YESUS DATANG KE SUNGAI YORDAN UNTUK DIBAPTIS

(Bacaan Injil Misa Kudus, PESTA PEMBAPTISAN TUHAN –  Senin, 9 Januari 2017)

baptisan-yesus-yesus-dipermandikan-oleh-yohanes-pembaptisKemudian datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya, “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, namun Engkau yang datang kepadaku?” Lalu jawab Yesus kepadanya, “Biarlah hal itu terjadi sekarang, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Yohanes pun menuruti-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Mat 3:13-17)

Bacaan Pertama: Yes 42:1-4,6-7; Mazmur Tanggapan: Mzm 29:1-4,9-10; Bacaan Kedua: Kis 10:34-38

Sebenarnya ada dua peristiwa luarbiasa terangkum dalam petikan Injil di atas yang terdiri dari lima ayat saja.

Yang pertama adalah bahwa Yesus menggabungkan diri dengan orang-orang berdosa dan menerima baptisan tobat dari Yohanes Pembaptis. Yohanes sendiri tidak dapat menyembunyikan rasa herannya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, namun Engkau yang datang kepadaku?” (Mat 3:14). Yohanes sendiri adalah seorang pendosa. Dia yang berkhotbah dan menyerukan pertobatan kepada orang banyak juga membutuhkan khotbah pertobatan dari Dia. Bukankah seorang imam yang bertugas melayani Sakramen Rekonsiliasi dan mengampuni dosa umat juga  harus menerima absolusi? Tidak seorang pun kudus selain Allah sendiri. Dan …… setiap orang – sebagai pendosa – harus dikuduskan oleh Allah.

Kita semua hanyalah mata rantai dari rantai yang sama, tangkai dari batang yang berdosa, gelombang-gelombang dalam aliran dosa yang sama. Hanya ada satu kekecualian, yaitu Dia yang lain dari yang lain; sang Mahalain yang datang dari surga, dikandung dari Roh Kudus dan dilahirkan oleh Perawan Maria. Oleh karena itu,  tanggapan Yesus terhadap pertanyaan Yohanes Pembaptis terasa mengherankan: “Biarlah hal itu terjadi sekarang, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah” (Mat 3:15). Dengan demikian hak Allah dipulihkan apabila Dia – yang satu-satunya tanpa noda-dosa – menggabungkan diri dengan orang-orang berdosa. Allah Yang Mahaadil menuntut silih untuk dosa manusia. Yesus menceburkan diri-Nya diri dalam aliran dosa, menjadi anggota dari bangsa manusia yang berdosa.

Benarlah apa yang dikatakan oleh sang penulis “Surat kepada Orang Ibrani”: “… Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Sebaliknya sama seperti kita, Ia telah dicobai, hanya saja Ia tidak berbuat dosa” (Ibr 4:15). Yesus turun/datang ke sungai Yordan sesungguhnya merupakan lambang dari apa yang telah terjadi karena misteri Inkarnasi: Tuhan sendiri turun ke tengah bangsa manusia yang penuh dosa, menjadi sama dengan kita. Bacaan Injil di atas menegaskan bahwa Yesus segera keluar dari sungai Yordan. Dengan demikian untuk pertama kalinya kekuatan dosa dipatahkan. Yesus adalah satu-satunya yang tidak binasa dalam dosa dan tidak dihanyutkan oleh dosa itu, namun dengan kekuatan-Nya sendiri naik lagi ke atas dan membawa yang lain-lain beserta diri-Nya ke atas. Pada waktu wafat Ia akan samasekali tenggelam dalam aliran dosa yang gelap itu, agar supaya pada waktu kebangkitan dapat naik lagi dan membawa serta yang lain-lain masuk ke dalam hidup baru.

Setelah semua itu berlangsunglah peristiwa yang kedua: surga terbuka !!! Dosa telah menutut pintu surga, namun kemenangan Kristus atas dosa telah membuka pintu dosa tersebut. Roh Kudus turun. Dosa – dan di belakangnya adalah si iblis – telah mengusir Roh Kudus dari manusia. Tetapi Kristus yang dikandung dan dilahirkan dari Roh Kudus, membawa Roh Allah dalam Diri-Nya. Karena Yesus-lah maka Roh Kudus turun lagi atas manusia. Roh yang melayang-layang di atas samudera, di sini dalam bentuk seekor merpati melayang-layang di atas sungai Yordan dan dalam kepenuhan-Nya hinggap di atas Yesus dan sekaligus di atas semua orang yang dikuduskan dalam dan karena Dia. Suara Bapa surgawi pun terdengar pula: “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Mat 3:17).

Karena dosa, keputeraan ilahi manusia hilang. Akan tetapi, Yesus Kristus yang telah menanggung dosa di atas pundak-Nya telah membinasakannya, telah mengembalikan keputeraan ilahi tersebut kepada para pendosa. Oleh dan melalui Yesus – sang Putera – mereka menjadi anak-anak Bapa lagi. Di sini Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus tampak jelas sebagai Tritunggal. Roh Kudus adalah cintakasih antara Bapa dan Putera, dan karenanya keluar dari Bapa dan Putera. Kedatangan Putera ke tengah dunia sekaligus adalah pengutusan Roh Kudus. “Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya” (Mat 3:16). Di sini secara tampak dan dahsyat Yesus mengalami bahwa Ia adalah Putera Bapa dan membawa serta dalam Diri-Nya kepenuhan Roh Kudus. Pengalaman ini demikian dahsyatnya, sehingga Ia tidak dapat tinggal lebih lama di sini, melainkan dengan segera dibawa oleh Roh itu juga ke dalam kesunyian, di mana Ia berada sendirian dengan Bapa dan Roh Kudus, lahiriah seorang diri, tetapi batiniah dalam kepenuhan Tritunggal Mahakudus.

Bapa tidak bersabda: “Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mu Aku berkenan” melainkan “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nya Aku berkenan” (Mat 3:17). Dari sini nyatalah bahwa hal ini bukan wahyu kepada Kristus, melainkan kepada orang-orang, … kepada kita semua. Inilah pemberian kesaksian resmi dari Bapa surgawi atas perutusan Kristus. Saat turun-Nya ke tengah kedosaan manusia sekaligus merupakan saat pengangkatan, yaitu karena Bapa memberi kesaksian tentang cintakasih-Nya dan Roh Kudus  tentang kediaman-Nya dalam Kristus. Perkenaan Bapa ada pada Kristus dan pada sekalian orang yang termasuk milik-Nya.

Inilah sungguh suatu peristiwa besar yang tidak dapat dipahami. Terang yang memancar di sini akan bercahaya di atas seluruh hidup Yesus. Suara yang terdengar di sini tidak akan berhenti bergema. Keadilan yang telah diperkosa manusia, dipulihkan kembali oleh Allah. Yesus memikul segala ketidak-adilan untuk membuat mereka yang tidak adil menjadi adil kembali. Dengan demikian keadilan telah disilih.

DOA: Allah yang kekal dan kuasa, Engkau telah memaklumkan Kristus sebagai Anak-Mu yang terkasih, ketika Ia dibaptis di sungai Yordan, sementara Roh Kudus turun atas-Nya. Kami mohon, semoga kami selalu setia sebagai anak-anak-Mu, karena sudah dilahirkan kembali dalam air dan Roh Kudus. Kami berdoa demikian, dalam nama Yesus Kristus, Anak-Mu yang terkasih, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan dalam persekutuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 3:13-17), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS DIBAPTIS OLEH YOHANES” (bacaan tanggal 9-1-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs..wordpress.com; kategori: 17-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2017. 

(Pokok tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan Richard Gutzwiller, Renungan tentang Mateus, jilid I, hal. 24-27) 

Cilandak, 7 Januari 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS