PARA PROTOMARTIR DI BETLEHEM

(Bacaan Injil Misa Kudus, Pesta Kanak-kanak Suci, Martir, Hari Keempat dalam Oktaf Natal – Rabu, 28 Desember 2016) 

0-0-massacre-of-the-innocents-2

Setelah orang-orang majus itu berangkat, tampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.” Yusuf pun bangun, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya digenapi apa yang difirmankan Tuhan melalui nabi, “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.” [1]

Ketika Herodes tahu bahwa ia telah diperdaya oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang ditanyakannya dengan teliti kepada orang-orang majus itu. Dengan demikian digenapi firman yang disampaikan melalui Nabi Yeremia, “Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi .” [2] (Mat 2:13-18)

[1] bdk. Hos 11:1; [2] Lihat Yer 31:15 

Bacaan Pertama: 1Yoh 1:5-2:2; Mazmur Tanggapan: Mzm 124:2-5,7-8

Masih dalam suasana sukacita Natal, liturgi Gereja menyuguhkan bacaan-bacaan yang bernuansa agak lain/berbeda, yaitu pada hari pesta Santo Stefanus, Martir Pertama (26 Desember) dan hari ini, tanggal 28 Desember ketika kita merayakan “Pesta Kanak-kanak Suci”, para protomartir di Betlehem, para korban kekejaman Herodes (lihat Mat 2:16). Anak-anak ini kiranya merupakan bagian dari mereka yang pertama memasuki firdaus melalui tindakan penyelamatan Kristus. Kitab Kebijaksanaan (Salomo) mengatakan: “… jiwa orang benar ada di tangan Allah …… kepergiannya dari kita dipandang sebagai kehancuran, namun mereka berada dalam ketenteraman” (Keb 3:1-2).

“Pesta” yang kita rayakan pada hari ini menunjuk pada kenyataan bahwa kuasa kegelapan menjadi gusar terhadap terang Kristus. Ini dapat dilihat di sepanjang sejarah keselamatan. Dalam Yesus, “Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat” (Yoh 3:19). Meskipun begitu, “terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya” (Yoh 1:5). Sementara kuasa-kuasa kegelapan melawan terang, mereka tidak akan berjaya, karena Allah tidak pernah akan meninggalkan umat-Nya, bilamana kita berbalik kepada-Nya di tengah-tengah berbagai pergumulan dan kesulitan dan kesedihan kita dan Ia akan membebaskan kita (bdk. 1Ptr 5:10-11).

Kanak-kanak suci di Betlehem adalah prototipe dari para pengikut Kristus untuk masa-masa setelah peristiwa itu terjadi, sampai hari ini. Pesta hari ini juga merujuk kepada kebenaran bahwa orang-orang Kristiani akan menderita dalam kehidupan ini seperti juga Yesus. Kehidupan Kristiani adalah meneladan kehidupan Kristus sendiri yang mengalami penderitaan sengsara dan kematian agar supaya menyelamatkan semua orang dari cengkeraman dosa dan Iblis. Perayaan-perayaan liturgis dan banyak madah/kidung tradisional yang berkenaan dengan masa Natal dengan kaya mencerminkan misteri Paskah Kristus. Tujuan besar dari inkarnasi adalah penyelamatan umat Allah.

Walaupun kehidupan Kristiani melibatkan kita dalam pertempuran antara kegelapan dan terang dan menyangkut penderitaan, Allah telah berjanji untuk senantiasa melindungi kita dan membimbing kita. Allah memimpin Yusuf dan keluarganya ke Mesir dalam rangka menghindarkan diri dari kekuatan-kekuatan jahat yang mengancam kehidupan kanak-kanak Yesus. Ketika pada akhirnya mereka meninggalkan tanah Mesir setelah kematian raja Herodes, keluaran mereka dari Mesir itu mengingatkan kita akan pembebasan umat pilihan Allah dari perbudakan di Mesir pada zaman Musa ribuan tahun sebelumnya: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku” (Mat 2:15; bdk. Hos 11:1).

DOA: Bapa surgawi, kanak-kanak suci di Betlehem mempersembahkan pujian bagi-Mu lewat kematian mereka bagi Kristus. Oleh Roh Kudus-Mu, buatlah aku agar mampu memberi kesaksian hidup nyata dari pengakuan iman yang kuucapkan dengan bibirku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 2:13-18) bacalah tulisan berjudul “IKUT AMBIL BAGIAN DALAM KEMENANGAN YESUS” (bacaan tanggal 28-12-16), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori 16-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011) 

Cilandak, 27 Desember 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements