YESUS BERBICARA TENTANG YOHANES PEMBAPTIS

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU ADVEN III [Tahun A], 11 Desember 2016) 

jesus_christ_picture_013Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh mudid-muridnya bertanya kepada-Nya, “Engkaulah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab mereka, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Berbahagialah orang yang tidak menolak Aku.”

Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes, “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan anginkah? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian haluskah? Orang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi, untuk apakah kamu pergi? Melihat nabikah? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripada dia. (Mat 11:2-11)

Bacaan Pertama: Yes 35:1-6,10; Mazmur Tanggapan: Mzm 146:6-10; Bacaan Kedua: Yak 5:7-10

Sebelum memulai karya pelayanan-Nya di muka umum, Yesus mengalami perjumpaan dengan Iblis yang menawarkan kepada-Nya tiga definisi-peranan Mesianis, semuanya ditolak oleh Yesus (lihat Mat 4:1-11). Sekarang Yesus menghadapi sebuah definisi-peranan yang lainnya lagi, yang diajukan oleh Yohanes Pembaptis dari penjara lewat para muridnya. Yohanes adalah seorang reformator dan seorang pengkhotbah yang memberitakan “penghakiman”, dan sang Mesias untuk siapa Yohanes menjadi bentara-Nya adalah Dia yang akan membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api (lihat Mat 3:7-12).

Sekarang Yesus telah mempunyai suatu track record, yang juga telah ada pada para murid-Nya, karena Dia telah mengutus mereka untuk melakukan pekerjaan sama seperti yang telah dilakukan-Nya (baca: Mat 10), pekerjaan-pekerjaan bukan untuk menghakimi melainkan pekerjaan-pekerjaan belas kasih. Hal ini menjadi teka-teki – barangkali juga kekecewaan – bagi Yohanes yang pada waktu itu sudah meringkuk dalam penjara. Yohanes mengutus para murid-Nya untuk memperoleh informasi mengenai perbuatan-perbuatan Kristus, yaitu kegiatan-kegiatan apa saja yang cocok dengan sang Mesias. Bagaimana nas-nas Perjanjian Lama harus dibaca? Jika Yesus dan para murid-Nya tidak memenuhi ekspektasi Yohanes, maka kiranya orang lain yang akan dipilih. Lihatlah pertanyaan yang diajukan kepada Yesus: “Engkaulah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” (Mat 11:3). Yang dimaksud dengan “kami” dalam kalimat ini adalah Yohanes dan para muridnya.

yohanes-pembaptis-di-penjaraYesus tidak menjawab pertanyaan tersebut secara teoritis atau bahkan tidak dengan memetik nas-nas Perjanjian Lama seperti Yes 35:5-6, yang menubuatkan pemberitaan kabar baik kepada orang-orang miskin. Sebaliknya, Yesus malah menunjuk kepada apa saja yang sesungguhnya telah terjadi dalam karya pelayanan-Nya, peristiwa-peristiwa dengan mana Matius telah dengan hati-hati melaporkannya kepada para pembaca Injilnya (Mat 11:5): “orang buta melihat (lihat Mat 9:27-31), orang lumpuh berjalan (lihat Mat 9:1-8), orang kusta sembuh (lihat Mat 8:1-4), orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan (Mat 9:18-26) dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik (Mat 5:3).” Bagi Matius, pewartaan Kabar Baik kepada orang miskin sama pentingnya dengan mukjizat-mukjizat yang disebutkan sebelumnya, barangkali malah dengan sengaja ditempatkan sebagai yang paling belakang sebagai sebuah klimaks.

Kemudian Yesus menambahkan sebuah tantangan kepada Yohanes yang diungkapkan-Nya dalam bentuk yang paling indah dan halus, tidak ubahnya sebuah doa: “Berbahagialah orang yang tidak menolak Aku”  (Mat 11:6). Dengan demikian, Yesus sebenarnya minta kepada Yohanes untuk berpikir kembali sehubungan definisinya tentang Mesias. Kita tidak mengetahui efek dari laporan para murid Yohanes terhadap guru mereka.

Walaupun Yesus telah memberi tantangan kepada Yohanes, pada akhirnya Dia meninggikannya.  Sudah dua ribu tahun lamanya suara para nabi tidak didengar atau diabaikan. Dengan memuji Yohanes sebagai seorang nabi, Yesus sebenarnya menyatakan bahwa suatu zaman baru telah terbit di Israel. Yohanes berbicara dengan jelas tanpa tedeng aling-aling. Ia mengutuk perkawinan Herodes Antipas, sampai dia dijebloskan ke dalam penjara (lihat Mat 14:3-4). Namun Yohanes lebih daripada sekadar seorang nabi. Yohanes adalah bentara dari sang Mesias, dengan demikian ia adalah berdiri di ambang dua zaman yang berbeda. Yohanes mengumumkan kedatangan Kerajaan Surga (Mat 3:2). Sebagai penutup dapat kita katakan bahwa murid  Yesus yang mana pun lebih beruntung daripada Yohanes, karena memiliki apa yang dijanjikan oleh Yohanes.

DOA: Datanglah Roh Kudus, dan bakarlah hatiku dengan api cintakasih Kristus, sehingga dengan demikian aku dapat turut serta menguduskan dunia bagi Allah dan mewartakan Injil kepada semua orang yang berkeinginan untuk mendengarnya. Amin

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:2-11), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS DAN YOHANES PEMBAPTIS” (bacaan tanggal 11-12-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-12  PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2016. 

Cilandak, 9 Desember 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements