 [Peringatan S. Elisabet dr Hungaria, Ratu] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS