PESAN YESUS PADA AKHIR TAHUN GEREJA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXXIV – Sabtu, 26 November 2016)

Keluarga Besar Fransiskan: S. Leonardus dr Porto Mauritio, Imam 

jesus_christ_picture_013“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan dibebani oleh pesta pora dan kemabukan serta kekhawatiran hidup sehari-hari dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab hari itu akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Luk 21:34-36) 

Bacaan Pertama: Why 22:1-7; Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-7 

Kemungkinan  bahwa kita akan berdiri di hadapan Kristus pada pengadilan terakhir janganlah sampai menakutkan kita. Yesus minta kepada kita untuk berjaga-jaga, agar kita melakukan pemeriksaan atas kehidupan kita secara teratur dan selalu siap untuk berjumpa dengan-Nya, muka ketemu muka …  face to face. Praktek pemeriksaan batin dapat menolong kita memperkuat kehidupan spiritual kita. Yesus rindu untuk mencurahkan kita dengan berkat-berkat-Nya, namun Ia menunggu undangan kita untuk masuk ke dalam hati kita (lihat Why 3:20), suatu keputusan dari kehendak bebas kita.  Yesus tidak pernah akan merasa letih-lesu dalam menunggu undangan dari kita.

Orang-orang Kristiani tahu betapa mudahnya untuk terjebak ke dalam rasa puas diri dengan tuntutan-tuntutan rutinitas sehari-hari atas diri kita. Tugas dan tanggung jawab harian kelihatannya lebih kita utamakan daripada cintakasih kepada Yesus. Kita lupa untuk berjaga-jaga, dengan demikian kita menjadi rentan secara spiritual. Niat-niat baik kita untuk membuat diri kita siaga selalu melalui doa-doa, perayaan liturgi dan studi Alkitab menjadi “rusak” oleh kesibukan-kesibukan kita sendiri. Kitab Suci berbicara dengan tajam-tegas kepada kita: “Yang jatuh dalam semak duri ialah orang-orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekhawatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang” (Luk 8:14). Kalau diperiksa, harap saja buah kita kedapatan sudah matang. Kitab Suci dengan tegas menyatakan bahwa pada suatu hari kita akan berjumpa dengan Kristus. Namun pertanyaannya adalah: “Akankah kita siap untuk berdiri di hadapan Anak Manusia?”

Hari ini adalah penutupan tahun Gereja. Oleh karena itu, hari ini merupakan kesempatan bagi kita untuk melakukan suatu “rekoleksi atau retret pribadi” secara kecil-kecilan, misalnya pergi mengunjungi gereja kita dan berdoa di situ secara khusus, atau “mengurung” diri kita secara khusus di rumah untuk melakukan semacam pemeriksaan batin. Dalam suasana doa kita dapat melakukan review atas “kinerja rohani” kita di tahun lalu. Dari review itu kita dapat menilai apakah kita bertumbuh semakin dekat kepada Tuhan Yesus? Berjalan di tempat? Ataukah semakin jauh dari-Nya? Tujuan dari “retret kecil” itu bukanlah untuk membesarkan hati atau menciutkan hati kita, bukan pula untuk membuat kita dihantui dengan rasa bersalah atas keadaan hidup kita, melainkan untuk membuat evaluasi atas masa lalu kita agar dapat merencanakan masa depan kita dengan lebih baik. Dalam kegiatan seperti ini kita mencoba untuk menilai posisi kita di hadapan Allah. Besok kita akan mulai dengan suatu tahun liturgi baru, suatu saat untuk memulai suatu awal yang segar.

DOA: Tuhan Yesus, kami menyerahkan segalanya yang menjauhkan kami dari hubungan akrab dengan-Mu. Ajarlah kami untuk selalu siap berjaga-jaga. Kami mempersembahkan hati kami untuk menjadi tempat kediaman-Mu. Tolonglah kami agar dalam kehidupan ini, kami mau dan mampu menyiapkan diri untuk saat pertemuan kami dengan-Mu kelak, secara muka ketemu muka. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 21:34-36), bacalah tulisan berjudul “BERJAGA-JAGA DAN BERDOA” (bacaan untuk tanggal 26-11-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH HARIAN NOVEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2009) 

Cilandak, 24 November 2016 [Peringataan S. Andreas Dung Lac, Imam dkk., Martir-martir Vietnam] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS