ANAK MANUSIA DATANG DALAM KEMULIAAN-NYA

(Bacaan Injil Misa, Peringatan S. Andreas Dung Lac, Imam dkk. Martir-martir Vietnam – Kamis, 24 November 2016)

00-the-second-coming-39618-gallery“Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan ketika semua yang telah tertulis akan digenapi. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesusahan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.”

“Akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan guncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah kepalamu, sebab pembebasanmu sudah dekat.”  (Luk 21:20-28)

Bacaan Pertama: Why 18:1-2,21-23;19:1-3,9a; Mazmur Tanggapan: Mzm 100:2-5  

“Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah kepalamu, sebab pembebasanmu sudah dekat”  (Luk 21:28).

Bagaimana Yesus dapat mengharapkan kita untuk memberi tanggapan terhadap pergolakan di akhir zaman dengan penuh keyakinan dan pengharapan? Dalam menghadapi penderitaan, peperangan, dan berbagai bencana alam yang digambarkan oleh Yesus, penarikan/pengunduran diri dengan penuh yang diliputi ketakutan kelihatannya merupakan suatu reaksi yang lebih cocok! Bagaimana pun juga, di manakah adanya pengharapan dalam segala kesusahan yang dinubuatkan oleh-Nya?

Yesus mengatakan kepada kita bahwa kita dapat mempunyai pengharapan pada waktu kita melihat tanda-tanda akhir ini karena tanda-tanda tersebut juga merupakan tanda-tanda dari penebusan yang telah lama kita nanti-nantikan. Kita akan melihat “Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” (Luk 21:27)! Kita dapat yakin dan mempunyai pengharapan, karena kita tahu kita aman dalam Kristus. Darah-Nya adalah perlindungan kita terhadap si Jahat, dan Roh Kudus-Nya adalah down payment kita untuk tempat kita di surga kelak.

Kita harus mengetahui kebenaran ini sedalam-dalamnya sehingga hidup kita tidak dapat digoncangkan oleh berbagai gejolak yang berlangsung pada akhir zaman. Setiap hari Allah memberikan kepada kita kesempatan-kesempatan untuk “bereksperimen” dengan iman kita, situasi-situasi di mana kita dapat memegang sabda Allah seperti apa adanya dan memperhatikan Dia mengerjakan keajaiban-keajaiban bagi kita. Misalnya iman kita mengatakan, bahwa baptisan kita ke dalam Kristus telah membebaskan kita dari keterikatan pada dosa. Ketika godaan-godaan datang, kepada kita diberi kesempatan untuk datang ke kaki salib Yesus di Kalvari dan mempersatukan diri kita dengan Sang Tersalib sambil berkata “tidak” terhadap godaan-godaan tersebut. Apabila kita tidak tahu bagaimana seharusnya bereaksi dalam suatu situasi tertentu, kita dapat mencoba untuk memandang hal-hal yang kita hadapi dari perspektif surgawi dan memperkenankan Roh Kudus memberikan bimbingan serta hikmat-Nya kepada kita. Semakin sering kita melakukan praktek-praktek seperti ini, semakin yakin dan berpengharapan pula kita jadinya, apa pun situasi yang kita hadapi.

Pada saat Yesus datang kembali kelak, setiap hal akan diserahkan kepada-Nya sebagai Tuhan. Dalam doa-doa kita pada hari ini, marilah kita merenungkan karunia keselamatan yang telah kita terima dalam Kristus. Kita dapat memohon kepada Roh Kudus agar Ia meningkatkan kerinduan kita masing-masing untuk memandang Yesus muka-ketemu-muka. Semakin “aman” kita dalam rangkulan belas kasihan Allah, semakin keras pula kita akan berseru, “Datanglah, Tuhan Yesus!” (Why 22:20).

DOA: Bapa surgawi, Allah yang Mahabesar, Khalik langit dan bumi! Aku berterima kasih penuh syukur kepada-Mu untuk karunia keselamatan yang Kauanugerahkan kepadaku. Apa yang tidak dapat kulakukan sendiri bagi diriku, telah dilakukan oleh Putera-Mu terkasih, Yesus Kristus. Buanglah segala rasa takut dan kekhawatiran yang masih ada dalam diriku. Tidak ada keyakinan dan pengharapan lebih besar yang kumiliki daripada fakta bahwa aku tersalib bersama Yesus dan akan bangkit bersama Dia pula. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 21:20-28), bacalah tulisan berjudul “SALAH SATU MISTERI IMAN” (bacaan tanggal 24-11-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2016.  

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011)

Cilandak, 22 November 2016 [Peringatan S. Sesilia, Perawan Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS