ORANG BIJAKSANA MENDIRIKAN RUMAH DI ATAS BATU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan B. Dionisius dan Redemptus, Biarawan Martir IndonesiaKamis, 1 Desember 2016) 

jesus_christ_picture_013Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.

Jadi, setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu bertiuplah angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu bertiuplah angin melanda rumah itu itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya. (Mat 7:21,24-27)

Bacaan Pertama: Yes 26:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 118:1,8-9,19-21,25-27 

Ke mana saja Dia pergi, Yesus membuat banyak mukjizat yang membuat takjub orang-orang yang menyaksikannya. Namun demikian, di tengah-tengah publik yang banyak terperana dan terpesona karena “kehebatan”-Nya, Yesus tetap jelas-jernih mengenai tujuan utamanya. Dia tidak ingin sekadar membuang penderitaan orang-orang. Dia ingin memberikan kepada mereka sebuah dasar yang kokoh bagi kehidupan mereka, sesuatu yang dapat bertahan dalam berbagai badai dan pencobaan yang merupakan bagian kehidupan di dunia ini. Dalam setiap perumpamaan yang diajarkan-Nya dan setiap khotbah yang diberikan-Nya, pesan Yesus tetap sama: “Dengarkanlah Aku. Ikutilah perintah-perintah-Ku, maka kamu akan aman-selamat.”

Kitab Suci barangkali merupakan alat yang paling memiliki kekuatan untuk membangun sebuah fondasi yang kokoh untuk kehidupan kita sehari-hari. Dengan kisah-kisahnya, doa-doanya, nubuat-nubuatnya dan doktrin-doktrinnya – semuanya diinspirasikan oleh Roh Kudus – Kitab Suci sungguh berisikan database yang berkelimpahan, daripadanya kita dapat menimba kekuatan, hikmat, dan penghiburan, kesulitan apa pun yang sedang kita hadapi.

Bacaan Pertama pada hari ini, misalnya, adalah sebuah contoh yang baik: “Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya” (Yes 26:3). Sementara kita sudah mendekati akhir dari Pekan I Adven, mudahlah bagi kita untuk mulai sibuk memikirkan rencana liburan, jadual kita yang ketat, atau seorang anggota keluarga yang agak sulit perangainya berencana untuk mengunjungi rumah kita. Manakala berbagai tekanan terasa semakin berat, janganlah kita lupa berdoa kepada Yesus: “Tuhan Yesus Kristus, aku memusatkan segenap perhatianku kepada-Mu saja. Engkaulah andalanku, ya Tuhan. Perkenankanlah aku untuk mengenal dan mengalami damai sejahtera-Mu yang sempurna”. Kita harus terus-menerus percaya bahwa Yesus telah mendengar doa kita itu. Kita mengulang-ulang doa itu  sampai kita merasakan damai-sejahtera dalam hati. Kita dapat membayangkan Yesus merangkul kita dan mengatakan kepada kita bahwa Dia beserta kita.

Santo Paulus pernah mengatakan, bahwa sabda Allah adalah “pedang Roh” (lihat Ef 6:17). Apabila kita sedang berada di tengah sebuah pertempuran spiritual, kita harus mengangkat senjata ampuh ini untuk menjaga diri kita. Kita juga dapat menyiapkan diri untuk pertempuran seperti ini dengan membaca Kitab Suci secara teratur, setiap hari. Dengan demikian pikiran kita diisi dengan janji-janji dan kebenaran-kebenaran yang dapat bertahan melawan serangan-serangan si Jahat. Tidak ada apa atau siapa pun yang dapat mengalahkan seorang pribadi manusia yang berdiri kokoh di atas sabda Allah.

DOA: Tuhan Yesus Kristus, isilah diriku dengan cintakasih yang lebih besar akan sabda-Mu dalam Kitab Suci. Aku mau mendirikan kehidupanku di atas kebenaran-Mu dan janji-janji-Mu. Berikanlah kepadaku telinga yang dapat mendengar suara-Mu di masa Adven ini agar dengan demikian Engkau dapat menjadi batu fondasiku yang kokoh. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini [Mat 7:21,24-27],  bacalah  tulisan yang berjudul “MENDENGAR PERKATAAN YESUS” (bacaan tanggal 1-12-16) dalam situs/blog  PAX ET BONUM https://sangsabda.wordpress.com;  kategori: 16-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan pada sebuah tulisan saya di tahun 2010) 

Cilandak, 29 November 2016

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS