PERKENANKANLAH ALLAH BEKERJA DENGAN CARA-CARA YANG TAK TERDUGA-DUGA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Adven – Jumat, 9 Desember 2016) 

560jesusDengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang zaman ini? Mereka seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.” (Mat 11:16-19) 

 

Bacaan Pertama: Yes 48:17-19; Mazmur Tanggapan: Mzm 1:1-4,6 

Mengapa Yesus melakukan hal-hal seperti dilakukan-Nya, walaupun Ia jelas mengetahui bahwa hal-hal yang dilakukan-Nya itu akan disalahtafsirkan? Ketika beberapa orang Farisi melihat Yesus bergaul dengan para pemungut cukai dan pendosa lainnya,  dan menawarkan sentuhan kesembuhan dari Allah, mereka menamakan-Nya “seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa” (Mat 11:19) dan memperkuat perlawanan mereka terhadap Yesus. Dengan demikian, mengapa Yesus terus saja “membuang” begitu banyak waktu dengan orang-orang ini? Mengapa membuat mereka menjadi semakin membenci diri-Nya?

Kadang-kadang Allah melakukan hal-hal dengan cara-cara yang berada di luar ekspektasi kita. Siapa yang akan berpikir bahwa seorang anak yang lahir dari seorang perempuan muda yang menjadi hamil di luar perkawinan itu adalah sang Mesias yang sudah dinanti-nantikan? Siapa yang akan habis berpikir bahwa Allah akan memberikan kunci kerajaan-Nya kepada seorang nelayan Galilea yang tidak sabaran itu? Apabila seorang pemikir agama terkenal hari ini memberi kesaksian bahwa dirinya menjadi buta karena kilat yang dahsyat dari langit dan telah mendengar suara-suara yang tidak didengar orang lain, bagaimanakah kiranya reaksi orang-orang terhadap kesaksiannya itu?

Sejak awal mula, Allah memang telah melakukan hal-hal yang berada di luar ekspektasi – meninggikan orang yang lemah, menurunkan orang-orang yang berkuasa, membuka rahim yang mandul, menghujani umat-Nya dengan manna dari surga, bahkan membangkitkan orang mati untuk hidup kembali. Sebagai para pengikut-Nya, tanggapan terbaik yang dapat kita berikan adalah untuk tetap rendah hati dan terbuka, siap untuk menerima Allah berdasarkan ketentuan-ketentuan-Nya, bukan ketentuan-ketentuan kita. Pada akhirnya, kita akan menemukan Hikmat Allah yang dibenarkan oleh perbuatan-perbuatan-Nya.

Sebuah contoh yang baik ditunjukkan oleh Gamaliel (guru dari Paulus), seorang tokoh Farisi yang dihormati. Ketika mendengar berita tentang suatu gejala “aneh” yang sedang berkembang dalam masyarakat pada waktu itu – orang-orang tanpa latar pendidikan membuat mukjizat-mukjizat dan memproklamasikan bahwa Yesus adalah Putera Allah yang bangkit – Gamaliel mampu mengangkat dirinya melampaui pemikiran-pemikiran dan ekspektasi-ekspetasinya sendiri. Nasihatnya adalah agar para pemuka agama Yahudi mengambil sikap wait and see, apakah Allah sungguh bekerja dalam diri orang-orang sederhana dan tak terpelajar ini. Gamaliel berkata: “Janganlah bertindak apa-apa terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; bahkan mungkin ternyata kamu justru melawan Allah” (Kis 5:38-39). Gamaliel tidak membuat praandaian bahwa dia tahu segalanya tentang sikap dan perilaku Allah. Ia cukup rendah hati untuk “memperkenankan” Allah bekerja dengan cara-cara yang tak terduga-duga.

Seperti Gamaliel, marilah kita juga menjaga diri kita agar tetap rendah hati dan terbuka agar dapat mengenali Allah – walaupun ketika pesan-Nya sungguh di luar ekspektasi.

DOA: Tuhan Yesus, ketika Engkau datang ke tengah dunia, semuanya terjadi dengan cara-cara yang berada di luar ekspektasi kami. Apabila Engkau datang kembali kelak, kami percaya bahwa Engkau pun akan melakukannya dengan cara-cara yang tak terduga-duga. Oleh Roh Kudus-Mu, buatlah agar kami selalu dekat dengan Engkau dalam doa dan tolonglah kami agar terbuka bagi karya-Mu dalam kehidupan kami dan dalam dunia ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:16-19),  bacalah  tulisan yang berjudul “HIKMAT ALLAH DIBENARKAN OLEH PERBUATANNYA” (bacaan tanggal 9-12-16) dalam situs/blog  PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori 16-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2016.

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011)

Cilandak, 6 Desember 2016 [Peringatan S. Nikolaus, Uskup] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements